GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Olahraga Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Pacuan Kuda Tanpa Pelana Masuk PON 2028, Umbu Saingu Poti: Momentum Emas Kebangkitan Ekonomi, Budaya, dan Pariwisata Sumba

Pacuan Kuda Tanpa Pelana Masuk PON 2028, Umbu Saingu Poti: Momentum Emas Kebangkitan Ekonomi, Budaya, dan Pariwisata Sumba

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang ketika melantik Umbu Saingu Poti sebagai Ketua Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Tengah di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Sumba Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: angkapan layar tiktok ProkopimSB

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Keputusan memasukkan pacuan kuda tanpa pelana sebagai cabang resmi dalam Pekan Olahraga Nasional 2028 disambut antusias Ketua Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Tengah, Umbu Saingu Poti. Ia menilai langkah ini bukan sekadar pengakuan olahraga, melainkan titik balik kebangkitan ekonomi rakyat, pelestarian budaya, dan penguatan daya tarik pariwisata Sumba di panggung nasional.

Di arena Gelora Pada Eweta, derap kuda yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumba kini menemukan ruang baru dalam sistem olahraga nasional. Bagi Umbu Saingu Poti, pengakuan terhadap pacuan kuda tanpa pelana adalah bentuk legitimasi atas tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

โ€œIni adalah ciri khas kita. Pacuan kuda tanpa pelana bukan hanya olahraga, tetapi bagian dari identitas masyarakat Sumba,โ€ ujarnya kepada SelatanIndonesia.com, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu NTT Umbu Rudi Kabunang, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan olahraga yang telah mendorong cabang ini masuk ke dalam PON 2028. โ€Terima kasih kepada Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang, Bapak Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, Ketua Umum KONI Pusat dan Pengurus Pusat Fedrasi Nasional Pordasi Pacu dan dukungan para Bupati se Sumba sehingga Pacuan Kuda Tanpa Pelana sudah sukses masuk diperlombakan di PON,โ€ sebutnya.

Penunjukan Sumba Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga berkuda pacu semakin memperkuat optimisme. Umbu Saingu Poti menilai, momentum ini harus dimanfaatkan secara kolektif oleh seluruh kabupaten di daratan Sumba agar dampaknya dirasakan merata.

Gubernur Melki Laka Lena Dorong HIPMI NTT Perkuat Produksi, Defisit Perdagangan Rp51 Triliun Jadi Alarm Keras

Menurut dia, keterlibatan lintas daerah penting, tidak hanya dalam aspek penyelenggaraan, tetapi juga dalam membangun ekosistem olahraga berkuda yang berkelanjutan. โ€œKami berharap semua daerah di Sumba bisa terlibat, baik langsung maupun tidak langsung,โ€ katanya.

Usai pelantikan pengurus kabupaten, Pengkab FN Pordasi Pacu Sumba Tengah langsung melakukan konsolidasi internal. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan menghadapi Kejuaraan Nasional 2026 dan PON 2028, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelatih, wasit, dan joki.

โ€œKami sangat antusias menyambut pelatihan ini. Ini bagian dari upaya membangun kualitas dan profesionalisme,โ€ ujar Umbu Saingu Poti.

Di luar aspek olahraga, ia menyoroti dampak luas yang berpotensi muncul dari masuknya pacuan kuda tanpa pelana ke dalam PON. Sektor ekonomi lokal diperkirakan akan terdorong, terutama melalui peningkatan aktivitas peternakan kuda, kebutuhan logistik event, hingga geliat usaha mikro masyarakat. “Kami mengajak masyarakat untuk terus berternak kuda Sumba,” katanya.

Sumba selama ini dikenal mampu menggelar pacuan dengan skala besar, bahkan hingga melibatkan sekitar 1.000 ekor kuda dalam satu event. Skala ini dinilai sebagai kekuatan tersendiri yang dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi jika dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan.

Bupati SBD Gandeng Swasta Kembangkan Arung Jeram, Sungai Dikira Jadi Destinasi Baru Wisata Alam

Selain itu, pacuan kuda tanpa pelana juga memiliki nilai budaya yang kuat. Atraksi joki yang menunggang kuda tanpa perlengkapan modern menghadirkan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Bagi wisatawan, pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya khazanah pariwisata Sumba.

Integrasi antara olahraga, budaya, dan pariwisata pun dinilai sebagai strategi penting. Event pacuan kuda dapat dipadukan dengan agenda wisata lainnya, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Dengan rangkaian agenda menuju PON 2028 yang telah disusun, mulai dari Kejurnas 2026 hingga Pra-PON 2027, Umbu Saingu Poti menegaskan komitmen pihaknya untuk tidak sekadar menjadi peserta, tetapi juga bagian dari penggerak utama kemajuan olahraga berkuda di Nusa Tenggara Timur.

โ€œKalau ini dikelola dengan baik, kita tidak hanya bicara soal prestasi. Ini tentang masa depan Sumba,โ€ ujarnya.

Derap kuda di Sumba kini tidak lagi sekadar tradisi, melainkan simbol transformasi. Dari lintasan tanah yang sederhana, pacuan kuda tanpa pelana melaju menuju panggung nasional, membawa harapan baru bagi ekonomi, budaya, dan pariwisata masyarakatnya.*/llt

Di Tangan Bupati Ratu Wulla, 80 Pejabat Mengemban Amanah Perubahan SBD

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement