WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Disiplin aparatur sipil negara kembali menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah. Dalam apel kerja yang digelar Rabu (1/4/2026), Sekretaris Daerah Bernardus B. Gela menekankan pentingnya kehadiran dan tanggung jawab pegawai di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumba Tengah itu dihadiri Wakil Bupati M. Umbu Djoka, jajaran staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh pegawai dan PPPK. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen birokrasi daerah.
Dalam arahannya, Sekda Bernardus menyinggung laporan kehadiran pegawai yang menunjukkan kecenderungan tingginya ketidakhadiran dengan alasan izin. Ia mengingatkan bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
โPelayanan publik tidak boleh terganggu karena lemahnya kedisiplinan. Setiap aparatur memiliki tanggung jawab yang melekat pada tugasnya,โ ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga bersiap menghadapi perubahan pola kerja aparatur. Mulai 1 April 2026, ASN akan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama dua bulan sebagai bagian dari transformasi budaya kerja yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri. Kebijakan ini, menurut Bernardus, masih akan dikaji secara teknis agar tetap selaras dengan kebutuhan pelayanan di daerah.
Tak hanya soal disiplin dan sistem kerja, Sekda juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kantor. Ia menginstruksikan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meluangkan waktu satu jam sebelum bekerja guna membersihkan area masing-masing.
Lingkungan kerja yang bersih, kata dia, tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan etos kerja aparatur.
Perhatian juga diarahkan pada persoalan lingkungan di kompleks perkantoran Makatul. Dalam tiga bulan terakhir, ternak besar dilaporkan kerap berkeliaran dan merusak tanaman di area tersebut. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah penanganan agar kondisi lingkungan tetap terjaga.
Selain itu, Sekda Bernardus mengingatkan agenda penting pemerintahan, yakni penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumba Tengah dalam sidang paripurna DPRD pada 7 April mendatang. Seluruh pimpinan perangkat daerah diminta hadir dan mengikuti proses tersebut secara serius.
Apel kerja ini menjadi penegasan bahwa pembenahan birokrasi tidak hanya bertumpu pada kebijakan besar, tetapi juga pada hal-hal mendasarโdisiplin, kebersihan, dan konsistensi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Di tengah perubahan pola kerja, komitmen aparatur menjadi kunci menjaga kualitas pelayanan publik tetap berjalan.*/prokopimSTeng/llt













Komentar