KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Di halaman Masjid KH. Ahmad Dahlan, Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Rabu (27/5/2026), seekor sapi berbobot lebih dari satu ton berdiri tenang di tengah kerumunan civitas akademika, tokoh agama, dan masyarakat. Sapi bernama โSiloamโ itu bukan sekadar hewan kurban. Ia menjadi simbol hadirnya negara dalam merawat solidaritas sosial dan persaudaraan lintas iman di Nusa Tenggara Timur.
Bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah tersebut diserahkan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena kepada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Muhammadiyah Kupang, Syamsul Bahri.
Momentum penyerahan sapi kurban itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di tengah keberagaman masyarakat NTT, Idul Adha dimaknai tidak hanya sebagai ibadah keagamaan, melainkan juga ruang memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan toleransi.
โIdul Adha adalah momentum spiritual dan sosial untuk menumbuhkan keikhlasan, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan memupuk semangat gotong royong,โ ujar Gubernur Melki.
Menurut Gubernur Melki, bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat NTT menjadi pesan penting bahwa negara hadir bagi seluruh masyarakat, termasuk dalam momentum keagamaan.
Tahun ini, pemerintah pusat menyalurkan 28 ekor sapi kurban ke seluruh kabupaten dan kota di NTT. Setiap sapi dipilih dengan bobot minimal 900 kilogram. โBiasanya bantuan Presiden itu yang paling berat, paling bagus, dan paling mantap,โ kata Gubernur Melki disambut tepuk tangan hadirin.
Namun, lebih dari sekadar ukuran dan bobot, pesan yang ingin ditegaskan adalah pentingnya semangat berkorban demi kepentingan bersama. Gubernur Melki menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan solidaritas sosial dan rasa kekeluargaan antarmasyarakat.
โKalau mau NTT maju, Kota Kupang maju, Muhammadiyah maju, harus punya semangat solidaritas, rela berkorban, dan menjaga kekeluargaan,โ ujarnya.
Pesan toleransi juga mengemuka dalam acara tersebut. Universitas Muhammadiyah Kupang selama ini dikenal sebagai kampus multikultural di NTT. Sebagian besar mahasiswanya justru berasal dari kalangan non-Muslim.
โToleransi di kampus ini sangat tinggi. Sekitar 80 persen mahasiswa di sini adalah umat Kristiani. Ini menunjukkan semangat persaudaraan yang hidup di NTT,โ kata Gubernur Melki.
Bagi civitas akademika UMK, bantuan sapi kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri. Wakil Rektor III UMK Syamsul Bahri mengatakan, bantuan itu sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat semangat berbagi di lingkungan kampus dan masyarakat.
Adapun sapi โSiloamโ yang diserahkan di UMK merupakan hasil persilangan sapi Fries Holland dan Simmental melalui inseminasi buatan. Sapi berusia lima tahun itu memiliki estimasi berat mencapai 1.105 kilogram.
Berdasarkan hasil pengukuran linear, sapi tersebut memiliki lingkar dada 240 sentimeter, panjang badan 208 sentimeter, dan tinggi badan 157 sentimeter. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan, sapi itu dinyatakan sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Di tengah riuh tepuk tangan dan suasana kebersamaan siang itu, โSiloamโ seolah menjadi penanda bahwa kurban bukan hanya tentang memberi, melainkan juga tentang merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur.*/Meldo Nailopo/llt













Komentar