G-RDVF5GTVXM

Tag: Anggota Komisi XIII DPR RI

  • Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga Siap Perjuangkan Fasilitas PLBN Napan: “Perbatasan adalah Wajah Bangsa”

    Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga Siap Perjuangkan Fasilitas PLBN Napan: “Perbatasan adalah Wajah Bangsa”

    KEFAMENANU,SELATANINDONESIA.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan di Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (27/3/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam masa reses Persidangan II Tahun Anggaran 2025 dan menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur serta fasilitas pelayanan di kawasan perbatasan RI-RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) distrik Oekusi.

    Dalam kunjungannya, politisi Partai Golkar tersebut berdialog langsung dengan pimpinan dan staf PLBN Napan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Imigrasi, TNI, Polri, dan Bea Cukai. Mereka menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak agar PLBN Napan dapat beroperasi secara optimal setelah peresmiannya pada 10 April 2025.

    Aspirasi PLBN Napan: Minim Fasilitas, Kinerja Terganggu

    Pimpinan Administrasi PLBN Napan, Yakobus Seran, mengungkapkan bahwa fasilitas di PLBN Napan masih sangat terbatas. Beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi meliputi listrik yang stabil, jaringan internet, komputer, kamera pengawas (CCTV), serta kendaraan operasional seperti sepeda motor untuk patroli.

    “Saat ini, petugas kami hanya memiliki satu sepeda motor untuk patroli, yang harus digunakan oleh enam orang secara bergantian. Ini sangat memprihatinkan dan tentunya tidak efektif dalam mendukung pengamanan perbatasan,” ujar Yakobus kepada Umbu Kabunang dalam sesi dialog.

    Selain itu, jumlah personel administrasi yang saat ini hanya lima orang juga dianggap masih kurang. Namun, setelah peresmian pada April mendatang, jumlahnya akan bertambah menjadi 10 orang untuk melayani arus keluar-masuk orang dan barang melalui PLBN Napan.

    Dukungan DPR RI: Perbatasan Harus Jadi Prioritas Nasional

    Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan ini ke tingkat pusat dan memperjuangkan pemenuhan fasilitas bagi PLBN Napan.

    “Kita sudah catat semua keluhan dan aspirasi dari petugas di PLBN Napan. Ini bukan hanya kebutuhan lokal, tetapi kepentingan nasional. PLBN adalah wajah depan bangsa, dan kita harus memastikan bahwa fasilitasnya mencerminkan kewibawaan negara,” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa kendaraan operasional dan CCTV di lintasan perbatasan harus menjadi prioritas utama dalam penganggaran ke depan. Selain itu, ia mendesak pemerintah pusat untuk membangun pos-pos penjagaan tambahan di sepanjang lintasan perbatasan yang mencapai hampir 300 kilometer.

    “Kita di DPR RI akan terus mendorong pemerintah pusat agar memberikan perhatian lebih serius terhadap PLBN ini. Keamanan dan kelancaran pelayanan di perbatasan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kedaulatan negara,” tegasnya.

    Tinjauan Langsung ke Pilar Perbatasan

    Sebelum sesi dialog, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga meninjau langsung kondisi fasilitas di PLBN Napan, termasuk area pelayanan, pos pemeriksaan, hingga ke pilar perbatasan negara antara Indonesia dan Timor Leste.

    Kunjungan ini diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah pusat untuk segera merealisasikan peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia di PLBN Napan. Dengan peresmian yang semakin dekat, berbagai elemen terkait harus bekerja sama untuk memastikan bahwa PLBN ini siap beroperasi secara optimal demi kepentingan masyarakat dan kedaulatan negara.*/)llt

  • Bupati ULP dan Umbu Rudi Kabunang Saksikan Pisah Sambut Kapolres Sumba Timur

    Bupati ULP dan Umbu Rudi Kabunang Saksikan Pisah Sambut Kapolres Sumba Timur

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Polres Sumba Timur resmi memiliki pimpinan baru. AKBP Edward Jacky Tofani Umbu Kaledi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom. dalam acara pisah sambut yang berlangsung di halaman Mapolres Sumba Timur, Sabtu (22/3/2025).

    Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Golkar Dapil NTT 2 Dr. Umbu Rudi Kabunang, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali (ULP), unsur Forkopimda, serta para tokoh agama dan masyarakat.

    Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi AKBP Edward Jacky Tofani Umbu Kaledi selama delapan bulan bertugas di wilayah tersebut.

    “Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumba Timur, saya mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian dan pelayanan Bapak Edward selama ini. Beliau telah bekerja dengan profesionalitas dan komitmen yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah kita,” sebut Bupati ULP.

    Ia juga mengenang perjalanan karier Kapolres lama yang pernah menyampaikan bahwa bertugas di kampung halaman sendiri memiliki tantangan tersendiri. “Beliau pernah berkata, bertugas di kampung sendiri bisa menjadi batu loncatan atau justru tantangan besar. Namun, beliau telah membuktikan dedikasinya dengan luar biasa,” tambahnya.

    Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang juga turut memberikan apresiasi kepada AKBP Edward Jacky Tofani Umbu Kaledi atas dedikasinya selama bertugas di Sumba Timur dan mendoakan agar kariernya semakin cemerlang di Mabes Polri.

    “Kami bangga melihat beliau mendapatkan kesempatan bertugas di Mabes Polri. Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan profesionalisme yang ditunjukkan selama ini mendapat pengakuan. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk karier yang lebih tinggi lagi di institusi Kepolisian,” kata Umbu Rudi Kabunang.

    Harapan untuk Kapolres Baru

    Sementara itu, kehadiran Kapolres baru AKBP Dr. Gede Harimbawa disambut dengan harapan besar untuk terus meningkatkan keamanan dan sinergi dengan pemerintah daerah.

    “Kami yakin dengan pengalaman dan kepemimpinan Bapak Gede Harimbawa, kerja sama antara Polres dan pemerintah daerah akan semakin erat. Apalagi, tugas kepolisian kini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam menstabilkan perekonomian daerah serta mendukung program nasional, seperti ketahanan pangan,” tutur Bupati ULP.

    Bupati ULP juga menyinggung keberadaan istri Kapolres yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, sesuatu yang diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan di Sumba Timur.

    Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang juga menyampaikan selamat datang kepada Kapolres baru dan berharap agar kepemimpinannya dapat membawa angin segar bagi keamanan serta kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.

    “Selamat bertugas untuk Kapolres yang baru, semoga bisa meneruskan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih sebelumnya. Keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap menjadi prioritas, dan kami siap mendukung segala upaya positif untuk kemajuan Sumba Timur,” tegas Umbu Rudi Kabunang.

    Menatap Masa Depan

    Dengan wilayah yang luas—hampir 7.000 km², setara dengan seluruh Pulau Bali, Sumba Timur memiliki tantangan besar dalam hal keamanan dan pembangunan. Oleh karena itu, peran kepolisian menjadi sangat vital.

    Pisah sambut ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan membangun optimisme masyarakat terhadap masa depan yang lebih baik di Sumba Timur.

    Acara diakhiri dengan saling memberikan cindera mata. Suasana penuh haru dan kehangatan, menandai babak baru dalam perjalanan kepolisian di Sumba Timur.*/(llt

  • Umbu Rudi Kabunang Desak Hukuman Kebiri untuk Eks Kapolres Ngada yang Terjerat Skandal Kekerasan Seksual

    Umbu Rudi Kabunang Desak Hukuman Kebiri untuk Eks Kapolres Ngada yang Terjerat Skandal Kekerasan Seksual

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Skandal kekerasan seksual yang mengguncang institusi kepolisian kembali mencuat setelah AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, mantan Kapolres Ngada, Nusa Tenggara Timur, terungkap sebagai pelaku eksploitasi anak. Kasus ini memicu gelombang kemarahan publik. Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar dapil NTT 2, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mendesak agar pelaku dijatuhi hukuman kebiri sebagai bentuk hukuman maksimal.

    “Sebagai aparat penegak hukum, ia seharusnya melindungi, bukan justru menjadi predator. Hukuman berat seperti kebiri harus diterapkan agar memberi efek jera dan melindungi anak-anak dari kejahatan serupa,” tegas Umbu Rudi Kabunang di Waingapu, Sumba Timur, Sabtu (22/3/2025). Saat itu Umbu Rudi Kabunang menggelar diskusi bersama Pdt. Ranbu Ata Hamu dan sejumlah akrivis anti kekerasan perempuan di Waingapu.

    Terbongkar Berkat Investigasi Internasional

    Kasus ini mencuat setelah Kepolisian Federal Australia (AFP) menemukan jejak digital yang mengarah ke eksploitasi anak di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Investigasi lintas negara ini akhirnya mengarah pada AKBP Fajar sebagai dalang utama.

    Barang bukti berupa tiga unit ponsel yang digunakan untuk merekam aksi bejatnya kini berada di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Dugaan kuat menyebutkan bahwa video tersebut tidak hanya disimpan untuk konsumsi pribadi, tetapi juga disebarluaskan melalui jaringan gelap di internet.

    Sanksi Berat Menanti: PTDH Hingga Hukuman Kebiri

    Sidang Komisi Kode Etik Polri telah menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Fajar. Selain itu, ia juga menghadapi ancaman pidana berat berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Masyarakat dan berbagai pihak mendukung usulan hukuman kebiri bagi Fajar sebagai bentuk perlindungan terhadap korban dan pencegahan kejahatan serupa di masa depan.

    “Kita tidak bisa mentolerir kasus seperti ini. Hukuman kebiri harus segera diterapkan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga mereka,” tambah Umbu Rudi Kabunang.

    Kasus ini menandai urgensi pembenahan sistem pengawasan di tubuh kepolisian serta pentingnya perlindungan maksimal terhadap anak-anak dari kekerasan seksual. /)llt

  • Dr. Umbu Rudi Kabunang Nahkodai SOKSI NTT: Siap Perkuat Basis Golkar di Bumi Flobamorata

    Dr. Umbu Rudi Kabunang Nahkodai SOKSI NTT: Siap Perkuat Basis Golkar di Bumi Flobamorata

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Dr. Umbu Rudi Kabunang, politisi muda Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Caretaker Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) XXIII Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Depinas SOKSI Nomor Skep. 57.2 5/Depinas-Soksi/II/2025, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Depinas SOKSI, Dr. Ir. H. Ahmadi Noor Supit, dan Sekjen Dr. H. Mukhamad Misbakhun, SE., MH pada 18 Februari 2025. Dengan mandat ini, Umbu Rudi memiliki tanggung jawab besar dalam konsolidasi organisasi guna memperkuat peran SOKSI sebagai salah satu pilar utama Partai Golkar di NTT.

    Tugas Berat, Misi Besar

    Sebagai Pelaksana Caretaker, Umbu Rudi Kabunang mengemban sejumlah tugas strategis, antara lain:

    ✅ Menyelaraskan program kerja dengan DPD Partai Golkar NTT guna memperkuat pengaruh politik dan kaderisasi partai.

    ✅ Membangun komunikasi intensif dengan senior dan kader SOKSI NTT, memastikan soliditas internal.

    ✅ Membentuk Panitia Musyawarah Daerah (Musda) SOKSI NTT dalam waktu maksimal satu bulan pasca-SK diterbitkan.

    ✅ Menetapkan Pelaksana Tugas Caretaker Depicab SOKSI Kabupaten/Kota, untuk menggelar Muscab atau Muscablub di tingkat daerah.

    ✅ Menyelenggarakan Musda Depidar XXIII SOKSI NTT dalam dua bulan ke depan, dengan target minimal dihadiri oleh 2/3 Depicab se-NTT.

    Penunjukan ini sekaligus mencabut SK Depinas SOKSI sebelumnya, yakni Nomor SKEP.SI.22/DEPINAS SOKSI/III/2022 tentang Komposisi dan Personalia Depidar XXIII SOKSI NTT Masa Bakti 2022-2027.

    SOKSI dan Sejarah Panjangnya Bersama Golkar

    Sebagai organisasi yang didirikan pada 20 Mei 1960 oleh Suhardiman, SOKSI awalnya bernama Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia. Organisasi ini dibentuk untuk menghadapi pengaruh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) yang berafiliasi dengan PKI.

    Sejarah mencatat, SOKSI memiliki peran besar dalam melahirkan Partai Golkar. Pada 19 Oktober 1964, SOKSI bersama organisasi golongan karya lainnya membentuk Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), yang kemudian berkembang menjadi Partai Golkar seperti yang dikenal saat ini.

    Umbu Rudi Kabunang: Energi Baru untuk SOKSI NTT

    Penunjukan Dr. Umbu Rudi Kabunang sebagai pemimpin SOKSI NTT menandai era baru bagi organisasi ini di Bumi Flobamorata. Dengan latar belakangnya sebagai politisi muda Golkar yang kini duduk di DPR RI, Umbu Rudi diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan pemenangan Golkar di NTT.*/)llt

     

  • Umbu Rudi Kabunang: Sosok di Balik Sumba United, Siap Guncang ETMC 2025

    Umbu Rudi Kabunang: Sosok di Balik Sumba United, Siap Guncang ETMC 2025

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bergelora dengan hadirnya Sumba United. Klub pendatang baru ini siap unjuk gigi di Eltari Memorial Cup (ETMC) 2025. Di balik kemunculan klub ini, ada satu sosok kunci yang menjadi motor penggerak yaitu Dr. Umbu Rudi Kabunang. Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini bertekad membawa sepak bola Sumba ke level lebih tinggi.

    “Sumba United sudah siap mengikuti agenda PSSI NTT tahun 2025,” ujar Umbu Rudi Kabunang Ketika dihubungi, Kamis (6/3/2025).

    Keseriusan Umbu Rudi Kabunang dalam membangun tim ini bukan main-main. Sejak 2024, klub telah menjalani latihan intensif, mempersiapkan skuad terbaik untuk berlaga di Liga 4 ETMC 2025 yang akan digelar di Ende pada Oktober mendatang.

    Tak hanya menyiapkan tim, Umbu Rudi Kabunang juga memastikan legalitas Sumba United sebagai anggota resmi Asprov PSSI NTT. Langkah ini penting agar klub bisa tampil di berbagai kompetisi resmi, mulai dari U-13, U-15, U-17, hingga ETMC.

    “Kami sedang menyelesaikan dokumen administrasi dan badan hukum klub. Targetnya, Sumba United bisa berkembang sebagai klub profesional yang mampu bersaing di kancah sepak bola nasional,” tegasnya.

    Sebelumnya, Sumba United hanya tampil di pertandingan lokal. Namun dengan semangat baru, klub ini berambisi menembus turnamen bergengsi di tingkat provinsi.

    “Kami ingin membawa warna baru bagi sepak bola NTT,” tambah Umbu Rudi Kabunang penuh optimisme.

    Asprov PSSI NTT saat ini tengah menggelar Liga 4 NTT, ETMC XXXIII 2024 yang berlangsung di Stadion Oepoi, Kupang, sejak 3 hingga 23 Maret 2025.

    Akankah Sumba United menjadi kekuatan baru di ETMC 2025? Semua mata tertuju pada gebrakan tim ini di lapangan hijau.*/)js/llt

  • Ke Menpora Dito, Umbu Rudi Kabunang Dorong Cabor Pacuan Kuda PON XXII Digelar di Sumba

    Ke Menpora Dito, Umbu Rudi Kabunang Dorong Cabor Pacuan Kuda PON XXII Digelar di Sumba

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Sumba semakin bersinar di dunia olahraga berkuda. Anggota Fraksi Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengusulkan penyelenggaraan PON XXII 2028 khususnya cabang olahraga (cabor) Pacuan Kuda diselenggarakan di di Sumba Timur dan Sumba Barat. Potensi besar daerah ini dalam olahraga berkuda membuatnya membutuhkan fasilitas pacuan kuda yang lebih memadai.

    Usulan Umbu Rudi Kabunang itu disampaikan langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo di Jakarta, Jumat (28/2/2025). Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Ketua Umum- (Waketum) DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Korwil NTT, Angel Da Silva itu langsung direspons luar biasa oleh Menpora Dito.

    Tak menunggu lama, Menpora langsung menghubungi Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Aryo Djojohadikusumo, di hadapan Umbu Rudi.

    “Beliau (Menpora) langsung telepon Pak Aryo di depan kami,” ujar Umbu Rudi dengan penuh semangat.

    Dalam percakapan tersebut, Aryo Djojohadikusumo berjanji akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun serta menyempurnakan fasilitas stadion pacuan kuda di Sumba Timur dan Sumba Barat.

    “Pak Aryo bilang mereka akan meninjau langsung lokasi di Sumba dan bekerja sama dengan Kementerian PU untuk pembangunannya,” tambah Umbu Rudi.

    Tak ingin usulan ini hanya sekadar wacana, Umbu Rudi berencana bertemu langsung dengan Aryo Djojohadikusumo untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai harapan.

    Jika proyek ini terealisasi, Sumba tak hanya bersiap menjadi tuan rumah PON XXII khusus cabor pacua kuda, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pengembangan olahraga berkuda nasional. Semua mata kini tertuju pada langkah konkret pemerintah dan pemangku kebijakan untuk menjadikan Sumba sebagai episentrum pacuan kuda Indonesia.*/)llt/thom