GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Gubernur NTT Olahraga
Beranda / Olahraga / Dr. Umbu Rudi Kabunang Minta Gubernur NTT Dorong Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana Jadi Cabor Resmi PON 2028

Dr. Umbu Rudi Kabunang Minta Gubernur NTT Dorong Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana Jadi Cabor Resmi PON 2028

Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional PORDASI Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Umbu Rudi Kabunang dan Gubernur NTT yang Juga Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional PORDASI Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Umbu Rudi Kabunang, secara resmi meminta Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana agar ditetapkan sebagai cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Nasional XXII oleh KONI Pusat.

Permintaan tersebut disampaikan dalam surat resmi yang diajukan kepada Gubernur NTT dan KONI NTT, Senin (23/2/2026). Hal itu juga menyusul posisi strategis NTT sebagai tuan rumah bersama dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XXII yang akan digelar di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2028. Sebagai tuan rumah, NTT memiliki kewenangan mengusulkan tiga cabang olahraga tambahan untuk dipertandingkan.

Umbu Rudi menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengangkat olahraga berbasis budaya lokal yang telah mengakar kuat di masyarakat. โ€œPacuan kuda tanpa pelana bukan sekadar olahraga, tetapi bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat NTT,โ€ ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, NTT memiliki modal kuat untuk mengusulkan cabang ini. Dari sisi sumber daya, provinsi kepulauan itu disebut memiliki populasi kuda pacu tradisional terbanyak di Indonesia, didukung joki-joki berpengalaman dan organisasi yang solid. Fasilitas pun dinilai memadai, termasuk gelanggang pacuan berstandar nasional di Kabupaten Sumba Barat yang telah ditinjau langsung oleh Pengurus Pusat PORDASI Pacu.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana berpotensi menjadi lumbung medali bagi kontingen NTT. Dari 13 kelas yang dirancang untuk dipertandingkan, pihaknya menargetkan 10 medali emas. Target itu dipasang untuk mendorong NTT menembus lima besar klasemen akhir perolehan medali PON 2028.

Reses Dr. Umbu Rudi Kabunang di SBD: Apresiasi Inovasi Bupati Ratu Wulla di Tengah Evisiensi

โ€œSebagai tuan rumah, kita tidak hanya ingin sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi, administrasi, ekonomi, dan pariwisata,โ€ kata Umbu Rudi, merujuk pada konsep Panca Sukses yang menjadi visi besar pelaksanaan PON 2028.

Dukungan masyarakat disebut sangat kuat. Antusiasme peternak kuda dan komunitas pacuan tradisional terus tumbuh. Untuk memperkuat legitimasi cabang ini, Pengprov Federasi Nasional PORDASI Pacu NTT telah menyusun agenda latihan bersama tingkat nasional pada April 2026 di Sumba Barat sebagai ajang sosialisasi regulasi pertandingan. Agenda tersebut akan berlanjut dengan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana pada Agustus 2026 di Sumba Barat.

Secara administratif, waktu menjadi faktor krusial. Tahun 2026 merupakan tahap awal pendaftaran cabang olahraga resmi ke PB PON. Seluruh persyaratan harus dirampungkan paling lambat dua tahun sebelum pelaksanaan pesta olahraga nasional itu.

Karena itu, Umbu Rudi berharap Gubernur Melki Laka Lena menggunakan kewenangannya untuk mendorong agar cabang Pacuan Kuda Tradisional Tanpa Pelana ini diakomodir oleh KONI Pusat menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di PON XXII tahun 2028.

Bagi NTT, perjuangan ini bukan semata soal tambahan nomor pertandingan. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjadikan olahraga tradisional sebagai panggung prestasi nasional, sekaligus etalase budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.*/llt

Bupati Paulus Henuk Lantik Gustaf Folla Pimpin PDAM, Tekankan Transformasi Layanan dan Kontribusi PAD

Komentar

  1. Aguspen Adnan berkata:

    Momentum pacuan kuda tanpa menjadi cabor resmi PB. Pon 2028 NTB dan NTT adalah langkah panjang puluhan tahun kuda asli Indonesia menjadi tuan rumah di negara Indonesia sendiri. Dengan resmi pacuan kuda tanpa pelana di pertandingania Di pon 2028 adalah menjawab pertanyaan panjang petani peternak kuda asli Indonesia dan sumber daya joki layak di jadikan olahraga unggulan kebanggan Indonesia di masa mendatang. Ini lah pacuan kuda dengan peserta kuda terbanyak di seluruh dunia. Pacuan kuda asli Indonesia mencapai rekor muri dan dunia hampir mencapai 800 ekor kuda dalam satu kejuaraan daerah. Dengan populasi hampir 4.000 ekor kuda di wilayah NTB dan NTT Patut diangkat dan di publikasikan lebih sebagai olahraga unggulan Indonesia asli Dimata dunia. NTB dan NTT salah satu daerah gudang kuda dan joki terbanyak di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement