G-RDVF5GTVXM

Tag: Kabupaten Sumba Barat

  • Skim Kredit Merdeka Bank NTT di Tangan Menteri Koperasi Teten Masduki untuk Pedagang Sumba Barat

    Skim Kredit Merdeka Bank NTT di Tangan Menteri Koperasi Teten Masduki untuk Pedagang Sumba Barat

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyerahkan Kredit Merdeka kepada 6 pedagang Pasar Kareka Nduku Selatan, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Sabtu 15 Desember 2023.

    Kredit Merdeka merupakan skim kredit yang digagas oleh mantan Gubernur NTT Viktot Laiskodat, bersama Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat NTT.

    Skim kredit Bank NTT ini dikenal dengan mudah, murah dan aman, karena bebas dari bunga, agunan serta rentenir. Hingga saat ini, Bank NTT telah mengucurkan dana lebih dari Rp50 Miliar untuk menghidupi pedagang ataupun pelaku UMKM di NTT.

    Penyerahan Kredit Merdeka ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ke Sumba Barat, dalam rangka meresmikan Pasar Kareka Nduku Selatan.

    Pasar itu direvitalisasi lewat program bantuan revitalisasi pasar rakyat, yang akan dikelola oleh koperasi pasar.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, program revitalisasi pasar rakyat ini sangat penting untuk dilakukan. Karena pasar ini menjadi wahana usaha yang mempertemukan petani, pedagang, dan pembeli, sekaligus melayani kebutuhan masyarakat sekitar.

    “Hal paling penting adalah yang berjualan di sini harus mendapatkan aksesibilitas yang sama. Di sini bagus desainnya karena memberikan ruang yang sama bagi para pedagang. Pasar ini juga harus dijaga kebersihannya supaya tetap sehat, dan yang belanja juga nyaman,” kata Teten saat meresmikan Pasar Kareka Nduku Selatan sebagai Pasar yang Menerima Bantuan Revitalisasi Pasar Rakyat yang dikelola oleh Koperasi di Kabupaten Sumba Barat, NTT,

    Bantuan untuk revitalisasi pasar ini mencapai sebesar Rp1,5 miliar. Di mana proses pembangunan dimulai sejak Juli 2023 dan selesai pada November 2023. Pasar ini mampu menampung 57 pedagang dan menjadi pasar pertama di Sumba Barat yang dikelola koperasi.

    Lebih lanjut, Teten mengaku sangat senang mengunjungi pasar. Menurutnya, Pasar Kareka Nduku Selatan berpotensi untuk menjadi pasar yang menyenangkan untuk dikunjungi masyarakat.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ketika meninjau Pasar Kareka Nduku Selatan, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Sabtu 15 Desember 2023. Foto: Rambu Ery

    Ia juga mengimbau agar ekosistem pasar dapat lebih dikembangkan ke depan melalui koperasi pasar. “Di sini harus ada cold storage. Jadi kalau jualannya tidak habis bisa disimpan dan dapat dijual lagi. Itu koperasi pasar yang harus punya fasilitasnya. Pedagang juga bisa disuplai oleh koperasi. Ekosistem ini yang harus kita buat,” kata Teten.

    Teten juga menilai bahwa koperasi pasar juga dapat menjadi agen penjualan produk hasil desa. Dengan buah-buahan yang berlimpah di Kabupaten Sumba Barat, dia meyakini bahwa pengembangan produk buah-buahan akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik.

    “Di sini buah-buahan sangat bagus. Di Palu itu persis seperti ini. Sekarang sudah menjadi sentra durian dan ekspor ke Tiongkok dan Thailand. Diekspor bukan durian utuh tapi pasta frozen untuk disuplai ke industri minuman. Di sini saya pikir juga bisa, karena kalau diolah jadi barang setengah jadi bisa diperdagangkan di seluruh dunia,” ujarnya.

    “Saya ingin sekali nanti kalau datang ke sini lagi, tempat ini sudah menjadi tempat wisata makan durian terenak di Indonesia. Karena di sini subur dan curah hujan rendah, akan jadi tempat buah-buahan paling enak. Terlebih alam di sini juga indah, menyenangkan jadinya datang ke sini,” sambungnya.

    Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade mengatakan, kehadiran MenKop Teten telah menjadi berkah bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

    “Dengan pembangunan pasar ini beban kami menjadi ringan. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh rakyat saya menyampaikan terima kasih dan senantiasa mendoakan MenKopUKM semoga sukses dan mendapatkan berkat dari Tuhan,” ujar Yohanis.

    Revitalisasi pasar rakyat ini, menurut Yohanis telah membuktikan negara hadir di tengah masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi daerah melalui koperasi, UMKM, dan perdagangan.

    Kabupaten Sumba Barat merupakan daerah yang memiliki banyak koperasi, serta UMKM mencapai 9.396 yang menghasilkan produk kerajinan, kuliner, dan sebagainya.

    “Produk yang dihasilkan sebenarnya memiliki potensi berkembang tapi belum diwujudkan karena keterbatasan modal, sarana dan prasarana, kesulitan bahan baku, kualitas produk kalah saing, rendahnya pengetahuan mengembangkan diri, dan aspek pemasaran kurang. Kami berharap ada dukungan dan jalan keluar bagi koperasi dan UMKM di Sumba Barat yaitu diberikan pelatihan teknis untuk mengembangkan diri,” ucapnya.*/)SI

  • Dirindu Pimpin Periode Ketiga, Umbu Duang Ajak Warga Bersatu Lanjutkan Pembangunan Desa Bali Loku

    Dirindu Pimpin Periode Ketiga, Umbu Duang Ajak Warga Bersatu Lanjutkan Pembangunan Desa Bali Loku

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Umbu Duang Maga Maupadji, S. Sos, kembali terpilih untuk periode ketiga memimpin Desa Baliloku, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat pada pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Sumba Barat pada Rabu (25/10/2023). Umbu Duang terpilih dengan perolehan suara mencapai 656 suara mengalahkan rivalnya Hendrik Heingu Aru yang hanya meraih 320an suara.

    “Ini kali ketiga saya dipilih secara lansgung. Kami ada dua calon yang maju,  dan saya masih dicintai dan disayangi oleh Masyarakat sehingga saya dipercayakan untuk memimpin lagi, melanjtukan ke periode ketiga,” sebut Kades Umbu Duang kepada SelatanIndonesia.com, Jumat (27/10/2023).

    Menurut Umbu Duang, hasil Pilkades Baliloku itu bukan lagi menjadi kemenangannya secara pribadi tetapi menjadi keemenangan bagi seluruh masyarakat Desa Baliloku. “Ini kemenangan kita bersama seluruh elemen Masyarakat Desa Baliloku dan saya mengajak kita semua Bersatu dan merajut Kembali kekeluargaan dan persatuan untuk melanjutkan semua program yang sudah kita jalankan bersama,” sebutnya.

    Ia menjelaskan, Desa Baliloku mayoritas penduduknya sebagai petani. “Kami punya desa ini banyak sekali lahan pertanian padi sawah, dan perkebunan. Juga kami punya potensi perikanan dan kelautan namun belum maksimal diolah karena masih terbatas dengan peralatan tangkap. Yang ada itu hanya alat tangkap berkapasitas 7 Ton. Sedangkan kami mengaharpkan yang lebih besar sekitar 12 Ton,” ujarnya.

    Umbu Duang mengatakan, wilayah desanya juga punya potensi pariwisata yang prospektif karena segera dibangun hotel di Wailiang dan Lamaloku. “Sekarang mereka sudah mulai pembersiahan lokasi tinggal dilanjutkan Pembangunan. Pernah suatu waktu Pak Gubernur (mantan) Viktor Bungtilu Laiskodat meresmikan Pembangunan resort di sini namun dalam perjalanan terkendala Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina jadi masih terhambat. Selain itu ada juga di Lamaloku ada resort yang mau dibangun. Harapan kita agar segera dibangun,” katanya.

    Siap Penuhi Kebutuhan Pangan di Hotel

    Kades Umbu Duang sedang mempersiapkan warga dan lahan pertanian untuk menanam aneka tanaman pangan dan hortikultura yang dibutuhkan hotel-hotel diwilayahnya. “Kita mempersiapakan masyarakat untuk menyambut peluang pembangunan sektor pariwisata untuk memenuhi kebutuhan dasar di Resort dan Hotel yang sedang dikerjakan. Kita sudah olah lahan pertanian untuk mempersiapkan pengembangan hortikultura dan kebutuhan pangan lainnyamemenuhi perimntaan hotel-hotel,” katanya.

    Disebutnya, ia dan masyarajkat juga dalam satu gerakan untuk membuka kolam ikan untuk budidaya ikan air tawar. Bahkan ibu-ibu PKK di desanya yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Desa Baliloku, Angeliky Handayani Day, SH.,MH telah mengolah lahan seluas 100 Ha bersama Bumdes untuk ditanam aneka tanaman.***Laurens Leba Tukan

  • CSR Rp 300 juta Bank NTT Waikabubak untuk Lampu Jalan di Sumba Barat

    CSR Rp 300 juta Bank NTT Waikabubak untuk Lampu Jalan di Sumba Barat

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Bank NTT Cabang Waikabubak Kabupaten Sumba Barat menyerahkan dana sebesar Rp 300 juta untuk Pemda Kabupaten Sumba Barat, Kamis (5/10/2023). Acara penyerahan dana CSR tersebut berlangsung pada momentum final Pacuan Kuda di Lapangan Gelora Padaewata,  Kabupaten Sumba Barat. Turut hadir Bupati Sumba Timur, Christofel Praing dan para tokoh dan sesepuh Sumba Barat diantaranya T.L. Ora.

    Dana yang disumbangkan itu merupakan Program Corporate Social Responcibility (CSR). “Kita serahkan  dana tunai senilai Rp. 300.000.000,-, guna mendukung Pemkab Sumba Barat dalam hal penataan penerangan lampu jalan,” sebut yang Pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak, Ketut Edy Suryantha kepada SelatanIndonesia.com.

    Ketut Edy mengharapkan, dana tersebut dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi, sosial dan keamanan bag! masayarakat Kabupaten Sumba Barat. “Selain manfaat estetika Kota Waikabubak sebagai Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat,” katanya.

    Dijelaskan Ketut Edy, dalam pencapaian kinerja, Bank NTT sebagai bank milik Pemerintah dan masyarakat NTT khususnya Kabupaten Sumba Barat, tentunya Bank NTT juga memiliki tugas dan peran dalam mendukung Pemerintah dalam setiap upaya meningkatkan pelayanan kepada msayarakat. “Kami berharap bank NTT dalam memanfaatkan Dana CSR ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Pemkab Sumba Barat khususnya dalam hal penerangan lampu jalan yang dipastikan memberikan manfaat baik secara ekonomi dan sosial dan keamanan bag masyrakat Sumba Barat,” ujarnya.

    Bantuan CSR tersebut diserahkan Pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak Ketut Edy Suryantha mewakili Direksi Bank NTT dan diterima oleh Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH. Acara penyerahan dilakukan di momentum final Pacuan Kuda di Lapangan Gelora Padaewata,  Kabupaten Sumba Barat.

    Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk jajaran Bank NTT, khususnya Cabang Waikabubak. “Saya selaku pimpinan daerah menyampaikan terima kasih atas perhatian Bank NTT Cabang Waikabubak melalui bantuan CSR sebesar Rp 300 juta untuk pengadaan lampu hias dan lampu penerangan jalan umum. Terima kasih Bank NTT,” sebut Bupati Yohanis Dade.***Laurens Leba Tukan

  • Wisuda Purnabakti Pengayoman Kemenkumhan RI Akhiri Masa Tugas Dua Petugas Lapas Waikabubak

    Wisuda Purnabakti Pengayoman Kemenkumhan RI Akhiri Masa Tugas Dua Petugas Lapas Waikabubak

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Masuki Masa Pensiun, dua orang petugas Lapas Kelas IIB Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat mengikuti Wisuda Purnabakti Pengayoman Kemenkumhan RI.

    Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Waikabubak sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur dibawah pimpinan Marciana D. Djone ikuti secara daring acara Wisuda Purnabakti Pengayoman Kementerian Hukum dan Ham RI tahun 2023 pada Senin (07/08/2023).

    Kegiatan yang dilaksanakan secara terpusat di Graha Pengayoman merupakan bentuk penghargaan dan ungkapan rasa hormat yang tulus dari keluarga besar Kemenkumham RI kepada seluruh Purnabakti atas pengabdiannya sejak mengawali masa dinas sampai dengan purna tugas.

    Dua orang Purnabakti dan Perwakilan Purnabakti pada periode 1 April 2022 – 1 Agustus 2023 dari Lapas Waikabubak turut hadir langsung di Aula Terbuka Lapas Waikabubak untuk mengikuti kegiatan ini.

    Irjen. Pol. Dr. Reynhard Saut Poltak Silitonga, S.H., M.H., M.Si., Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham dalam sambutannya menyampaikan pesan untuk selalu menjaga nama baik dan kehormatan institusi kepada para Purnabakti.

    Kepala Lapas Waikabubak, Yohanis Varianto memimpin langsung jalannya kegiatan yang juga merupakan bagian dari semarak perayaan Hari Kemenkumham RI ke-78 ini.

    “Saya mewakili keluarga besar Lapas Waikabubak mengucapkan banyak terima kasih atas semua jasa serta pengabdiannya selama ini. Semoga selalu sehat dan selamat menikmati masa pensiun di rumah bersama keluarga dan tetap jalin tali silaturahmi bersama kami”, kata Varianto.

    Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan simpanan koperasi kepada Purnabakti dan pakaian dinas serta atribut terbaru sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 9 Tahun 2023
    tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 24 Tahun 2022 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM kepada pegawai oleh Kalapas.*/)Humas LP Waikabubak

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Difasilitasi Bank NTT, Wiman Sumba Barat Panen Jagung TJPS 5 Ton/Ha, Offtaker Beli Langsung di Kebun

    Difasilitasi Bank NTT, Wiman Sumba Barat Panen Jagung TJPS 5 Ton/Ha, Offtaker Beli Langsung di Kebun

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Bank NTT Cabang Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat terbukti membawa kesejahteraan bagi wira usaha mandiri (wiman/petani jagung) di Kabupaten Sumba Barat dalam program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan.

    Bank NTT hadir dengan memberikan fasilitas kredit Mikro Merdeka sebesar Rp 10 juta/wiman. “Pengembalian kredit tersebut dilakukan setelah masa panen, sehingga petani tidak dipusingkan dengan pola angsuran bulanan,” sebut Pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak, Ketut Edy Suryantha yang dihubungi SelatanIndonesia.com, Minggu (29/1/2023).

    Dijelaskan Ketut Edy, kredit Mikro Merdeka merupakan produk Bank NTT yang menjadikan para nasabah atau wira usaha mandiri/petani bisa merdeka dari rentenir, merdeka dari bunga karena bunga 0% dan merdeka dari agunan. “Para wiman/petani hanya sediakan KTP, KK, dan surat keterangan kepemilikan lahan dari Kepala Desa, setelah itu Bank NTT bisa melayani kredit,” ujarnya.

    Pada Sabtu (28/1/2023), Ketut Edy bersama Kadis Pertanian Sumba Barat, Jantje Lakumau, dan wira usaha mandiri/petani melakukan panen jagung pada program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) Pola Kemitraan untuk Masa Tanam 2 (MT 2) April-September 2022 di Desa Kareka Nduku Selatan, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat.

    Turut hadir Kabid TPH, para penyuluh pertanian Wilayah Kecamatan Tanarighu, serta Pendamping TJPS Provinsi NTT dan Offtaker dari PT. Bahtera Laju.

    “Pada panen TJPS MT2 ini, luas lahan yang dipanen sebanyak 17 Ha. Memang MT 2 hanya 17 Wiman karen masa tanam September curah hujannya hanya di beberapa desa saja. Dan yang aktif ikut program ini hanya 17 Wiman karena terkendala hujan yang sedikit,” sebut Ketut Edy.

    Sedangkan untuk MT 1 atau Masa Tanam Okmar (Oktober-Maret) akan lebih banyak jumlahnya yakni sebanyak 158 hektar. Lahan seluas itu sudah dimulai penanaman pada bulan Oktober atau November dan akan dipanen pada pertengahan Maret.

    “Pada panen kali ini rata-rata per hektare menghasilkan sekitar 5 ton. Seharusnya bisa 7-10 Ton/ha, namun karena terkena penyakit hawar daun mesikupun tidak banyak berefek,” katanya.

    Ketut Edy menyebut, lantaran Masa Tanam 2 ini belum banyak wilayah yang panen, maka harga jualnya masih relatif tinggi sehingga wira usaha mandiri/petani sangat diuntungkan. “Saat ini harga jualnya berkisar Rp 5.000/Kg. Dan kemungkinan besar harga jual bulan depan akan semakin menurun karen sudah banyak wilayah yang akan panen di bulan Maret,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dengan harga jual tersebut maka wiman akan mendapatkan banyak keuntungan karen bisa menutupi pinjaman di Bank NTT sebesar Rp 10 juta.

    Dikatakan Ketut Edy, PT. Bahtera Laju selaku offtaker untuk wilayah Sumba Barat langsung hadir dalam panen tersebut dan membeli semua hasil panen sesuai komitmen PKS dalam pola kerjasama kemitraan TJPS. “Tetapi tentunya para wiman/petani wajib melakukan penjemuran hasil panen agar kadar air dalam jagung sesuai dengan PKS yang ada,” sebutnya.

    Ketut Edy mengatakan, para wiman (petani) sangat berharap agar di tahun 2023 ini mereka diikutkan kembali dalam program TJPS Pola Kemitraan karena sudah terbukti untung. “Mereka tidak perlu khawatir bahwa hasil panennya tidak terjual seperti sebelum ada TJPS Pola Kemitraan ini. Dulunya para wiman/petani sering sulit menjual hasil panennya sehingga banyak petani jagung yang sudah mulai malas tanam jagung. Ini menjadi suatu dorongan untuk tahun ini kita targetkan diatas 100 wiman atau 100 hektar yang akan ikut dalam TJPS MT 2 pada September tahun 2023 ini,” katanya.

    Ia mengatakan, keberhasilan program TJPS Pola Kemitraan ini berkat kemitraan antara Dinas Pertanian, Bank NTT dan Offtaker serta pendampingan yang sangat intens dari para penyuluh pertanian kecamatan dan pendamping TJPS.***Laurens Leba Tukan

     

  • Bank NTT dan KADIN Dukung Penuh Pengembangan Padi Gogo Wetana Sumba Barat

    Bank NTT dan KADIN Dukung Penuh Pengembangan Padi Gogo Wetana Sumba Barat

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Dari lima desa di Kabupaten Sumba Barat yang menjadi peserta Festival Desa Binaan dan Festival PAD tahun 2022, Desa Wetana menjadi satu-satunya desa yang mulai menunjukan kemajuan ekonomi yang pesat.

    Keterlibatan berbagai elemen desa mulai dari pimpinan desanya dan pengelola Bumdes serta masyarakatnya, punya spirit untuk maju. “Saya melihat mereka punya semangat, sehingga desanya mulai berkembang. Kemudian, saya melihat kepala Bumdesnya semua masih muda dan juga mereka mau bekerja untuk desanya,” sebut Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto kepada SelatanIndonesia.com, Senin (28/11/2022). Bobby Lianti menjadi salah satu juri Festival Desa Binaan dan Festival PAD tahun 2022, di Desa Wetana, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat.

    Menurut Bobby Lianto, desa Wetana terkenal dengan padi gogo yang punya kekhasan pada wanginya. “Wangi khas pandan itu hanya bisa ditanam di desa Wetana-Gaura. Lebih dari itu kalua menanam di daerah lain maka sudah berbeda hasilnya. Sehingga ini sebenarnya adalah beras premium yang unggul,” ujarnya.

    Disebutkan, selama ini hasil padi gogo dari masyarakat Wetana, hanya dijual di kota Waikabubak oleh beberapa orang saja. “Padahal saya melihat ini potensi yang bisa kita jual lebih besar. Bisa menjadi paket ole-ole, bisa dikemas lebih eksklusif untuk satu beras khusus seperti ini,” katanya.

    Ketika berkunjung ke desa tersebut, Bobby Lianto menemukan sejumlah kendala yang dialami para petani. Misalnya, setelah dimol menjadi beras bau pandannya hanya bertahan beberapa bulan. “Untuk itu kita akan mengunakan packaging vacuum kemudian kita lapis dengan packaging yang berkelas dan kita akan jual dalam kemasan premium sebagai ole-ole. Kalau bisa, saat orang datang ke NTT, datang ke Sumba orang membawa pulangnya adalah beras padi gogo. Ini  yang sedang kami aturkan dengan KADIN Sumba Barat supaya ini bisa dijangkau sehingga beras padi gogo Wetana ini semakin tekenal bahkan menjadi suatu ciri khas ole-ole yang dibawa dari Sumba,” jelas Bobby Lianto.

    Ia menambahkan, ketika melakukan kunjungan di Desa Wetana, ia bersama masyarakat melakukan penanaman padi gogo. Bahkan, seluruh masyarakat dilibatkan dan semuanya punya lahan masing-masing. “Ada juga lahan yang bersama-sama sehingga bisa menanam walaupun lokasinya di lereng yang cukup dalam, tetapi karena kebersamaan itu semua masyarakat dilibatkan,  dan juga lahannya masih sangat banyak,” katanya.

    Dijelaskan Bobby Lianto, lahan di wilayah Wetana masih sangat luas untuk dikembangkan tetapi pasarnya juga harus diperhitungkan. “Kalu pasarnya semakin besar kita bisa dapatkan hasil yang lebih baik dan juga kita bisa pasarkan ke seluruh Indonseia bahkan ke luar Negeri,” sebutnya.

    Terima Kasih ke Bank NTT

    “Kita berterima kasih karena Bank NTT sejak beberpa tahun lalu sudah membantu dengan packaging yang lebih baik. Dan juga Bank NTT membantu desa ini yang letaknya cukup jauh dari Kota Waikabubak membutuhkan waktu hampir 2 jam perjalanan. Bank NTT membantu dengan Digitalisasi sehingga mereka sudah terbantu dengan pengiriman uang secara digital. Juga kemudian pembelian voucher dan lain-lain. Itu sudah sangat membantu masyarakat desa Wetana,” sebut Bobby Lianto.

    Dalam penjurian tersebut pihaknya memberikan beberapa masukan, salah satunya adalah bagaimana lebih konsen kepada padi gogo. “Maka dengan adanya Koperasi atau Bumdes, mereka bisa mengelolah sendiri, mereka punya toko untuk bahan-bahan pokok. Selain itu mereka juga menyiapkan saprodi khusus untuk padi gogo tersebut sehingga mereka memerlukan sarana pendukung untuk saprodi. Sehingga mereka tinggal datang ke Bumdes atau Koperasi tersebut, sehingga tidak memberatkan mereka,” jelasnya.

    Hal  lain yang menjadi kendala kata dia adalah hama belalang. “Tahun ini hama belalang cukup banyak dan kalau hama belalang masuk ke pertanian ini maka semua tanaman bisa terganggu. Kemudian jarak yang cukup jauh dari kota sehingga semua biaya menjadi tinggi tetapi dengan solusi Bumdes mempermudah mereka sehingga barang-barang dari kota, bisa dijual di koperasi tersebut. Sehingga selain masyarakat mendapatkan untung lewat Koperasi, tetapi Koperasi juga menyediakan semua kebutuhan masyarakat desa,” sebut Bobby.***Laurens Leba Tukan