GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Flores Tidak Sendiri, NTT Tidak Sendiri, Gubernur Melki Laka Lena Turun Langsung di Lokasi Gempa Pastikan Negara Hadir

Flores Tidak Sendiri, NTT Tidak Sendiri, Gubernur Melki Laka Lena Turun Langsung di Lokasi Gempa Pastikan Negara Hadir

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua DPRD NTT Emilianan J. Nomleni serta pimpinan Forkopimda NTT tiba di Maumere, Kabupaten Sikka meninjau langsung kondisi masyarakat Flores yang terdampak gempa pada Sabtu (15/8/2026). foto; tangkapan layar tiktok biro adpimntt

Gubernur Melki Pimpin Respons Cepat Turun Langsung di Lokasi, Pemulihan Pasca Gempa Jadi Prioritas

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan duka sekaligus menguji kecepatan pemerintah dalam merespons bencana. Hingga konferensi pers berlangsung, Sabtu (15/8/2026) siang, lima orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya di Kabupaten Sikka dan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai.

Data tersebut masih diverifikasi dan diperbarui berdasarkan laporan tim di lapangan.

Di tengah situasi darurat itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTT bergerak cepat memastikan penanganan tidak berhenti pada pendataan korban dan kerusakan. Pemerintah provinsi juga mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi masyarakat terdampak.

โ€œSebagai Gubernur NTT saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga besar kita di Flores yang hari ini mendapat musibah,โ€ kata Gubernur Melki.

Berbatasan dengan Australia, Selatan Sumba Timur Masih Gelap dan Jalan Rusak Lebih dari 100 Kilometer; Umbu Rudi Kabunang Bawa Aspirasi Warga ke Senayan

Sejak pagi, Pemerintah Provinsi NTT berkoordinasi dengan para bupati di wilayah Flores. Koordinasi itu diarahkan untuk memastikan kondisi masyarakat, mendata korban dan kerusakan, melakukan asesmen lapangan, memetakan kebutuhan mendesak, serta menghubungkan kebutuhan daerah dengan dukungan pemerintah pusat.

Respons tersebut kemudian diperkuat dengan rencana kunjungan langsung Gubernur Melki bersama Kapolda NTT dan jajaran Forkopimda ke wilayah terdampak. Gubernur dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi, termasuk Kabupaten Sikka, untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan berjalan di lapangan.

Gubernur Melki mengatakan, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan laporan awal. Data lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan kebijakan berikutnya, termasuk kemungkinan mengusulkan status bencana nasional sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Namun, untuk saat ini, menurut dia, keselamatan warga menjadi prioritas.

โ€œFokus utama adalah mengevakuasi dan menyelamatkan korban. Seluruh kekuatan Pemprov NTT, Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah kabupaten/kota, dan dukungan pemerintah pusat kita kerahkan untuk penanganan awal,โ€ ujarnya.

Golkar Bukan Penyalur KUR, Bank NTT Tegaskan Sosialisasi Hanya untuk Perkuat Literasi Keuangan UMKM

Pemerintah pusat siapkan dukungan

Penanganan gempa Flores juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Sejak pagi, Gubernur Melki terus berkomunikasi dengan sejumlah menteri terkait untuk memastikan kebutuhan daerah dapat segera ditindaklanjuti.

Kementerian Pekerjaan Umum disebut telah memastikan dukungan dan berencana mengirim jajaran untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di Flores.

Dukungan pemerintah pusat juga diarahkan ke berbagai sektor yang terdampak, mulai dari sosial, kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, perhubungan, telekomunikasi hingga energi.

Langkah tersebut penting karena dampak bencana tidak hanya menyangkut korban dan kerusakan bangunan. Aktivitas masyarakat, akses transportasi, pelayanan publik, komunikasi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar juga harus segera dipulihkan.

Setetes Darah, Sejuta Makna Kemerdekaan: Kanwil Ditjenpas NTT Kumpulkan 53 Kantong Darah

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 08.30 WITA hari ini, Sabtu (15/8/2026).

Meski peringatan dini tersebut telah berakhir, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dalam situasi bencana, informasi yang keliru dapat memperbesar kepanikan dan menyulitkan proses evakuasi maupun penanganan.

Satu pusat informasi

Untuk mencegah simpang siur informasi, pemerintah menyiapkan satu pusat informasi bersama yang kemungkinan ditempatkan di Polda NTT.

Dari pusat informasi tersebut, rilis resmi Forkopimda akan disampaikan secara berkala sehingga masyarakat memperoleh informasi mengenai korban, kerusakan, proses evakuasi, bantuan, dan perkembangan penanganan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketenangan publik di tengah situasi darurat.

โ€œDi saat seperti ini, yang dibutuhkan bukan kepanikan. Yang dibutuhkan adalah ketenangan, kepedulian dan gotong royong,โ€ kata Gubernur Melki.

Menurut dia, kekuatan penanganan bencana bukan hanya berada di tangan pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta seluruh elemen sosial memiliki peran penting dalam memastikan warga terdampak tidak menghadapi bencana seorang diri.

Karena itu, Gubernur Melki mengajak para pelaku usaha di Flores, terutama pemilik toko, rumah makan, warung, serta usaha makanan dan minuman, untuk memberikan akses bagi tim kemanusiaan dan masyarakat yang membutuhkan.

โ€œJangan sampai ada satu pun masyarakat terdampak bencana yang tidak bisa makan dan minum. Keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat adalah prioritas utama kita,โ€ ujarnya.

Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan mekanisme pembayaran dan pertanggungjawaban atas kebutuhan yang digunakan dalam penanganan kemanusiaan.

Ekonomi tetap bergerak

Di tengah upaya penanganan darurat, pemerintah juga berusaha menjaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak berhenti sepenuhnya.

Pameran Pembangunan Provinsi NTT tetap dilaksanakan dengan tema โ€œPeduli Gempa Floresโ€. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk solidaritas kepada masyarakat Flores dan menjaga perputaran ekonomi bagi hampir 600 pelaku UMKM yang telah terlibat.

Keputusan mempertahankan aktivitas ekonomi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak semata-mata berbicara tentang evakuasi dan bantuan darurat. Setelah keselamatan warga dipastikan, pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi harus segera dimulai.

Bagi Flores, gempa kali ini adalah pukulan berat. Namun, pemerintah berupaya memastikan bahwa bencana tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan.

Dari Kupang hingga Flores, koordinasi dilakukan. Dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, dukungan digerakkan. TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah, relawan, pelaku usaha dan masyarakat didorong untuk bergerak dalam satu arah: menyelamatkan warga dan memulihkan kehidupan.

โ€œKetika Flores berduka, seluruh NTT ikut merasakan. Ketika saudara kita membutuhkan pertolongan, kita hadir bersama,โ€ kata Melki.

Flores tidak sendiri.

NTT tidak sendiri.

Di tengah duka dan kehilangan, harapan mulai dibangun melalui respons cepat, gotong royong, dan keberanian untuk segera memulihkan kehidupan masyarakat.

Doa untuk Flores. Kekuatan untuk Flores. NTT bersama Flores.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement