GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Hukrim Nusantara
Beranda / Nusantara / Warga Duablolong Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Jaksa

Warga Duablolong Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Jaksa

Kondisi Balai Desa Duablolong, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur yang mangkrak.

ADONARA,SELATANINDONESIA.COM-Sekelompok masyarakat Desa Duablolong, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur melaporkan kasus dugaan korupsi dana desa Duablolong tahun angaran 2019 ke Kejaksaan Negeri Larantuka, pada Selasa (25/8/2020).

Dalam keterangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com, Kamis (27/8/2020) malam, masyarakat melaporkan dugaan korupsi pembangunan Balai Desa Duablolong senilai Rp 558.536.208,09 pada tahun 2019. Pembanguan balai desa ini mangkrak hingga saat ini.

Padahal, sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor : 04/TPK-DB/SPK/VII/2019 antara TPK selaku Pihak Pertama dan Kepala Tukang selaku Pihak Kedua, waktu pelaksanaan selama 115 Hari Kerja dimulai pada tanggal 10 Juli – 22 Oktober 2019.

Sementara itu berdasarkan Laporan Realisasi APB Desa Akhir Tahun 2019, seluruh anggaran ini telah habis 100% dicairkan dari Rekening Kas Desa yang sangat kontras dengan progres kegiatan fisik yang baru mencapai 30%.

“Mangkraknya kegiatan ini diduga karena adanya pengalihan sebagian anggaran yang digunakan untuk pengadaan pompa air tenaga surya yang tidak termuat di dalam APB Desa tahun Anggaran 2019,” demikian rilis yang diterima media ini.

Melki Laka Lena di Jejak Lebaran: Merajut Maaf, Meneguhkan Sinergi NTT

Sesuai dengan kesepakatan musyawarah desa pada tanggal 21 Mei 2019, pengadaan pompa air tenaga surya untuk mendukung kegiatan Program PAMSIMAS Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga, menggunakan sumber anggaran SILPA berdasarkan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) Akhir Masa Jabatan Periode 2013/2019 sebesar Rp 90.298.999 yang belum terbawa dalam APB Desa Tahun 2019, ditambah SILPA tahun berjalan melalui Perubahan APB Desa Tahun Anggaran 2019.

Kondisi Balai Desa Duablolong, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur yang mangkrak.

“Namun keputusan musyawarah desa ini tidak dilaksanakan oleh Pejabat Kepala Desa Duablolong Ibu Sesilia Kabo Tukan, karena tidak ada memori serah terima jabatan dari Kepala Desa periode 2013/2019ย  Bpk. Antonius Kopong Pati kepada Pejabat Kepala Desa.”

Selanjutnya Pejabat Kepala Desa Duablolong melakukan pengadaan pompa air tenaga surya tanpa melakukan Perubahan APB Desa Tahun Anggran 2019, sesuai kesepakatan Musyawarah Desa tersebut.

Pada Senin (23/3/2020) lalu, pemerintah bersama BPD Duablolong mengadakan musyawarah pembahasan dan penetapan Rancangan APB Desa Tahun Anggaran 2020. Dalam Rancangan APB Desa tersebut, terdapat salah satu item kegiatan yakni pengadaan pompa air tenaga surya dengan pagu anggaran Rp 130.000.000 yang bersumber dari Dana Desa tahun 2020.

Masyarakat dan BPD Duablolong mempersoalkan kegiatan tersebut dengan alasan, sesuai kesepakatan musyawarah desa pada Selasa (21/5/2019) lalu, pengadaan pompa air tenaga surya menggunakan sumber dana dari SILPA Hasil LKPPD akhir masa jabatan dan SILPA tahun berjalan di tahun 2019.

Di Bawah Langit Takbir Kupang, Gubernur Melki Menenun Harmoni dalam Keberagaman: Hanya Merah Putih yang Dikibarkan

Karena didesak oleh masyarakat saat musyawarah, Kepala Desa Duablolong, Antonius Kopong Pati dalam forum musyawarah desa itu mengakui bahwa pembayaran pompa air tenaga surya yang telah diadakan ini menggunakan Anggaran Dana Desa 2019 dari pos Kegiatan Pembangunan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan sebesar Rp 130.000.000.

Sehingga Kepala Desa Duablolong, Antonius Kopong Pati yang terpilih lagi di periode kedua (2020/2025), sengaja menganggarkan pengadaan pompa air tenaga surya di tahun 2020 ini untuk mengembalikan Anggaran Pembangunan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan yang telah diambil, agar pekerjaan dapat berjalan lagi.

Proyek tenaga surya di desa Duablolong, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.

Selanjutnya melalui dinamika dan perdebatan yang alot, musyawarah desaย  menyepakati untuk mengedrop anggaran kegiatan tersebut dari rancangan APB Desa Tahun Anggaran 2020.

Karena Merasa dirugikan, atas tindakan Kepala Desa Duablolong, Antonius Kopong Pati dan mantan Penjabat Kepala Desa Duablolong, Sesilia Kabo Tukan, sekelompok masyarakat Desa Duablolong melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Larantuka atas Dugaan Tindakan Pidana Korupsi Anggran SILPA Hasil LKPPD akhir masa jabatan periode 2013/2019 sebesar Rp 90.298.999.

Mereka juga melaporkan pengadaan pompa air tenaga surya di Luar APB Desa yang dengan sengaja diambil dari anggaran kegiatan pembangunan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan sebesar Rp 130.000.000 yang mengakibatkan mangkraknya kegiatan tersebut.

Dosen UNITRI Ikuti Pelatihan Nasional BPIP, Perkuat Pembelajaran Pancasila di Perguruan Tinggi

Leonardus Ara, salah satu warga Desa Duablolong membenarkan hal ini. Leonardus mengatakan hingga saat ini balai desa tersebut belum selesai dibangun. “Pembangunan balai desa dari tahun kemarin itu kan tidak selesai sampai sekarang. Hanya separuh. Lalu uangnya itu lari kemana? Ini pertanyaan besar untuk kami,” kata Leonardus.

Kepala Desa Duablolong, Antonius Kopong Pati Hingga yang dihubungi berkali-kali belum tersambung hingga berita ini ditayang. Sedangkan, mantan Penjabat Kepala Desa Duablolong, Sesilia Kabo Tukan enggan memberikan klarifikasi saat dihubungi SelatanIndonesia.com.*)Teddi Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement

Everyone is talking about AK8Win lately. It is wild how much noise this place is making in the gaming scene this year. I decided to check it out myself to see if the hype actually holds up or if it is just a bunch of marketing fluff. Most people just want to know if they can trust the site with their hard-earned cash before they hit the deposit button.

Let's talk money. The 2025 bonus package is pretty decent if you like extra cash. They give a 100% match up to $500. Not bad, right? But the wagering requirements are 35x. You have to put in the work to cash out those winnings. It isn't a walk in the park. Most players find that it takes about a week of steady play to clear those hurdles and get the money into their bank accounts.

The library is massive. Over 40 providers live on this site. You get big names like Pragmatic Play and Evolution Gaming. They hit the ground running back in October 2019. Since then, online casino they have grabbed a huge chunk of the market in Nepal and Malaysia. Many locals love it because they can use Nepalese Rupees. This saves a ton on conversion fees which usually eat about 3% of your bankroll on other sites.

Feature Detail Rating
Welcome Bonus 100% up to $500 4.5/5
Games 3,500+ Slots 4.8/5
Payout Speed 12-24 Hours 4.2/5
Mobile App Android and iOS 4.6/5

Why should you care about this specific platform? There are a few reasons why people are flocking to it right now:

  1. Fast withdrawals usually take less than a day which provides some peace of mind.
  2. Local currency support like NPR means no annoying exchange fees at the bank.
  3. The massive live dealer section has 20+ different studios running 24/7.

And the mobile app? It is surprisingly smooth. I tried it on my old iPhone 12 last Tuesday and it didn't lag once. Most sites feel clunky but this one is snappy. Is it perfect? Probably not. The Curacao license is okay, but it isn't the gold standard of the industry. You still need to be careful with your limits. Always gamble with money you can afford to lose because that is just common sense in this game.

Honestly, it feels like a solid choice for casual players. Just keep an eye on those terms and conditions because they can be a bit tricky. If you are looking for a new spot to spin some reels, this might be your best bet this month. They even added 50 free spins to the welcome pack last January. That is a sweet little cherry on top for slot fans. Go ahead and give it a whirl if you feel lucky today.