G-RDVF5GTVXM

Tag: Golkar NTT

  • AMPG NTT Tegak Lurus Untuk Melky Lakalena

    AMPG NTT Tegak Lurus Untuk Melky Lakalena

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Satu lagi organisasi sayap Partai Golkar menyatakan dukungan penuh kepada Ketua DPD Golkar Provinsi NTT Emanuel Melkiades Lakalena untuk melanjutkan kepemimpinan di Golkar NTT. Dukungan itu datang dari Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi NTT usai menggelar rapat pleno di Kantor Golkar NTT, Sabtu (29/2/2020)

    Pimpinan Daerah AMPG NTT Restu H. B. Dupe yang didampingi Sekretarisnya Sokan Teibang serta seluruh pengurus pleno kepada SelatanIndonesia.com mengatakan, hasil rapat pleno AMPG NTT mendukung penuh Emanuel Melkiades Lakalena untuk melanjutkan kepemimpinan di partai Golkar NTT. “Kami tegak lurus mendukung Abang Melky Lakalena untuk lanjut pimpin Golkar NTT,” ujar Heru Dupe, sapaan akrab Restu H.B. Dupe.

    Politisi muda dan enerjik ini mengungkapkan alasannya mendukung Lakalena karena menurut dia, selama ini program-program yang dilakukan AMPG didukung penuh oleh Melky Lakalena.

    Ia menguraikan, berbagai kegiatan yang selalu didikung oleh Melky Lakalena adalah pembangunan Golkar Sport Center yang merupakan arena olahraga pertama di Indoensia untuk kalangan Golkar. “Ini pertama di Indoensia dan itu diera kepemimpinan Melky Lakalena. Lapangan ini memiliki tiga fungsi yaitu futsal, basket dan foly,” ujar Heru.

    Dikataknnya, sesuai rencana akan ada dua lapangan dan saat ini lapangan pertama sudah rampung 90 persen. “Sebelumnya di dalam gedung Golkar sudah ada dua lapangan indoor badminton, satu tenis meja dan satu unit meja biliyard, dan itu digagas dan dikelola oleh AMPG NTT,” katanya.

    Heru Dupe mengatakan, hari ini Partai Golkar NTT lebih dekat dengan generasi muda dan selalu memenuhi keinginan anak muda dan itu karena Ketua DPD Golkar NTT adalah anak muda yang agresif. “Abang Melky Lakalena menunjukan suatau teladan yang baik untuk kita sebagai sosok yang enerjik, bahkan kami merasa kalah cepat dari beliau. Jiwa mudanya kadang melebihi kami,” ujarnya.

    Heru Dupe juga mengatakan, posisi Melky Lakalena yang saat ini menjadi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sangat strategis dan bisa berbuat banyak hal untuk masyarakat NTT. “Kami berterimakasih atas alokasi satu pembangunan RSU Pusat Pemerintah yang akan dibangun di Kota Kupang, dan itu perjuangan Abang Melky Lakalena,” sebutnya.

    Sekretaris AMPG NTT Sokan Teibang menaruh harapan kepada Melky Lakalena ketika terpilih kembali memimpin Golkar NTT agar  mempertahankan pola membuka ruang untuk anak muda berporses di Partai Golkar. “Sudah tergambar jelas dalam kepemimpinan  sebelumnya bahwa  baik di kepengurusan Partai Golkar maupun penempatan caleg, selalu ada keterwakilan anak muda. Dan ini harus tetap dipertahankan,” katanya.

    Aktivis HMI Cabang Kupang ini menegaskan, setelah terpilih lagi menjadi Ketua Golkar NTT, Melky Lakalena diharapkan untuk melibatkan lebih banyak lagi anak muda dalam struktur Golkar dan memberikan peran politik.

    “Ini harapan kami, intinya bahwa selalu ada ruang luas yang dibuka untuk anak muda bergabung di Partai Golkar sehingga stigma bahwa Partai Golkar adalah milik orang tua itu ditepis,” pungkasnya.***Laurens Leba Tukan

  • Jelang Musda, Lakalena Masih Menguntungkan Golkar NTT

    Jelang Musda, Lakalena Masih Menguntungkan Golkar NTT

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – DPD Partai Golkar Provinsi NTT bakal  menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih pengurus baru. Sesuai jadwal, Musda tersebut bakal digelar pada tanggal 2-3 Maret 2020 di Kupang.

    Sejumlah nama mulai bermunculan selain Ketua DPD Partai Golkar NTT saat ini Emanuel Melkiades Lakalena. Sebut saja ada Josef Nae Soi (Wakil Gubernur NTT), Jerry Manafe (Wakil Bupati Kupang dan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang), Muhammad Ansor (Anggota DPRD NTT dan Ketua Harian DPD Golkar NTT, dan Anwar Pua Geno (Mantan Ketua DPRD NTT dan Wakil Ketua DPD I Golkar NTT) adalah sederet kader potensial yang dimiliki Partai Golkar NTT saat ini.

    Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang DR. Ahamd Atang menyebutkan, Golkar merupakan partai papan atas yang mempunyai banyak kader yang mumpuni.

    “Sebagai partai yang memiliki sejarah panjang sejak Orde Baru hingga saat ini,  maka Golkar memiliki mekanisme sirkulasi kepempimpinan internal yang relatif sudah mapan,  karena stok kadernya berlapis dan terseleksi.  Golkar telah meletakan sistem sehingga siapapun figur yang terpilih dapat dengan mudah mengendalikan organisasi,” sebut Mad Atang yang dihubungi SelatanIndonesia.com, Rabu (26/2/2020).

    Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang DR. Ahmad Atang

    Meski demikian, menurut Mad Atang, kepemimpinan Partai Golkar lima tahun ke depan tentu membutuhkan figur yang mampu membangun negosiasi politik karena dalam perjalanan akan terjadi momentum politik seperti Pilgub NTT 2023 dan Pilpres 2024. Pada titik ini,  sebut dia, Golkar membutuhkan figur yang memiliki mobilitas politik yang dinamis.

    “Dalam pandangan saya,  tanpa mengintervensi kepentingan politik Golkar, figur seperti Melky Lakalena masih dibutuhkan oleh Golkar NTT saat ini. Selama lima tahun,  duet Melky dan Inhce Sayuna berhasil memimpin partai Golkar,” ujar Mad Atang.

    Pengamat politik asal Kedang ini menambahkan, figur lain seperti Yosep Nai Soi, Jefry Manafe, H. Muhammad Ansor dan H. Anwar Pua Geno  merupakan kader potensial yang dimiliki Golkar NTT saat ini. Namun menurut Atang,  posisi Melky masih menguntungkan Golkar karena sebagai anggota DPR RI, Melky mampu membangun komunikasi politik lintas generasi dan lintas vertikal maupun horizontal.

    “Selama lima tahun memimpin,  Golkar tidak terjebak dalam politik pragmatis justru memperkuat posisi Golkar sebagai partai papan atas dalam menjaga dinamika politik lokal maupun nasional.  Disini style leadership Melky yang masih mudah dan tegas dalam menegakan marwa partai Golkar baik dalam internal apalagi dengan pihak eksternal,” katanya.

    Dia menambahkan, Melky telah mampu meredam konflik internal dengan melakukan reposisi beberapa DPD II tanpa ada gejolak yang berarti.  Oleh karena itu,  dinamika Golkar hari ini dibawah Melky sebaiknya dilanjutkan.  “Tapi semua ini juga tergantung kemauan kader partai Golkar sendiri khususnya para pemegang hak suara di Musda,” pungkasnya.

    Mantan Ketua DPRD NTT H. Anwar Pua Geno yang dihubungi terpisah mengaku tidak ingin maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar NTT. “Saya tetap sebagi kader Partai Golkar yang loyal saja terhadap partai tanpa harus memegang jabatan atau posisi puncak di partai. Dan menurut saya, figur muda energik visioner seperti Melki Lakalena layak melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT pada periode kedua,” sebutnya.

    Pua Gno mengatakan, selama beliau masih mau memimpin dan DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota mendukung, maka secara etika kita mendukung Ketua Melki Lakalena. “Apalagi dengan posisi beliau sebagai Anggota DPR RI bisa memperkuat posisi dan peran Partai Golkar dalam membangun dan memajukan daerah dan rakyat NTT,” katanya.***Laurens Leba Tukan

  • 16 Tahun Diabaikan Pemerintah, RS Mamami Berharap pada Melky Lakalena

    16 Tahun Diabaikan Pemerintah, RS Mamami Berharap pada Melky Lakalena

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Pagar bagian belakangnya  bersentuhan langsung dengan pagar tempat parkir mobil milik Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Dalam garasi yang berukuran luas itu tampak terpakir sebuah bus dengan ukuran besar yang dilengkapi dengan fasilitas yang mewah.

    Di bagian depan, deretan rumah dinas milik Pemerintah Kota Kupang. Ada rumah jabatan Wakil Walikota Kupang dr. Hermanus Man dan rumah jabatan Ketua DPRD Kota Kupang, Yhehescial Loudu.

    Posisinya yang dikelilingi oleh rumah para pejabat pemerintah di daerah ini, mestinya Rumah Sakit Mamami mendapatkan sentuhan perhatian meski tidak harus sama dengan Rumah Sakit milik pemerintah yang sudah ada. Sejak berdiri pada 8 Agustus 2004 silam, Rumah Sakit yang semula dibangun khusus untuk melayani ibu dan anak itu, kini menerima pasien umum.

    Ketua Yayasan RS. Mamami Kupang Ny. Rolina Damanik Butarbutar mengemukakan berbagai kendala dan suka dukanya membuat RS. Mamami hingga eksis diusia yang ke 16 tahun. Dia menaruh harapan kepada Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Lakalena yang berkunjung ke RS. Mamami, Jumat (21/2/2020).

    “Kami sangat berharap melalui Bapak Melky Lakalena agar menyuarakan di tingkat pusat bahwa rumah sakit swasta seperti Mamami ini bisa diperhatikan meski tidak harus sama dengan rumah sakit pemeritah. Toh, kami juga turut serta melayani masyarakat,” katanya.

    Dikatakan Rolina, saat ini total tempat tidur di rumah saki Mamami sebanyak 60 unit, dan tingkat hunian berkisar 60-70 persen. “Karena banyak pasien yang berkunjung sehingga kita kekurangan tempat tidur, dan kami terpaksa harus rawat di poli, yang sesungguhnya tidak untuk pasien menginap. Bahkan kami terpaksa rujuk ke rumah sakit lain karena tidak ada tempat lagi untuk rawat nginap,” katanya.

    Meski dalam keterbatasan dan tanpa bantuan pemerintah baik untuk fisik rumah sakit maupun obat-obatan dan alat kesehatan, pihaknya terus berupaya untuk berusaha maksimal meningkatkan pelayanan meski dengan fasilitas terbatas yang ada saat ini. “Saat ini kita sedang membangun, dan rencananya lima lantai tapi saat ini baru tiga lantai. Kami mengharapkan dukungan Pak Melky karena kita juga berjuang untuk masyarakat NTT dengan menekan angka kematian ibu dan anak. Memang kami dikenal sebagai rumah sakit ibu dan anak, namun beberapa tahun lalu, oleh Kadis Kesehatan NTT saat itu dr. Stef Bria Seran menaikan status kami menjadi rumah sakit umum, sehingga saat ini kita punya kunjungan makin banyak,” kisahnya.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Lakalena ketika meninjau kondisi rumah sakit itu dan berdialog dengan management dan para medis saat kunjungan di daerah pemilihan mengaku akan memperjuangkan keterbatasan yang dialami rumah sakit Mamami.

    Ketua DPD Golkar Provinsi NTT ini menyebutkan,  Komisi IX DPR bakal terus mencari cara dan format dari aspek regulasi agar pemerintah pusat dan daerah bisa membantu pelayanan dan fasilitas di rumah sakit swasta. “Jika ada pintu masuk dari aspek regulasi dan aturan bahwa keterlibatan pemerintah untuk bantu rumah sakit swasta, maka saya akan maksimal berjuang di tingkat pusat,” sebutnya.

    Lakalena meminta agar management rumah sakit Mamami dan rumah sakit swasta lainnya di NTT untuk mengiventarisir dan mendata tingkat pemanfaatan obat-obatan dan alat kesehatan yang paling dibutuhkan bagi pasien untuk dijadikan dasar, ia mencari peluang bantuan. “Bantu saya dengan data terkait produk obat atau alat kesehatan apa yang paling dibutuhkan dan paling banyak dimanfaatkan di rumah sakit swasta. Maka saya akan mencari perusahaan yang memproduksinya untuk terlibat membantu rumah sakit swasta di NTT,” katanya.

    Dikatakan Lakalena, ia telah mengundang Menteri Kesehatan RI untuk berkunjung ke NTT. “Saya minta Pak Menkes untuk dan datang ke NTT, dan beliau bersedia di bulan Maret nanti, saya siap memfasilitsi rumah sakit swasta untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

    Lakalena pada kesempatan itu juga mengecek kelancaran pembayaran pihak BPJS kepada rumah sakit swasta dan diperoleh informasi bahwa semuanya berjalan lancer. “Kalau BPJS bayarannya lancar maka aman menurut saya, karena semua rumah sakit saat ini tumpuannya di BPJS dan banyak persoalan yang terjadi di daerah lain,” katanya. ***Laurens Leba Tukan

  • Pimpin Komisi IX Ke Natuna, Lakalena Pastikan WNI Wuhan Bebas Corona

    Pimpin Komisi IX Ke Natuna, Lakalena Pastikan WNI Wuhan Bebas Corona

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Komisi IX DPR RI melalui Tim Kunjungan Kerja Spesifik yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Lakalena dan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan ke Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 13 Februari 2020. Melki Lakaena memastikan, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) bekas Wuhan yang sedang dalam tahap observasi selama 14 hari dalam kondisi sehat alias bebas dari virus corona.

    Kepada SelatanIndonesia.com yang menghubunginya dari Kupang, Jumat (14/2/2020) Melki Lakalena menjelaskan, para WNI bekas Wuhan telah mendapat penanganan dengan baik. “Masyarakat, khususnya di Natuna tidak perlu khawatir terhadap isu penyebaran virus corona yang berhembus kencang. Saya meminta masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi yang berkembang tentang virus corona serta memahami tata cara penanganannya,” ujar Ketua Golkar Provinsi NTT ini.

    Melki memberikan apresiasi terhadap tim gabungan TNI-Polri, dan Kemenkes serta Pemkab Natuna, juga seluruh stakeholder terkait yang bersatu padu bekerja sama menjawab keraguan dunia bahwa Indonesia tidak bisa mengatasi virus corona.

    “Nyatanya penanganannya bagus sampai hari ini kita lihat baik pemerintah pusat maupun di Natuna. TNI-Polri juga bekerja bagus, Kemenkesnya luar biasa. Kita siap memulangkan mereka ke daerah asal masing-masing,” katanya.
    Melki juga mengaku akan bermalam dengan para Anggota Komisi IX DPR RI lainnya di Natuna untuk menjawab janji kepada Menkes serta masyarakat sekitar yang telah bertandang ke DPR RI beberapa waktu lalu mengeluhkan masalah terkait corona.

    Lakalena menyebutkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait penularan virus corona. Pasalnya, WNI dari Wuhan dalam kondisi baik-baik saja dan juga masyarakat sekitar selama dua belas hari masa karantina tidak ada sama sekali ikut terjangkit virus Corona. “Kami di sini baik-baik saja bahkan kami, Komisi IX tidak ada satupun menggunakan masker. Karena kami yakin bahwa WNI dari Wuhan ini sehat semua. Mereka juga terus dipantau perkembangannya, juga berolahraga rutin. Yang kami ingin pastikan bahwa masyarakat semua harus yakin dan beranggapan positif bahwa mereka bukan pembawa wabah mematikan. Mereka saudara kita sebangsa dan setanah air. Itu yang harus diyakinkan,” ungkap Melki.

    Melki bahkan mengapresiasi para WNI dari Wuhan yang berhasil membuktikan betapa kentalnya persatuan bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman dari luar. Ia pun menambahkan, ketika mereka diperbolehkan pulang, mereka akan disambut di Jakarta oleh Komisi IX DPR RI bersama keluarga mereka masing-masing. 

    “Nanti kami sendiri yang akan menjemputnya bersama keluarga. Hal ini telah menjadi komitmen kami, juga kami akan ajak beberapa pihak seperti tokoh masyarakat untuk mendukung para WNI dari Wuhan ini menghilangkan traumanya,” ujar Lakalena. ***Laurens Leba Tukan