BA’A,SELATANINDONESIA.COM – Sebanyak 19 anak muda dari Pulau Rote menapaki babak baru dalam hidup mereka setelah resmi diwisuda oleh Rote Hospitality Academy, Senin (6/4/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan, tetapi juga simbol tumbuhnya harapan baru bagi pengembangan sumber daya manusia di wilayah terluar Indonesia.
Acara wisuda yang berlangsung hangat itu dihadiri oleh Owner NIHI Rote sekaligus penggagas Rote Hospitality Academy, Michael Schawb, Direktur PT Bo’a Development, Greg Sarkissian, serta Direktur Rote Hospitality Academy, Nora Bawazier. Para orang tua wisudawan juga hadir menyaksikan capaian anak-anak mereka dengan rasa bangga.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menyampaikan selamat kepada anak-anak yang hari ini diwisudakan. “Momentum ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan kalian dalam berkarier di dunia hospitality, baik di Rote, di tingkat nasional, maupun internasional. Untuk anak-anakku, jagalah integritas dan kualitas pelayanan yang akan kalian berikan nantinya. Tunjukkan bahwa kalian adalah lulusan Rote Hospitality Academy yang mampu bersaing dan selalu memberikan yang terbaik,” kata Bupati Henuk.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak pengelola akademi. “Kepada Bapak Michael, Bapak Greg, Ibu Nora, serta seluruh staf pengajar, saya menyampaikan terima kasih atas investasi yang telah diberikan di Rote. Investasi ini tidak hanya berupa pembangunan gedung dan fasilitas, tetapi juga dalam membangun sumber daya manusia,” ujarnya.
Kehadiran Rote Hospitality Academy telah membuka akses bagi anak-anak muda di Rote untuk mengembangkan potensi mereka. Dalam proses pelatihannya, para siswa dibekali keterampilan praktis, kemampuan komunikasi, hingga penguasaan bahasa Inggris. Hal ini terlihat dalam penampilan para lulusan yang percaya diri, hangat dalam menyambut tamu, serta mampu memberikan pelayanan profesional.
Sejak berdiri, akademi ini telah melatih sekitar 100 anak muda di bidang hospitality. Angka tersebut menjadi indikator awal bahwa investasi pada pendidikan vokasi di daerah terpencil mampu memberikan dampak nyata, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Di tengah geliat pariwisata yang terus berkembang di Nusa Tenggara Timur, kehadiran tenaga kerja lokal yang terampil menjadi kebutuhan mendesak. Wisuda ini menjadi pengingat bahwa masa depan pariwisata daerah tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.*/llt/PH













Komentar