Waikabubak Siap Sambut PON 2028, Pacuan Kuda Tanpa Pelana Resmi Dipertandingkan
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Cabang olahraga berkuda pacu dipastikan akan menjadi salah satu magnet pada Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Cabang olahraga berkuda pacu khususnya nomor pacuan kuda tradisional tanpa pelana yang selama ini hidup sebagai tradisi masyarakat NTT khususnya Sumba, resmi masuk sebagai nomor pertandingan.
Venue pacuan kuda PON 2028 direncanakan berlangsung di Lapangan Pacuan Gelora Pada Ewata, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Penetapan tersebut menjadi pengakuan nasional atas tradisi panjang pacuan kuda yang telah mengakar kuat di Pulau Sumba.
Sekretaris Jenderal DPP Federasi Nasional Pordasi Pacu, Prasetyo Oedjiantono, pada Kamis (12/3/2026), mengatakan federasi telah menggelar rapat pimpinan secara daring pada Selasa (10/3/2026) yang diikuti jajaran pengurus pusat, direktur pacu, serta ketua pengprov dan pengda. Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus langkah awal menyiapkan program Road to PON 2028.
โKepercayaan pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia kepada Federasi Nasional Pordasi Pacu harus kita jawab dengan kerja serius. Berkuda pacu harus dikelola secara profesional untuk meningkatkan prestasi atlet, kualitas kuda pacu, dan mutu penyelenggaraan lomba,โ ujar Prasetyo.
Menurut dia, PON 2028 menjadi kesempatan besar untuk memperkuat pembinaan nasional sekaligus mengangkat potensi kuda-kuda lokal tradisional yang selama ini berkembang di berbagai daerah.
Federasi, jelas Prasetyo menambahkan, Prasetyo menjelaskan bahwa dalam Road to PON XXII 2028, federasi akan menyiapkan sekitar 20 nomor pertandingan untuk kelas kuda A hingga J, dengan perhatian khusus pada kelas G, H, I, dan J yang diisi kuda rakyat atau kuda lokal tradisional. Nomor ini akan diperlombakan baik untuk jarak pendek (sprint) maupun jarak jauh (stayer), memastikan seluruh kuda lokal memiliki kesempatan bersaing.
Selain itu, federasi juga akan menyelenggarakan sejumlah Pelatihan dan lokakarya untuk joki, pelatih, dan stewards. Juga Sertifikasi stewards dan asisten stewards. โPenunjukan petugas pertandingan (racing official) dari tuan rumah dibantu personel berpengalaman dari FN Pordasi Pacu. Dan simulasi dan uji coba lomba menuju PON 2028,โ jelasnya.
Prasetyo menekankan, โIni momentum penting. Kuda lokal yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat di berbagai daerah kini mendapat ruang di panggung nasional.โ
Sementara itu, Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menyebut keputusan memasukkan pacuan kuda tanpa pelana sebagai nomor resmi pertandingan merupakan hasil perjuangan panjang.
Menurut Umbu Rudi, sejak awal NTT ditetapkan sebagai tuan rumah PON, pihaknya konsisten memperjuangkan agar tradisi pacuan tanpa pelana tidak sekadar menjadi atraksi budaya, tetapi diakui sebagai nomor olahraga resmi.
โKami yakinkan bahwa pacuan tanpa pelana adalah kekuatan NTT, khususnya Sumba. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga olahraga yang memiliki sistem pembinaan dan basis penggemar yang besar,โ kata Umbu Rudi.
Ia menjelaskan, proses pengajuan tersebut memerlukan argumentasi teknis, data pembinaan, serta komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk KONI pusat dan pengurus federasi.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil ketika Waikabubak di Sumba Barat ditetapkan sebagai lokasi pertandingan berkuda pacu PON 2028. Lapangan Pacuan Gelora Pada Ewata dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi arena pacuan bertaraf nasional.
Bagi masyarakat Sumba, keputusan ini bukan sekadar agenda olahraga. Pacuan kuda tanpa pelana telah lama menjadi denyut kehidupan masyarakat, diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari identitas budaya pulau tersebut.
Umbu Rudi bahkan memasang target ambisius. Ia berharap kontingen NTT mampu meraih setidaknya 10 medali emas dari cabang olahraga berkuda pacu pada PON 2028.
โSekarang saatnya kita bersiap. Para pemilik kuda, pelatih, dan joki muda harus mulai mempersiapkan diri. PON 2028 adalah panggung besar bagi kuda-kuda lokal Sumba,โ ujarnya.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar dua tahun, federasi bersama pengurus provinsi di berbagai daerah juga akan mulai menggelar simulasi pertandingan menuju PON 2028, termasuk penyusunan standar aturan lomba untuk menyatukan berbagai tradisi pacuan yang selama ini berkembang di Indonesia.
Bagi NTT, terutama Sumba Barat, PON 2028 bukan sekadar kompetisi olahraga nasional. Ia menjadi panggung pengakuan bahwa tradisi lokal yang lahir dari masyarakat dapat berdiri sejajar di arena olahraga nasional.*/llt













Komentar