GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Robusta di Ladang Rakyat, Asa Baru Sumba Tengah

Robusta di Ladang Rakyat, Asa Baru Sumba Tengah

Wakil Bupati Sumba Tengah, Martinus Umbu Djoka ketika bersama masyarakat menananam anakan Kopi Robusta di Desa Maradesa Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Rabu (4/2/2026). Foto: ProkopimSTeng

Dorong Ekonomi Berbasis Pertanian, Wabup Sumba Tengah Tanam 1.700 Anakan Kopi Robusta

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penanaman anakan kopi Robusta di Desa Maradesa Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Rabu (4/2/2026).

Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, secara langsung menanam kopi Robusta bersama Kelompok Tani Harapan Bersama dalam kunjungan kerjanya ke desa tersebut. Sebanyak 1.700 anakan kopi diserahkan kepada masyarakat untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan desa.

Umbu Djoka menegaskan, kopi Robusta memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi rakyat apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Karena itu, ia meminta agar seluruh anakan kopi yang diberikan benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik.

โ€œKalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh, kopi bisa mengubah ekonomi masyarakat. Ini bukan sekadar tanam lalu ditinggalkan,โ€ ujar Umbu Djoka dalam arahannya kepada kelompok tani.

Kolaborasi Pemkab Ngadaโ€“Bank NTT, Dorong Transparansi Keuangan Berbasis Digital

Ia juga mengimbau anggota kelompok tani untuk saling mengingatkan dalam menyiapkan lahan, menggali lubang tanam, serta memastikan pemeliharaan tanaman berjalan secara konsisten. Selain di lahan kebun, masyarakat dianjurkan menanam kopi di sekitar pekarangan rumah yang memiliki tanaman pelindung agar pertumbuhannya mudah dipantau.

โ€œHayati ini sebagai berkat Tuhan. Keberhasilan kopi ini sepenuhnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,โ€ kata Umbu Djoka.

Kepala Desa Maradesa Selatan, Manggris M. T. Hoba, menyampaikan bahwa pengembangan kopi Robusta merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mengelola dan menjaga sumber daya alam demi keberlanjutan hidup generasi sekarang dan mendatang.

Ia mengajak seluruh warga dari Dusun I, Dusun II, dan Dusun III untuk membangun koordinasi, integritas, serta sinergi dalam merawat tanaman kopi yang telah difasilitasi oleh pemerintah daerah.

โ€œIni bukan hanya program pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan anak cucu kita,โ€ ujarnya.

Perubahan Status Bank NTT Perkuat Fokus Pembangunan Daerah

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah, Nyong U. K. Pari, menilai Desa Maradesa Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya kopi. Namun, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama dalam pengembangannya.

Menurut Nyong, dibutuhkan pendekatan yang lebih intensif kepada masyarakat agar budidaya kopi dapat berjalan optimal. โ€œPerlu lebih banyak duduk bersama, berdiskusi, dan berbicara dari hati ke hati,โ€ katanya.

Ia menambahkan, saat ini telah tersedia lahan milik masyarakat seluas sekitar 2 hektare yang direncanakan untuk penanaman kopi pada November 2026. Lahan tersebut diharapkan menjadi percontohan pengembangan kopi rakyat di wilayah Sumba Tengah.

Melalui pengembangan kopi Robusta, pemerintah daerah berharap terjadi perubahan pola pikir masyarakat menuju pertanian yang lebih produktif, bernilai ekonomi tinggi, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.*/ProkopimSTeng/llt

Gubernur Melki Dukung Bank NTT Beralih Status ke Perseroda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement