KEFAMENANU,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, resmi membuka Pameran Literasi Pendidikan antar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten TTU, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU tersebut dibuka langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sebagai ruang penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di daerah.
Di hadapan para kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan, Bupati menegaskan bahwa pameran literasi bukan sekadar ajang unjuk karya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antarsatuan pendidikan untuk saling berbagi praktik baik, inovasi pembelajaran, dan penguatan budaya literasi di sekolah.
โLiterasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,โ ujar Bupati dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah jenjang SD dan SMP yang tergabung dalam K3S dan MKKS, serta para guru yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, sinergi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di TTU.
Pameran literasi ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas 2026 dengan tema โMenguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semuaโ. Tema ini, kata Bupati, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja kolektif antara sekolah, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam arah kebijakan daerah, Pemerintah Kabupaten TTU disebut terus menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan, termasuk melalui program pendidikan gratis yang inklusif dan berkeadilan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah.
โPendidikan gratis adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Namun, itu harus ditopang dengan gerakan literasi yang kuat dan berkelanjutan,โ tegasnya.
Lebih jauh, Bupati falen Kebo menilai penguatan literasi menjadi kunci dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis di tengah perubahan global yang semakin cepat.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan inspiratif. Momentum Hardiknas, katanya, harus menjadi titik tolak penguatan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di TTU.
โTanamkan semangat literasi di setiap ruang kelas, rumah, dan lingkungan masyarakat agar generasi muda kita siap menghadapi tantangan masa depan,โ ujarnya.*/Lius Salu/Frumentus Bana/Diskominfotik TTU/llt













Komentar