G-RDVF5GTVXM

Tag: Golkar NTT

  • Milenial dan Perempuan Menjadi Penentu Golkar ke Depan

    Milenial dan Perempuan Menjadi Penentu Golkar ke Depan

    “Sejarah dunia adalah sejarah orang muda. Jika angkatan muda mati rasa, maka matilah semua bangsa.” Demikian Pramoedya Ananta Toer, dalam bukunya Anak Semua Bangsa). Penggalan kallimat Pram itu, merupakan ajakan bagi orang muda untuk menyadari betapa penting keberadaannya dalam membawa nasib bangsa ini ke depan.

    Seperti diucapkan Pram, Ben Anderson, seorang Indonesianis, dalam bukunya Java in a Time of Revolution: Occupation & Resistance, juga menerangkan bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pergerakan pemuda. Pemuda hari ini adalah pencetak sejarah di masa depan.

    Penggalan kalimat dari dua penulis kawakan di atas telah menunjukkan, Pemuda dari masa ke masa telah diakui sebagai symbol kekuatan sekaligus perubahan. Karena itu, Partai Politik tak terkecuali Golkar, harus menjadikan pemuda sebagai bagian penting dalam menggerakkan kekuatan politik partai.

    Memasuki usia ke-56 Tahun pada 20 Oktober 2020 mendatang, ucapan Pram dan Anderson tersebut mesti dipertimbangkan serius oleh Golkar. Golkar mesti menjadikan kaum muda dan perempuan sebagai tonggak perjuangan politiknya.

    Dari segi usia, keberadaan Partai Golkar dalam panggung pentas politik, baik nasional maupun lokal memang diakui sudah teruji dan terbukti. Golkar telah berhasil menorehkan cerita dan warna tersendiri dalam perpolitikan di negeri ini. Sepanjang sejarah orde baru, Golkar berhasil menunjukan kekuatannya dari Pusat hingga daerah.

    Kejayaannya di masa lalu, tak berarti tanpa kekurangan, banyak cerita kelam bangsa ini yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah partai bersymbol kuning itu. Dimana, kerap dikaitkan dengan kekuasaan otoritarian Soeharto. Namun hal itu tak mempengaruhi simpaty rakyat paskah runtuhnya kekuasaan Soeharto. Buktinya hingga kini, Golkar terus eksis dan tetap menjadi bagian dari salah satu Partai besar di Indonesia.

    Di era sekarang, sebagai partai besar dan telah memberikan banyak sumbangsih dalam pembangunan bangsa ini, Golkar harus terus melaksanakan kerja-kerja pemberdayaan dan kemanusiaan guna mengumpulkan kembali kekuatan-kekuatan Golkar masa lalu, terutama pemberdayaan di level masyarakat milenial dan perempuan.

    Bila merujuk sejarah pembentukan Golkar, Ia ditopang oleh banyak organisasi non afiliasi politik.

    Dalam buku Munas IV Golkar (1988) dan Golkar Dalam Sorotan: Organisasi Kader, Bukan Sekedar Mesin Pengumpul Suara (1994), Golkar didirikan sejak ditandai dengan penandatanganan Piagam Pernyataan pada tanggal 19 Oktober tahun 1964. Dalam buku itu, dituliskan ”Karyawan oleh Panitia Sembilan dengan semua pendukung lainnya, yang terdiri dari 35 organisasi golongan karya non afiliasi (politik)” dengan nama Sekber Golkar.

    Seturut kisah sejarah ini, maka jelas bahwa Golkar didukung oleh banyak organisasi non afiliasi politik. Format yang sama, mesti kembali digarap Golkar dengan menggaet sebanyak mungkin kawula muda milenial dan perempuan, sebagai kekuatan baru dalam politik melalui kerja pemberdayaan.

    Memang pada zamannya, sekber Golkar ini lahir dan kuat untuk melawan rongrongan PKI beserta ormasnya dalam kehidupan politik baik di dalam maupun di luar Front Nasional yang terus memperlihatkan kekuatan yang terus meningkat karena dukungan kaum muda di zaman itu.

    Ini juga membuat Golkar mampu mengantisipasi gerakan PKI yang mulai merambah hingga ke berbagai pelosok saat itu, dengan bergerak cepat menggalang kekuatan-kekuatan rakyat dan organisasi-organisasi sebagaimana disebutkan.

    Hasilnya, Sekber yang baru diresmikan itu kemudian berhasil memenangkan empat kali pemilihan umum selama Orde Baru. Namun demikian, sebagaimana semua organisasi di dunia, dalam perkembangannya, sejarah Golkar mengisahkan cerita dalam tantangan yang semakin kompleks di era perpolitikan bangsa ini. Tantangan ini dikultuskan dalam internal juga eksternal partai.

    Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004, dalam epilognya Menjaga Eksistensi dan Survivalitas Partai Golkar pada buku Jejak Karya Golkar NTT menjelaskan, adanya tantangan internal partai Golkar. Itu adalah bagaimana para pengurus dan kader Partai Golkar mampu untuk senantiasa berpartai dengan baik, kompak atau solid, dan saling bersinergi membesarkan partai. Sedangkan untuk tantangan eksternal, dinamika pembangunan di lingkup nasional dan daerah dihadapkan pada faktor Sumber Daya Manusia dan tantangan revolusi industry di era 4.0 yang kian pesat.

    Selain itu, tantangan bidang ekonomi dalam perkembangan politik global, juga tantangan bangsa yang kian majemuk dan plural cenderung mengarah pada disintegrasi bangsa yang ditandai dengan maraknya fenomena politisasi identitas. Selain itu di bidang ekonomi dan politik (demokrasi) catatan terhadap tindakan korupsi adalah PR terdendiri bagi patai Golkar.

    Hal ini juga menjadi catatan merah bagi kader partai politik yang masih kian gencar terjerat kasus korupsi. Kesemuaannya ini dirangkum menjadi upaya pembelajaran melalui mekanisme organisasi partai yang elegan, dan demokratis untuk terus meningkatkan kualitas penguatan kelembagaan partai Golkar.

    Partai Golkar sebagai partai dominan sepanjang sejarah politiknya, tentu ditopang oleh ketokohan para kader senior yang militan dalam peran dan fungsi sejarah tumbuh kembang Golkar dan telah membawa Golkar pada kondisinya hari ini. Tetapi yang juga penting untuk disiapkan oleh Partai Golkar adalah bagaimana menyiapkan sumber daya potensial politik di Partai Golkar kini dan akan datang.

    Perkuat Keterlibatan Milenial dan Perempuan

    Merujuk hal ini, maka, generasi muda (milenial) dan kaum perempuan dapat menjadi potensi atau kekuatan baru dalam menjaga nafas keabadian Partai Golkar. Milenial dan Perempuan harus diberdayakan sebagai kekuatan baru dalam menggerakan politik partai Golkar.

    Merujuk sejarah kejayaan Golkar, perempuan mempunyai peran yang cukup signifikant dalam menjaga eksistensinya sebagai partai politik nasionalis.

    Seperti yang terungkap dalam buku Seperempat Abad Golongan Karya, menunjukkan kehadiran perempuan di Partai Golkar telah membawa nilai-nilai baru tentang fungsi kekaryaan, seperti kutipan berikut: “Benih-benih kelahiran Golongan Karya ini mulai bersemi sejak zamannya Ibu Kartini dan Dewi Sartika. Kartini dan Dewi Sartika merupakan karyawan-karyawan wanita yang membawa nilai-nilai baru tentang fungsi (kekaryaannya) sebagai wanita,”

    Dalam buku Seperempat Abad Golongan Karya juga menjelaskan bagaimana organisasi pemuda misalnya Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon dan lainnya diakui sebagai bagian dari Golkar, sebagai Kekaryaan Kepemudaan. Maka dalam bahasa yang lebih abstrak, disebut bahwasannya Golongan Karya adalah “Soko Guru Perjuangan Nasional”, sebab semua golongan yang berjuang adalah golongan karya.

    Merujuk pada semua fakta sejarah ini, peran angkatan muda (generasi milenial) dan kaum perempuan harus menjadi perhatian serius bagi Partai Golkar ke depan. Dua elemen ini teramat penting guna meningkatkan kapasitas posisi kaum milenial dalam konteks politik dan peran perempuan secara sosial dan politik.

    Harus diakui, orang muda dan perempuan adalah wajah pembaharuan politik kini, sebab dalam perkembangannya kejenuhan kaum muda dalam memandang politik adalah melihat politik sebagai ladang kekuasan elite politik dan kaum tua yang enggan melepaskan tongkat kepemimpinan kepada orang muda.

    Golkar sebagai partai tua, jangan hanya menyasar yang tua. Untuk merawat Golkar ke depan, harus mendorong kaum muda dan terus memperjuangkan persamaan perempuan dalam berpolitik.

    Satu dekade perkembangannya kini, Golkar NTT telah memberi warna baru dalam derap sejarah Partai Beringin itu. Itu ditandai dengan wajah baru kepemimpinan yang didominasi kaum muda dan perempuan, termasuk menjadi tokoh penting di lembaga legislatif. Emanuel Melkiades atau akrab disapa, Melki Laka Lena misalnya, terpilih menjadi ketua DPD I Golkar NTT pada usianya masih 40 tahun.

    Sejak dipercayakan sebagai Ketua DPD I NTT, Melki pun terus mendorong keterlibatan kaum muda untuk berpolitik dan bergabung dengan Golkar. “Sebuah upaya serius harus didorong guna melepaskan image atas Golkar sebagai partai orang tua yang hanya didomonasi kaum lelaki. Golkar ke depan harus lebih dominan sebagai partai anak muda, generasi milenial, namun tetap rapat dan akrab dengan para senior dan juga sesepuhnya.” Demikian penegasan Melki Laka Lena dalam suatu kesempatan.

    Apa yang dikatakan Melki itu, seperti sabda yang telah menjadi daging. Kini, sebagian besar Ketua DPD Golkar NTT didominasi golongan muda. Bahkan dalam kepengurusannya, Melki mengangkat seorang perempuan muda, Mira Natalia Pellu yang sejak itu masih berusia 22 tahun menjadi Wakil Sekretaris DPD Golkar NTT.

    Keberadaan Inche Sayuna sebagai Sekretaris DPD I Gokar NTT yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, juga menjadi bukti bahwa kekuatan muda ditambah kekuatan gender menjadi salah satu kunci dalam membangun kekuatan politik partai.

    Jejak sejarah Golkar NTT memang menunjukkan, banyak tokoh perempuan yang mengisi ruang-ruang strategis partai. Sebut saja, Maria Agustina Noach juga sangat mengharapkan sudah saatnya Golkar memperjuangkan nasib perempuan.

    Perempuan, baginya memperindah politik. Disarankannya agar Golkar NTT untuk membangun sebuah lembaga khusus untuk menaungi dan memotivasi perempuan dalam pelatihan-pelatihan politik. “Saatnya Golkar perjuangkan nasib kaum perempuan.” Katanya seperti tertuang dalam Jejak Karya Golkar NTT.

    Selain dia, ada alm. Ibu Maria Boli Tobi Tokan, sosok perempuan Golkar yang inspiratif. Dia adalah Ibu rumah tangga yang dipercayakan jadi anggota DPRD Nusa Tenggara Timur. Kisah politiknya heroic. Di ruang sidang, ia berani berdebat dan berjuang membela kepentingan rakyat. Gubernur Herman Musakabe menyebutnya sebagai salah satu perempuan strategis Golkar. Pesannya tegas, partai golkar harus tetap ada, karena Golkar adalah pengayom dan jangan sampai ada oknum yang merusaknya.” …. “Saya mengajak masyarakat untuk memahami Golkar bahwa Golongan Karya iu artinya bekerja, seperti manusia pertama yang diciptakan Tuhan yaitu Adam bahwa dia ke dunia untuk bekerja menghidupkan dunia ini, dan Golongan Karya bekerja untuk masyarakat.” Demikian yang pernah diungkapkan Maria Tokan dalam Buku Jejak Karya Golkar NTT.

    Keterlibatan kaum perempuan di Golkar NTT juga terlihat jelas dalam lembaga legislatif, yang mana di Kabupaten Ende, Margareth H. Siga Sare dipercayakan sebagai anggota DPRD di Kabupaten Ende sekaligus menjabat Wakil Sekretaris di DPD  Golkar Ende. Ada juga Simprosa R. Gandut atau dikenal Osi Gandut, pernah menjadi Ketua DPD Golkar Manggarai sekaligus Ketua DPRD Manggarai.

    Di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena sebagai Ketua DPD Golkar NTT, partai Golkar kerap menjadi rumah bagi orang muda dalam menyelenggarakan berbagai event. Misalnya Golkar Sport Center yang bertempat di belakang kantor DPD I Golkar NTT, biasanya menjadi tempat berkumpul orang muda untuk menyelenggarakan event futsal, lomba Tiktok Corona Challenges dan nge game PUBG. Kesemuaanya ini menjadi salah satu ceruk baru dalam memberi warna Golkar bagi kaum muda (milenial).

    Pada akhirnya, kekuatan kaum muda (milenial) dan perempuan jelas membangun golkar yang lebih baik. Selamat ulang tahun, Golkar. Terus tumbuh dan menjadi kuat dalam badai kuasa!**

  • Jelang HUT ke 56, Golkar NTT Gelar Pelatihan Menjahit dan Pertanian Hidroponik

    Jelang HUT ke 56, Golkar NTT Gelar Pelatihan Menjahit dan Pertanian Hidroponik

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aneka kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 56 Partai Golkar yang jatuh pada tanggal 20 Oktober 2020.

    Dua kegiatan pelatihan yang melibatkan langsung masyarakat Kota Kupang yang dilakukan serentak hari ini, Senin (12/10/2020) adalah Pelatihan Menjahit Masker Kain dan Pelatihan Hidroponik untuk perwakilan masyarakat dari enam kecamatan di Kota Kupang.

    Pelatihan pertanian hidropinik dilakukan sehari, sedangkan pelatihan Menjahit Masker Kain dilakukan selama tiga hari berturut-turut yang digelar di Gedung DPD I Golkar Provinsi NTT.

    Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Koperasi dan Ekonomi Kreatif DPD I Golkar Provinsi NTT Riesta Magasari kepada SelatanIndonesia.com menjelaskan, pelatihan Menjahit Msker itu dilakukan untuk memberikan pembelajaran kepada ibu-ibu dan remaja perempuan yang memiliki bakat menjahit namun belum terwadahi karena keterbatasan fasiltas.

    “Golkar NTT menggelar pelatihan ini untuk membantu para UMKM yang punya kemauan untuk maju namun selama ini masih terkendala di fasilitas penunjang. Nah, kebetulan Golkar memiliki personil yang punya UMKM binaan yang sudah mahir dalam menjahit sehingga mereka direkrut menjadi instruktur untuk memberikan pembelajaran kepada ibu-ibu dan remaja putri di Kota Kupang,” sebut Mega yang didampingi Yuni Sarabiti dan Nita Blegur.

    Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPD I Golkar NTT, Jesika Sodakain yang mengkoordinir Pelatihan Hidroponik mengatakan, pelatihan pertanian hidroponik dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan pola pertanian yang modern.

    “Harapan kita agar setelah mendapatkan pengetahuan dari Golkar NTT yang bekerja sama dengan pihak yang berpengealaman dalam pertanian hidroponik ini bisa diterapkan di rumah masing-masing dan di lingkungan sekitar,” ujar Chika.

    Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPD I Golkar NTT, Jesika Sodakain selaku koordinator Pelatihan Hidroponik ketika memantau jalannya pelatihan di Gedung Golkar Provinsi NTT, Seni (12/10/2020). Foto: Leader Ismail

    Putri Murek, salah satu peserta pelatihan menjahit masker kain dari Kecamatan Kota Raja mengaku sangat bergembira dan bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan menjahit masker kain.

    “Pertama kali saya mendapatkan informasi dari pengurus Golkar NTT yang menyampaikan tentang pelatihan ini dan saya sangat senang, karena kita bisa belajar menjahit, dan harapan saya semoga kedepan bisa ada pelatihan menjahit baju, celana dan lainnya,” sebut Putri Murek pelajar kelas 1 SMA Negeri 2 Kota Kupang ini.

    Dikatakan Putri Murek ia dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman mulai membuat pola, menggunting dan selanjutnya menjahit. “Ini pengalaman yang sangat berharga yang diberikan oleh Golkar. Saya pribadi berterimakasih kepada partai Golkar NTT yang peduli dengan kami,” katanya.

    Peserta lainnya, Theresia Siti yang ditemui disela-sela pelatihan menjahit masker kain mengatakan, Golkar punya kepedulian yang luar biasa untuk kelompok perempuan yang selama ini tidak bisa berkembang karena tidak ada yang peduli dengan menyediakan sarana pelatihan seperti ini.

    “Setelah melihat informasi pelatihan ini di media sosial, saya langsung tertarik dan dengan senang hati untuk mengikuti pelatihan ini karena bisa belajar menjahit secara gratis terutama masker kain. Hari ini kami belajar tentang membuat pola, menggunting dan selanjutnya belajar untuk menjahit,” ujar Theresia yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Maulafa ini.

    Ia menyampaikan rasa kagumnya kepada Golkar NTT yang telah memberikan ruang belajar yang parktis untuk ibu-ibu dan remaja putri.

    “Harapan saya sebagai ibu rumah tangga, Golkar telah membuka peluang yang bagus untuk kaum yang selama ini kurang diberi perhatian karena kendala dana dan pendidikan, sehingga pelatihan seperti ini sangat membantu. Semoga kedepannya Golkar bisa membantu juga untuk fasilitas seperti mesin jahit agar kelompok seperti kami para ibu ini bisa berkembang,” ujarnya.***Laurens Leba Tukan

  • IIPG NTT Uji Bakat Seni 56 Peserta Byarr Indonesia

    IIPG NTT Uji Bakat Seni 56 Peserta Byarr Indonesia

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Sebanyak 56 peserta audisi Bakat Luar Biasa Aspirasi Rakyat (Byarr Indonesia) dari NTT disleksi oleh Ikatan Istri-Istri Partai Golkar (IIPG) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Audisi itu dilakukan di ruang rapat utama Gedung Partai Golkar NTT, Minggu (27/9/2020).

    Seleksi bertajuk bakat seni terpendam ini dinilai para juri melalui hasil rekaman video yang dihimpun dari IIPG yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT. 56 peserta tersebut terdiri dari audisi menyanyi berjumlah 49 peserta dan 7 peserta audisi menari.

    Seleksi dilakukan tiga orang juri, diantaranya ketua IIPG NTT, Asty Laka Lena dari unsur IIPG, dan dua juri profesional lainya yaitu Marianus Seong Ndewi, S. Pd., MM dan Eldy Natonis, S. Pd. Kegiatan yang berlangsung sehari ini menerapkan ketat protokol kesehatan di tengah pandemi global COVID-19.

    Ketua IIPG NTT, Asty Laka Lena mengatakan dari 56 finalis, akan diambil 6 peserta terbaik yang nantinya akan dikirim dalam audisi tingkat nasional yang digelar IIPG pusat di Jakarta.

    “Dari hasil penjurian ini akan diambil 6 peserta nominasi terbaik mewakili NTT untuk dikirim ke IIPG pusat di Jakarta. Data peserta dan video pemenang 6 besar ini dikirim ke pusat,” sebut Asty Laka Lena kepada wartawan usai acara pembukaan.

    6 finalis di tingkat IIPG NTT juga akan mendapatkan hadiah dan sertifikat. Sementara pengumuman pemenang akan berlangsung pada, Senin (28/9/2020) setelah dokumen penjurian dan pemenang lengkap.

    “Penyerahan hadiah akan berlangsung pada tanggal 28 September 2020, Pukul 11.00 Wita di kantor DPD Golkar NTT, untuk pemenang yang berdomisili di Kupang dan sekitarnya. Sedangkan bagi pemenang berdomisili di luar kota Kupang penyerahan hadiah diwakilkan kepada ketua IIPG setempat untuk diserahkan kepada pemenang dalam waktu secepatnya,” ujar Asty Laka Lena.

    Istri dari Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena ini menjelaskan, Byarr Indonesia yang digagas IIPG NTT sebagai ajang pencarian bakat seni tingkat nasional, dengan harapan muncul bakat seni baru dari masyarakat Indonesia khususnya di NTT saat masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu Byarr Indonesia juga merupakan salah satu kegiatan IIPG NTT menyambut HUT Partai Golkar ke-56, pada 20 Oktober 2020 mendatang.

    Asty juga mengisahkan, Byarr Indonesia ini telah diluncurkan oleh Ketua Umum IIPG, Yanti Airlangga Hartarto beberpa waktu lalu. Untuk mensukseskan audisi ini, IIPG Provinsi NTT dan IIPG kabupaten/kota se-Provinsi NTT pun menggelar dan mensukseskan pencarian bakat seni di masyarakat selain pekerja seni.

    Ia menambahkan, total hadiah di tingkat IIPG pusat akan ada enam pemenang dari masing-masing kategorinya serta juara favorit dan juara terunik. Hadiah utama diantaranya; dua unit mobil, sejumlah unit sepeda motor, dan modal usaha ratusan juta rupiah.

    “Semoga ada perwakilan dari NTT yang bisa lolos di tingkat pusat nantinya,” harapnya. *Liead

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Semua Kader Punya Peluang Pimpin Golkar TTS

    Semua Kader Punya Peluang Pimpin Golkar TTS

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membuat panduan dan jadwal Musda Kabupaten dan Kota dibarengi harapan agar semua dapat mengikuti panduan dimaksd dan sesuai dengan jadwal yang sudah dirancang.

    “Kita  punya Juklak 02 /DPP Golkar/II/2020 yang sudah mengatur jelas tentang musyawarah-musyawarah dan rapat-rapat dan berharap pelaksanaan musda tidak boleh keluar dari mekanisme yang diatur. Bahkan, semua kader Golkar baik laki-laki maupun perempuan, tua atau muda berpeluang untuk maju sebagai calon ketua asal memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan dalam aturan organisasi,” sebut Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Dr. Inche Sayuna mnjawab SelatanIndonesia.com, Kamis (16/7/2020).

    Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT ini mengatakan, konfigurasi calon ketua yang banyak menunjukkan bahwa kaderisasi dan demokrasi di partai Golkar berjalan dangan baik. “Proses selanjutnya adalah konsolidasi untuk mendapat dukungan dari yang punya hak suara untuk memilih agar bisa memenangkan pemilihan tersebut,” ujar Inche.

    Politisi dari Kabupaten TTS ini mengatakan, menurunnya suara Golkar di TTS disebabkan oleh banyak factor termasuk diantaranya konflik internal partai. “Juga konsolidasi organisasi partai sampai tingkat desa yang tidak pernah tuntas diselesaikan sesuai periodisasi kepengurusan, nilai jual caleg yang rendah sehingga tidak unggul dalam berkompetisi, masalah kepemimpinan partai, dan sejumlah masalah internal yang masih menjadi PR bersama,” ujarnya.

    Itu pasalnya, menurut Inche, kedepan, siapapun ketuanya harus mampu untuk membenahi semua masalah itu dan bila perlu menandatangani pakta integritas untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut dalam tenggang waktu kepengurusan atau waktu tertentu yang disepakati dalam musda.

    Tidak hanya itu, Inche menambahkan, salah satu point yang harus dimasukkan dalam pakta integritas itu adalah calon ketua terpilih juga harus meyusun prosentasi target kemenangan partai pada pemilu berikut dengan angka yang disepakati Bersama dalam musda.

    “Satu hal yang penting adalah visi-misi dan program kandidat ketua akan membantu kita untuk menilai siapa yang paling layak untuk dipercaya menahkodai partai Golkar lima tahun kedepan. Saya sungguh berharap siapapun ketua Golkar di TTS lima tahun kedepan harus bisa membawa partai ini menuju partai modern dengan berbasis pada data,” katanya.

    Inche menambahkan, partai Golkar kedepan harus bisa menjawab perubahan dan tuntutan zaman. Tantangan dan proses digitalisasi melalui teknologi informasi harus bisa menjadi trand baru di Golkar jika ingin mendapat tempat yang layak dihati para pemilih.

    “Oleh karena itu ketua dan seluruh badan pengurus yang nanti akan masuk struktur kepengurusan yang baru harus bekerja dua kali lebih keras dari periode sebelumnya. Struktur dan kultur organisasi yang sehat dalam mengelola partai akan menjadi amunisi yang hebat bagi partai Golkar untuk merebut kemenangannya kembali pada pemilu berikut,” ata Inche.

    Asal tahu saja, Partai Golkar kabupaten TTS dijadwalkan melaksanakan Musda pada tanggal 20 Juli 2020 mendatang. Sejumlah nama mulai bermunculan dan sedang melakukan konsolidasi untuk mendapat dukungan dari pemilik suara dalam Musda tersebut. Nama-nama itu diantaranya Eppy Tahun, Djemi Lassa, Yoxan Benu, Ruba Banunaek, Arifin Laning, Stev Pobas, dan Debby Duka.***Laurens Leba Tukan

  • Yentji Sunur Salurkan Sembako dari Laka Lena untuk Warga Lembata

    Yentji Sunur Salurkan Sembako dari Laka Lena untuk Warga Lembata

    LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Emanuel Melkiades Laka Lena Kembali menaruh perhatiannya untuk warga masyarakat Kabupaten Lembata yang terdampak pandemic Covid-19. Melalui Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Laka Lena menyumbangkan bahan makanan untuk warga.

    Bantuan paket sembako ini diserahkan kepada warga desa di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Senin (8/6/2020) dan Desa Lolong Kecamatan Nagawutung,  Selasa  (9/6/2020).

    Eliaser Yentji Sunur yang juga bupati Lembata ini mengatakan, pembagian paket sembako itu merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan dari anggota DPR RI, Melki Laka Lena yang bekerjasama dengan Jamsostek dalam program Sapa Asyik kepada warga yang terdampak Covid-19.

    “Meneruskan pesan dari Bapak Melki Laka Lena bahwa bantuan yang kami serahkan kepada warga ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan dari Bapak Melki Laka Lena kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu, Bupati Sunur juga berharap bantuan paket sembako yang diberikan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut, sedikitnya bisa bermanfaat bagi warga terdampak covid-19 untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

    Damianus Bala Punang, salah seorang perwakilan dari masyarakat Desa Lolong, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada anggota Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena yang sudah membantu membagikan sembako kepada masyarakat di desa tersebut.

    Damianus menjelaskan, selain pandemic Covid-19, di desanya juga sedang dilanda gagal tanam akibat curah hujan yang rendah beberapa waktu yang lalu, sehingga dirinya berharap bantuan-bantuan seperti paket sembako sangat dibutuhkan oleh msyarakat.

    “Kiranya kedulian dan kerja sama ini tidak berhenti di sini, akan tetapi harus tetap berlanjut pada hari-hari yang akan datang. Kami hanya bisa mendoakan supaya Pak Melki Laka Lena senantiasa diberkati dalam tugas dan karyanya oleh Tuhan,” pungkasnya.*)Teddy Lagamaking

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Golkar Harus Tegas Hadapi Tudingan Rizal Ramli

    Golkar Harus Tegas Hadapi Tudingan Rizal Ramli

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Partai Golkar terutama tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) harus bersikap tegas dan bertindak cepat  menghadapi tudingan Rizal Ramli. Langkah itu diperlukan guna menghindari stigma negatif tak beralasan yang berpotensi mencemarkan nama baik Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan juga merugikan Golkar.

    Seperti ramai diberitakan, Rizal Ramli melalui twitternya, Minggu (3/5/2020) menuding Ketum Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai begal digital. Golkar juga dituduh menerima setoran dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan e-KTP atau KTP elektronik (Merdeka.com, 5/5/2020).

    Sejumlah tudingan itu ditanggapi serius oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Frans Sarong, salah satu pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi NTT kepada SelatanIndonesia.com di Kupang, Kamis (7/5/2020) mengatakan, ada dua tuduhan serius yang harus diminta klarifikasi atau pertanggungjawaban dari Rizal Ramli. “Pertama terkait pernyataan yang menuding Airlangga Hartarto sebagai begal digital. Lainnya terkait peryataannya yang menuduh Golkar menerima setoran dari Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dan e-KTP atau KTP elektronik,” sebut Frans Sarong.

    Wartawan senior yang telah purna bhakti dari Harian Kompas ini menyebutkan, dua tuduhan Rizal Ramli itu menyesatkan bahkan sangat kejam karena tanpa alasan jelas. Menuduh Airlangga Hartarto sebagai begal digital adalah tudingan yang sangat menyakitkan. “Perlu diingat, begal itu kata lain dari penyamun atau perampok. Rizal Ramli harus menjelaskan sejak kapan dan dalam kasus apa hingga Airlangga Hartarto dituduh sebagai begal, perampok atau penyamun digital,” tegasnya.

    Dikatakan Frans Sarong, terkait tuduhan bahwa Golkar menerima setoran dari BLBI dan juga e-KTP, adalah tudingan yang tidak beralasan dan berpotensi merugikan Golkar, jika tidak secepatnya diluruskan.

    Disebutkan, jagat publik Indonesia mengetahui proses hukum kasus BLBI dan juga e-KTP sudah diputuskan hingga berkekuatan hukum tetap atau inkrah. “Sampai sejauh itu tak ada bukti hukum yang  menunjukkan Golkar menerima setoran dari BLBI dan juga e-KTP, sebagaimana dituduhkan Rizal Ramli,” kata Frans Sarong.

    Karena itu, menurut Frans Sarong, Golkar tingkat DPP bahkan se-Indonesia harus segera bangkit dan menuntut pertanggungjawaban Rizal Ramli.***Laurens Leba Tukan