TAMBOLAKA,SELATANINDONEIA.COM โ Upaya percepatan pembangunan layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia kembali mendapat sorotan. Sekretaris Jenderal Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia, Petrus Sihombing, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (29/4/2026), di tengah dorongan agar proyek strategis nasional di sektor kesehatan segera rampung.
Kunjungan Petrus Sihombing itu setelah lima hari sebelumnya Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengunjungi RSUD Reda Bolo yang berlokasi di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya itu.
Petrus Sihombing mengunjungi RSUD itu menjelang pelantikan Dewan Pengurus Cabang GEMPAR se-Pulau Sumba. Setibanya di Tambolaka, Petrus disambut langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, yang juga menjabat Sekretaris DPD GEMPAR Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama jajaran pengurus organisasi setempat.
Rangkaian agenda diawali dengan aksi penanaman pohon di kawasan wisata Hutan Watuganggorok. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan di daerah.
Namun, fokus utama kunjungan tertuju pada peninjauan pembangunan RSUD Reda Bolo. Rumah sakit ini digadang-gadang menjadi fasilitas rujukan utama di Pulau Sumba. Di lokasi proyek, rombongan disambut Direktur RSUD Reda Bolo, Evi Marpaung. Mereka meninjau sejumlah ruang layanan yang tengah dibangun serta berdialog dengan pihak pelaksana proyek mengenai progres pekerjaan dan kendala di lapangan.
Dalam keterangannya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla menegaskan bahwa percepatan pembangunan RSUD Reda Bolo merupakan mandat langsung yang harus dikawal secara serius. Ia mengungkapkan, setelah kunjungan Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu, pemerintah daerah diminta memastikan rumah sakit tersebut dapat segera difungsikan.
โSaya diberi tugas khusus untuk memantau agar RSUD Reda Bolo bisa segera beroperasi, apalagi ini merupakan bagian dari program nasional,โ ujarnya.
Menurut dia, kehadiran rumah sakit ini sangat krusial mengingat kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Pulau Sumba masih terbatas. Selama ini, masyarakat kerap harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Petrus Sihombing menilai, keterlibatan organisasi kepemudaan dalam mengawal pembangunan daerah merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Ia menegaskan, GEMPAR akan terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas publik, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Peninjauan ini juga menjadi ruang evaluasi bersama antara pemerintah daerah, pengelola rumah sakit, dan elemen masyarakat. Sejumlah catatan terkait percepatan pekerjaan, kesiapan sumber daya manusia, hingga kelengkapan sarana prasarana menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama GEMPAR berharap pembangunan RSUD Reda Bolo dapat segera diselesaikan sesuai target. Dengan demikian, layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas di Pulau Sumba dapat segera terwujud, sekaligus mengurangi kesenjangan akses kesehatan di kawasan timur Indonesia.*/kominfoSBD/llt













Komentar