WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM — Penetapan Gelora Pada Eweta di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai arena pertandingan pacuan kuda Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mulai ditindaklanjuti dengan evaluasi kesiapan venue. Tim visitasi Pengurus Pusat Federasi Nasional (FN) Pordasi Pacu meninjau langsung arena tersebut pada Jumat (16/10/2026) untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan lintasan dan fasilitas pendukung agar memenuhi standar pertandingan nasional.
Penetapan Gelora Pada Eweta sebagai venue pacuan kuda sebelumnya disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman saat menghadiri Turnamen Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Barat pada Juni 2026. Hasil peninjauan terbaru akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk mematangkan persiapan arena, termasuk kebutuhan renovasi dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, serta pemerintah daerah.
Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan renovasi lintasan dan fasilitas pendukung agar memenuhi standar pertandingan nasional.
Tim visitasi dipimpin Direktur Pacu Tradisional FN Pordasi Pacu Pusat, Ir. Aguspen Adnan, bersama perwakilan KONI Provinsi NTT Laurens Leba Tukan. Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua KONI Sumba Barat Samuel Kali Kulla dan Sekretaris KONI Sumba Barat Daniel Umbu Sunga, serta jajaran Pordasi setempat.
Aguspen mengatakan, pihaknya telah memiliki data teknis arena tersebut. Kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi aktual dan mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki. Hasil peninjauan akan dilaporkan kepada KONI Pusat dan KONI NTT sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut persiapan.
Menurut Aguspen, pembenahan venue membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah daerah, dan sponsor. Kepastian dukungan anggaran diperlukan agar renovasi dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan teknis pertandingan.
Gelora Pada Eweta sebelumnya telah ditetapkan sebagai venue pacuan kuda PON 2028. Penetapan tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman ketika menghadiri Turnamen Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Barat pada Juni 2026.
Sekretaris Pengprov FN Pordasi Pacu NTT, Laurens Leba Tukan, mengatakan, penyelenggaraan pacuan kuda pada PON 2028 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga kesempatan mengangkat kuda tradisional Sumba, khususnya kuda Sandelwood, agar semakin dikenal di tingkat nasional. ”Saatnya kuda Sumba tampil di ajang kejuaraan nasional sekelas PON,” katanya.
Wakil Ketua KONI Sumba Barat Samuel Kali Kulla berharap hasil visitasi menghasilkan rekomendasi teknis yang jelas mengenai kondisi lintasan, fasilitas pendukung, dan kebutuhan renovasi. Ia mengakui, keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan pemerintah pusat dan provinsi sangat dibutuhkan.
Sementara itu, Sekretaris KONI Sumba Barat Daniel Umbu Sunga mengatakan, daerahnya telah menggelar berbagai kegiatan pacuan kuda, termasuk Pra-PON dan West Sumba Horse Racing Festival 2026, sebagai bagian dari upaya mengembangkan olahraga berkuda dan mempersiapkan atlet.
Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Barat Christofel Eston Djaga Mesa memaparkan denah arena dan bagian-bagian yang direncanakan untuk direnovasi. Wakil Ketua FN Pordasi Pacu Sumba Barat Amir Hamzah berharap koordinasi antara FN Pordasi Pacu, KONI, dan pemerintah terus diperkuat untuk mendukung persiapan PON.
Selain meningkatkan prestasi olahraga, penyelenggaraan pacuan kuda PON 2028 diharapkan mendorong pelestarian budaya berkuda masyarakat Sumba, memperkenalkan kuda Sandelwood, serta menggerakkan ekonomi dan pariwisata daerah. Karena itu, tindak lanjut hasil visitasi dan kepastian pembiayaan menjadi faktor penting untuk memastikan Gelora Pada Eweta siap menjadi panggung pacuan kuda nasional.*/llt



Komentar