BAโA,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah bentang alam kering Pulau Rote yang saban tahun bergulat dengan ancaman kekeringan, pemerintah pusat mulai memperkuat fondasi ketahanan pangan dan akses air bersih melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air. Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Sumur Bor RLLI-89 di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30/5/2026).
Kunjungan kerja di wilayah terdepan Indonesia tersebut tidak hanya menjadi agenda peninjauan proyek, tetapi juga momentum untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun negara benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan air pada musim kemarau.
Setibanya di Bandar Udara D.C. Saudale, Baโa, Menteri PU bersama rombongan disambut secara adat oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Penyambutan ditandai dengan pemasangan Tiโi Langga, topi tradisional khas Rote, serta pengalungan selendang sebagai simbol penghormatan kepada tamu negara yang datang membawa harapan pembangunan.
Dalam kunjungan tersebut, Dody didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Cipta Karya Dian Irawati. Kehadiran jajaran kementerian itu sekaligus menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dasar di kawasan kepulauan yang berbatasan langsung dengan Australia tersebut.
Di Desa Lekunik, Menteri PU meninjau langsung JIAT Sumur Bor RLLI-89 yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,5 miliar. Infrastruktur ini memiliki kapasitas debit air sekitar 9 liter per detik dan saat ini mampu melayani lahan pertanian seluas 10 hektare.
Keberadaan JIAT dinilai strategis bagi Kecamatan Lobalain yang memiliki sekitar 1.395 hektare lahan sawah. Selama ini, petani kerap menghadapi kendala berkurangnya pasokan air permukaan ketika memasuki musim tanam kedua. Kehadiran sumur bor menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
Namun demikian, Dody menegaskan bahwa pengembangan JIAT tidak boleh berhenti pada pembangunan sumur dan pompa semata. Menurut dia, sistem irigasi harus dirancang secara terintegrasi dengan jaringan saluran tersier yang menyesuaikan kondisi morfologi lahan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak areal pertanian secara merata.
Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan energi surya sebagai sumber tenaga operasional pompa air. Langkah tersebut dinilai mampu menekan biaya operasional yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar minyak sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
โKetersediaan air menjadi kunci utama peningkatan produktivitas pertanian. Karena itu, sistem yang dibangun harus mampu menjangkau lebih luas dan beroperasi secara efisien,โ ujar Dody dalam peninjauan tersebut.
Arahan itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Infrastruktur air menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan, terutama di daerah-daerah dengan tingkat kerentanan kekeringan yang tinggi.
Di sela-sela kunjungan, Menteri PU juga berdialog dengan kelompok tani di wilayah Kapasiok. Para petani menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan penambahan titik sumur bor untuk memperluas layanan irigasi serta dukungan penggunaan panel surya guna mengurangi biaya operasional pompa air.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao merespons kebutuhan tersebut dengan menyiapkan dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan efisiensi usaha tani masyarakat.
Selain meninjau sektor sumber daya air, kunjungan kerja Menteri PU juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur prioritas.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menyerahkan langsung dokumen proposal kepada Menteri PU yang berisi usulan pengalihan status sejumlah ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional, perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan, pembangunan akses menuju Titik Nol Pulau Rote, pembangunan jembatan di Kecamatan Rote Tengah, hingga pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan sistem sanitary landfill.
Usulan tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas wilayah dan pelayanan dasar masyarakat di kabupaten paling selatan Indonesia itu. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi syarat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan akses layanan publik, serta memperkuat daya saing daerah.
Merespons proposal tersebut, Menteri PU memberikan sinyal positif dengan menginstruksikan jajaran direktorat teknis terkait untuk segera melakukan kajian dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
Rangkaian kunjungan kerja kemudian ditutup dengan peninjauan ruas Jalan Letelangga yang mengalami kerusakan struktur. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao meminta agar sebelum dilakukan pekerjaan fisik, terlebih dahulu dilaksanakan kajian hidrologi bawah permukaan.
Kajian tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan keberadaan aliran sungai maupun mata air bawah tanah yang diduga memengaruhi kondisi badan jalan. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang tepat sehingga pembangunan infrastruktur dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Rote Ndao, kunjungan Menteri PU bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran pemerintah pusat diharapkan menjadi titik awal percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih, peningkatan produktivitas pertanian, hingga penguatan konektivitas antarwilayah.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur di wilayah terluar Indonesia itu diharapkan mampu membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.*/PPID Utama_DKISP RN/llt



Komentar