G-RDVF5GTVXM

Tag: Kabupaten Sumba Barat

  • Gubernur NTT di Malam Waikabubak: Menenun Sinergi PAD dari Ruang Samsat

    Gubernur NTT di Malam Waikabubak: Menenun Sinergi PAD dari Ruang Samsat

    Melki Laka Lena Mengajak Personil Samsat Sumba Barat Perkuat Sinergi Tingkatkan Pendapatan Daerah

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Di bawah langit malam Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat yang tenang, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumba Barat dengan sebuah dialog kecil namun penting. Bertempat di Kantor Samsat Sumba Barat, ia duduk bersama jajaran UPTD Pendapatan Daerah, Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, serta para mitra strategis yang sehari-hari bersentuhan dengan urusan pendapatan asli daerah.

    Kepala UPTD Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat, Christo Jogo Ja, memaparkan berbagai upaya yang kini sedang ditempuh untuk mengoptimalkan PAD. Mulai dari intensifikasi penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pelayanan Samsat Pas, hingga penindakan tilang bersama Bapenda dan aparat desa. Teknologi sederhana pun dimanfaatkan: pesan singkat lewat WhatsApp Broadcast mengingatkan wajib pajak agar tak lupa jatuh tempo. Showroom kendaraan diminta segera melakukan mutasi, sementara rencana pembukaan loket di Mall Pelayanan Publik dan kerja sama dengan manajemen hotel tengah disiapkan.

    “Semua langkah ini untuk mendekatkan layanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih patuh membayar pajak,” ujar Christo.

    Gubernur Melki menyambut baik capaian yang telah diraih. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal angka, melainkan sinergi. “Saya harapkan koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa semakin ditingkatkan. Kita perlu menyatukan energi, termasuk dalam pengelolaan hutan dan aset pemerintah, untuk mendukung peningkatan PAD,” katanya.

    Kepala BPAD NTT, Alexon Lumba, menambahkan dialog semacam ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh jajaran. “Motivasi bersama untuk mencapai target yang sudah ditetapkan akan sangat menentukan daya dorong PAD,” ujarnya.

    Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga menegaskan bahwa kerja sama pemda dengan provinsi akan terus diperkuat. “Realisasi target sudah berjalan baik, tapi kita akan tingkatkan lagi, khususnya pemanfaatan aset-aset pemerintah daerah,” ujarnya.

    Hadir pula pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, unsur Tim Pembina Samsat dari Jasa Raharja dan Polres Sumba Barat, pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak, serta Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah IV Sumba Raya.

    Di ujung pertemuan, suasana malam Waikabubak kembali lengang. Namun percakapan di ruang Samsat itu menyisakan gema: tentang pentingnya sinergi, tentang pajak yang tak sekadar angka, melainkan urat nadi pembangunan. Seperti bara kecil yang dijaga, dialog itu menjadi pengingat bahwa kekuatan daerah berawal dari kepatuhan warganya, dari kesungguhan aparatnya, dan dari sinergi yang dirajut pelan-pelan di setiap meja pertemuan.*/ Fara Therik/Laurens Leba Tukan

  • Dari Mandarin ke Waikabubak: Ketika Sumba Barat Disapa Negeri Tirai Bambu

    Dari Mandarin ke Waikabubak: Ketika Sumba Barat Disapa Negeri Tirai Bambu

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM — Angin kerja sama internasional mulai bertiup dari ruang kerja Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga. Pada Jumat pagi (18/7/2025), tamu dari Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar datang berkunjung. Tak sekadar silaturahmi, kunjungan ini membuka ruang dialog dan eksplorasi peluang kerja sama strategis di bidang ekonomi, budaya, hingga pariwisata antara Tiongkok dan Sumba Barat, sebuah kabupaten yang tengah bergeliat memperkuat identitas dan potensi lokalnya.

    Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Wakil Bupati Thimo Ragga menyampaikan apresiasinya atas perhatian diplomatik dari negeri Tirai Bambu itu. Baginya, kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan peluang konkret memperluas cakrawala pembangunan daerah.

    “Kami berharap kerja sama ini bisa membantu memenuhi kebutuhan daerah, khususnya di sektor ekonomi, sosial-budaya, dan pariwisata yang tetap menghargai kearifan lokal,” ujar Thimo dengan mantap.

    Pihak Konsulat Tiongkok pun tak datang dengan tangan kosong. Mereka menyampaikan komitmen untuk memperdalam hubungan dengan masyarakat Sumba Barat, antara lain melalui promosi kebudayaan, pengembangan pariwisata, dan peluang ekonomi. Salah satu usulan konkret adalah pembukaan jalur penerbangan langsung dari Labuan Bajo ke Sumba, tanpa transit di Bali, ide yang disambut antusias oleh jajaran Pemkab.

    Tak hanya itu, perwakilan Konsulat juga menyarankan pembelajaran bahasa Mandarin bagi generasi muda Sumba sebagai jembatan menuju peluang global. Wabup Thimo Ragga menyambut baik gagasan itu, namun menekankan pentingnya kualitas pengajar.

    “Pengajarnya harus benar-benar fasih berbahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia. Kalau bisa, dari Tiongkok langsung,” tegasnya.

    Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat, Semuel Dato Mesa, turut hadir dan menambahkan bahwa kemitraan ini diharapkan melahirkan model pariwisata yang ramah terhadap manusia, budaya, dan lingkungan.

    Pertemuan itu juga dihadiri pejabat lintas sektor, termasuk Kepala Bapelitbangda, Plt. Kadis PUPR, Kabag Tata Pemerintahan, serta Kadis Pendidikan. Sebuah sinyal bahwa Pemkab tak sekadar menerima tamu, tapi siap membangun pondasi kerja sama yang terintegrasi lintas bidang.

    Di ujung pertemuan, disepakati untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai bukti keseriusan dua pihak. Sebuah langkah awal diplomasi akar rumput yang tak sekadar berorientasi ekonomi, tapi juga menjunjung nilai-nilai budaya dan identitas lokal.

    Dengan langkah ini, Sumba Barat tampaknya tengah membuka jendela ke dunia. Bukan untuk menjadi tiruan siapa pun, tapi untuk menguatkan dirinya sendiri dengan mitra global yang bisa memahami dan menghormati kekayaan lokalnya.*/ProkopimSB/Laurens Leba Tukan

  • Transmigrasi Rasa Pariwisata, Jejak Menteri Sulaiman di Jantung Sumba Barat

    Transmigrasi Rasa Pariwisata, Jejak Menteri Sulaiman di Jantung Sumba Barat

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah angin kering dan sabana luas Sumba Barat, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara tiba dengan rombongan terbatas. Sabtu (19/7/2025), bukan kunjungan seremonial biasa. Di balik penyambutan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tersimpan misi yang lebih strategis: membalik wajah transmigrasi dari sekadar pemukiman, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

    “Transmigrasi bukan lagi soal menempatkan orang di lahan kosong. Ini tentang membangun kawasan, dan mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujar Menteri Sulaiman dalam rapat terbatas bersama pejabat daerah dan tiga direktur jenderal di bawah kementeriannya. Ia menyebut kawasan Lamboya yang mencakup Kecamatan Waokaka, Lamboya, dan Lamboya Barat sebagai contoh miniatur transformasi.

    Tak tanggung-tanggung, tahun ini Kementerian Transmigrasi menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk mengaspal jalan dua kilometer di kawasan Waimaringi. Tiga sekolah sekitar kawasan juga mendapat fasilitas air bersih dan toilet. “Ini bukan hanya infrastruktur fisik, tapi penopang mobilitas ekonomi masyarakat,” tambah Dirjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Sigit Mustofa Nuruddin.

    Lebih menarik, pendekatan baru yang dibawa Menteri Sulaiman mencampurkan cita rasa transmigrasi dengan aroma pariwisata. Ia menggandeng Dinas Nakertrans dan Dinas Pariwisata Sumba Barat untuk mengembangkan homestay berbasis masyarakat dan agrowisata lokal. “Kita punya lanskap dan kearifan lokal. Kenapa tidak kita konversi jadi nilai ekonomi?” katanya.

    Pemerintah juga sedang menyiapkan program sertifikasi 575 bidang tanah di dua lokasi transmigrasi, Elopare dan Hobajangi. Program ini bukan hanya soal legalitas lahan, tetapi juga membuka akses warga terhadap pembiayaan usaha mikro dan jaminan kepemilikan.

    Dari sisi pendidikan dan pemberdayaan, Menteri memperkenalkan program Transmigrasi Patriot, terdiri dari Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot. Dalam waktu dekat, dua tim ekspedisi yang terdiri dari 14 orang akan diterjunkan ke empat lokasi transmigrasi di Sumba Barat untuk merancang percepatan pembangunan sosial dan ekonomi.

    Wakil Bupati Thimotius tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mengajukan permintaan agar 125 rumah di Elopare yang kini dalam kondisi rusak direhabilitasi, serta meminta pembangunan 79 unit baru untuk melengkapi daya tampung Waimaringi. Thimotius juga menyodorkan dua lokasi baru untuk pengembangan transmigrasi: Kabukarudi dan Tanarighu.

    “APBD kami sudah mendukung pembangunan 55 unit rumah sejak 2024. Tapi untuk dampak lebih besar, kami butuh sinergi pusat dan daerah,” kata Thimotius di hadapan Menteri dan jajaran.

    Menteri Sulaiman menyambut hangat permintaan tersebut. “Kalau transmigrasi kita garap bareng-bareng, ini bukan lagi proyek sosial, tapi menjadi lompatan ekonomi kawasan,” ujarnya, seraya melirik potensi pariwisata budaya dan alam Sumba sebagai kunci integrasi pembangunan transmigrasi ke depan.

    Dari bukit dan lembah Lamboya, angin berhembus membawa pesan baru: bahwa transmigrasi kini bukan lagi tentang pindah tempat tinggal, tetapi tentang membangun masa depan yang terhubung dengan tanah, budaya, dan pasar wisata.*/ProkopimSB/Laurens Leba Tukan

  • Langkah Dua Wakil, Harapan Satu Komando

    Langkah Dua Wakil, Harapan Satu Komando

    Wakil Bupati Sumba Barat dan Sumba Tengah merayakan Hari Bhayangkara ke-79 bersama. Di balik jalan sehat, tersimpan pesan sinergi dan harapan atas kehadiran Polres mandiri di Sumba Tengah.

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM — Derap langkah kaki menyusuri ruas jalan di jantung kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu pagi (21/6/2025). Di tengah barisan, tiga sosok pejabat daerah berjalan berdampingan, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga dan Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka, serta Kapolres Sumba Barat AKBP Hendra Dorizen. Mereka tampak akrab, melambaikan tangan kepada warga yang antusias mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

    Bagi Thimotius, kehadiran itu bukan hanya bagian dari seremonial. “Ini perayaan kebersamaan dan momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan institusi keamanan,” ujarnya di hadapan peserta. Ia menekankan bahwa peringatan Bhayangkara adalah saat tepat untuk mengingat peran strategis POLRI sebagai penjaga ketertiban dan mitra pembangunan di daerah.

    Namun ada makna lain di balik kehadiran Martinus Umbu Djoka dari kabupaten tetangga. Sumba Tengah. Kabupaten hasil pemekaran dari Sumba Barat pada 2007, hingga kini belum memiliki Kepolisian Resor (Polres) sendiri. Segala urusan keamanan dan penegakan hukum masih berada di bawah naungan Polres Sumba Barat.

    “Karena itulah, kami hadir dan tetap bersinergi dengan jajaran Polres Sumba Barat,” ujar Wabup Umbu Djoka. Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja-kerja POLRI yang tak mengenal batas administratif. Tapi di sisi lain, ia juga menyuarakan harapan warganya. “Kami tentu mendambakan berdirinya Polres Sumba Tengah. Ini bukan soal ego daerah, tapi kebutuhan riil pelayanan hukum dan keamanan yang lebih dekat dan efektif.”

    Kapolres Sumba Barat menyambut hangat sinergi dua kepala daerah ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen POLRI untuk hadir secara proporsional dan merata. “Kehadiran Wakil Bupati Sumba Tengah menjadi pengingat bagi kami bahwa tugas kami belum selesai. Kami akan terus mendorong peningkatan fasilitas dan pemekaran struktur di wilayah ini,” katanya.

    Acara jalan sehat ini juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan gratis oleh Sidokkes Polres Sumba Barat, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Ratusan warga mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara cuma-cuma. Kehadiran pejabat dari dua kabupaten memberikan warna tersendiri pada perayaan kali ini.

    Di tengah semangat Bhayangkara ke-79 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, suara rakyat dari wilayah tanpa Polres sendiri terasa makin nyaring. Di sisi lain, sinergi lintas wilayah seperti yang ditunjukkan dua wakil bupati ini menjadi simbol harapan, bahwa keamanan dan pelayanan tak boleh terikat pada batas administratif.

    Hari Bhayangkara kali ini tak hanya merayakan usia, tapi juga membuka jalan baru bagi terwujudnya keadilan struktural di wilayah kepulauan seperti Sumba.*/ProkopimSB/Laurens Leba Tukan

  • Dari Customer Gathering Bank NTT Waikabubak, Sinergi Bapenda Sumba Barat Sempurnakan Sembilan Pajak Daerah

    Dari Customer Gathering Bank NTT Waikabubak, Sinergi Bapenda Sumba Barat Sempurnakan Sembilan Pajak Daerah

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Bank NTT Cabang Waikabubak menjalin sinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumba Barat untuk penyempurnaan sembilan pajak daerah. Saat ini, baru dua pajak daerah yang dilaksanakan  yaitu PBB dan BPHTB.

    Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade saat acara Customer Gathering Bank NTT Cabang Waikabubak di Ballroom Watuloku, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (12/6/2024) mengharapkan Bank NTT lebih meningkatkan kontribusi bagi masyarakat. “Kedepannya lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan gathering serta edukasi produk lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat memberikan ikatan emosional dan hubungan kemitraan yang lebih erat antara Bank NTT dan mitra kerja termasuk dengan Pemda Sumba Barat dan masyarakat,” sebut Bupati Yohanis Dade.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumba Barat, Woldeman H. Wello sat itu mengatakan, kedepannya, akan terakusisi sembilan pajak daerah yang akan menunjang PAD kabupaten Sumba Barat.

    Selain itu, dalam waktu dekat akan diimplementasikan juga berbagai retribusi demi peningkatan PAD. “Retribusi sampah, retribusi parkir, retribusi pasar, retribusi penjagal hewan dan retribusi galian C yang selama ini mati suri akan kita maksimalkan bersama Bank NTT. Berdasarkan perhitungan, akan memberikan pendapatan dan peningkatan yang signifikan terhadap PAD kabupaten Sumba Barat,” sebut Kadis Woldeman Wello.

    Dalam customer gathering yang dilakukan juga terdapat sesi sharing session. Bank NTT Cabang Waikabubak memberikan kesempatan kepada seluruh nasabah yang hadir untuk memberikan masukan, saran dan kritikan yang membangun demi peningkatan kualitas layanan dan produk Bank NTT kedepannya.

    Mewakili jajaran direksi dan manajemen Bank NTT, Pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak, Marthin Sooai memberikan apresiasi dan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Sumba Barat. “Selamat atas pencapaian predikat WTP yang diperoleh secara hatrick, tiga kali berturut-turut dan mengharapkan agar kemitraan yang telah terjalin boleh berlangsung dan ditingkatkan lagi dimasa yang akan dating antara Pemda Sumba Barat dengan Bank NTT Cabang Waikabubak,” sebut Tomy Sooai sapaan akrab Marthin Sooai.

    Mantan Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu itu mengharapkan peran seluruh masyarakat kabupaten Sumba Barat khususnya di sektor swasta dan sektor ritel perdagangan dan konstruksi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Sumba Barat dengan menggunakan produk dan layanan jasa perbankan dari Bank NTT.

    Acara Customer Gatering itu, Bank NTT Cabang Waikabubak juga memberikan apresiasi berupa reward kepada nasabah-nasabah setia, nasabah yang memiliki loyalitas dan nasabah yang memiliki peran yang signifikan terhadap tumbuh kembangnya Bank NTT Cabang Waikabubak.

    Sejumlah kategori nasabah yang diberikan reward diantaranya nasabah loyalitas, nasabah dengan depo tertinggi, nasabah tidak menunggak kredit dan nasabah yang paling kooperatif. “Juga untuk kategori istimewa yaitu diberikan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumba Barat sebagai OPD dengan transaksi CMS tertinggi. Filosofi pemberian transaksi tertinggi CMS ini memberikan stimulus dan triger kepada OPD lainnya untuk mempercepat implementasi digitalisasi transaksi keuangan di kabupaten Sumba Barat,” ujar Tomy Sooai.***Laurens Leba Tukan

  • Sentuhan Kasih Bank NTT untuk Warga Terdampak Musibah Kebakaran di Sumba Barat

    Sentuhan Kasih Bank NTT untuk Warga Terdampak Musibah Kebakaran di Sumba Barat

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi NTT Cabang Waikabubak menunjukan rasa empati terhadap warga Kampung Paletilolu, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba BaOSU Jerseys Florida state seminars jerseys asu football jersey custom football jerseys asu football jersey custom football jerseys ohio state jersey Iowa State Football Uniforms florida state football jersey College Football Jerseys florida state football jersey 49ers jersey Iowa State Football Uniforms 49ers jersey 49ers jersey rat, yang terkena musibah kebakaran rumah tinggal pada Jumat 16 Februari 2024 lalu.

    Sebagai bentuk peduli, Pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak, Marthin Sooai, bersama para karyawan bank turut menyerahkan bantuan sembako untuk warga terdampak, Selasa 27 Februari 2024.

    Bantuan sembako atau sembilan bahan pokok itu diterima langsung oleh ketua posko Jhon Bora Lado, yang mewakili masarakat setempat.

    Marthin Sooai mengatakan, bantuan yang diserahkan merupakan inisiatif karyawan Bank NTT, serta ekspresi dari rasa cinta Bank NTT terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan. “Jadi bantuan ini sebagai bentuk rasa cinta dan kasih dari Bank NTT untuk warga Kampung Paletilolu yang terdampak kebakaran rumah tinggal,” ujar Marthin Sooai.

    Menurut dia, aksi ini tidak hanya menunjukkan kepedulian Bank NTT, tetapi juga memberikan dorongan moral kepada para korban dalam menghadapi masa pemulihan. “Semoga bantuan yang diserahkan ini dapat meringankan beban dan membantu proses pemulihan warga di Kampung Paletilolu,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ada kerugian material yang cukup besar, karena korban kehilangan rumah dan barang berharga yang ludes dilalap si jago merah.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, menyebut ada 12 Kartu Keluarga (KK) dengan 62 jiwa yang terdampak dalam musibah ini.*/Laurens Leba Tukan