GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Hukrim Nusantara
Beranda / Nusantara / DPRD TTS Lupa Bicara, Jaksa Bungkam Soal 8 Embung Bermasalah

DPRD TTS Lupa Bicara, Jaksa Bungkam Soal 8 Embung Bermasalah

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS Nikolas Yusuf Soru, SE

SOE,SELATANINDONESIA.COM – DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) seakan lupa bicara mengenai 8 embung yang dikerjakan tahun 2015 yang diduga bermasalah. Teriak kencang DPRD sebagai wakil rakyat seakan redup.

Sementara anggaran negara yang dikucurkan untuk pembangunan 8 embung tersebut nilainya miliaran rupiah, terkesan dibuang percuma tanpa ada manfaatnya bagi masyarakat.

Jaksa yang semula getol untuk memproses kasus tersebut mulai bungkam. Pesan WhatsApp yang dikirim SelataIndonesia.com pada Selasa (2/6/2020) tidak ditanggapi oleh Kejari TTS Fachrizal, SH.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS Nikolas Yusuf Soru, SE yang ditemui di ruang kerjanya ketika ditanya agenda Pansus DPRD juga termasuk melakukan uji petik mengenai 8 embung yang diduga bermasalah.

Yusuf Soru mengatakan, Pansus DPRD Kabuoaten TTS tahun 2019 tidak menjadikan 8 embung yang dikerjakan tahun 2015 sebagai salah satu agenda uji petik Pansus karena tidak ada dalam dokumen LKPJ Bupati TTS dan juga tidak ada fraksi-fraksi yang menyinggung dalam pemandangan umum.

Melki Laka Lena di Jejak Lebaran: Merajut Maaf, Meneguhkan Sinergi NTT

“Dalam LKPJ Bupati dan juga pemandangan umum Fraksi-Fraksi tidak menyinggung soal 8 embung yang diduga bermasalah, sehingga tidak menjadi agenda Pansus untuk lakukan uji petik di lapangan. Lagi pula, 8 embung itu kan dikerjakan tahun 2015 sehingga dalam dokumen LKPJ Bupati juga tidak termuat,” kata Nikolas Yusuf Soru diruangan kerjanya Selasa (2/6/2020).

Kejari TTS Fachrizal, SH beberapa waktu lalu sudah memastikan akan memproses 8 embung yang dikerjakan tahun 2015. Sayangnya janji Kejariย  Fachrizal tersebut hingga kini belum direalisasikan.

Untuk diketahui, 8 embung yang diduga bermasalah yakni embung di Desa Keletunan, embung di desa Skinu, di desa Tuasene, Desa Nusa, di Desa Netpala, Embung di Kelurahan Oekefan, di Desa Nifukiu dan di Noeolin adalah embung yang dibangun tahun 2015 menggunakan dana APBD Perubahan Kabupaten TTS Tahun 2015. Kasus 8 embung tersebut juga disinggung dalam sidang kasus korupsi Embung Mnelalete yang menyeret 5 orang di vonis bersalah oleh Majelis Hakim Tipikor Kupang yang kini sedang proses banding di Pengadilan Tinggi Kupang.

Sementara salah seorang warga TTS yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, sejauh pantauan dia selama ini baik melalui media cetak maupum media online, belum ada satupun anggota DPRD TTS yang berbicara mengenai 8 embung yang diduga bermasalah.

“Saya perhatikan selama ini belum ada anggota DPRD TTS yang bicara mengenai 8 Embung yang diduga bermasalah. Mungkin dong lupa ko atau apa ketong sonde tau. Ya mudah-mudahan dong ju inga ko bicara soal itu 8 embung,” ucapnya dengan logat Kupang. **Paul Papa Resi

Di Bawah Langit Takbir Kupang, Gubernur Melki Menenun Harmoni dalam Keberagaman: Hanya Merah Putih yang Dikibarkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement

Everyone is talking about AK8Win lately. It is wild how much noise this place is making in the gaming scene this year. I decided to check it out myself to see if the hype actually holds up or if it is just a bunch of marketing fluff. Most people just want to know if they can trust the site with their hard-earned cash before they hit the deposit button.

Let's talk money. The 2025 bonus package is pretty decent if you like extra cash. They give a 100% match up to $500. Not bad, right? But the wagering requirements are 35x. You have to put in the work to cash out those winnings. It isn't a walk in the park. Most players find that it takes about a week of steady play to clear those hurdles and get the money into their bank accounts.

The library is massive. Over 40 providers live on this site. You get big names like Pragmatic Play and Evolution Gaming. They hit the ground running back in October 2019. Since then, online casino they have grabbed a huge chunk of the market in Nepal and Malaysia. Many locals love it because they can use Nepalese Rupees. This saves a ton on conversion fees which usually eat about 3% of your bankroll on other sites.

Feature Detail Rating
Welcome Bonus 100% up to $500 4.5/5
Games 3,500+ Slots 4.8/5
Payout Speed 12-24 Hours 4.2/5
Mobile App Android and iOS 4.6/5

Why should you care about this specific platform? There are a few reasons why people are flocking to it right now:

  1. Fast withdrawals usually take less than a day which provides some peace of mind.
  2. Local currency support like NPR means no annoying exchange fees at the bank.
  3. The massive live dealer section has 20+ different studios running 24/7.

And the mobile app? It is surprisingly smooth. I tried it on my old iPhone 12 last Tuesday and it didn't lag once. Most sites feel clunky but this one is snappy. Is it perfect? Probably not. The Curacao license is okay, but it isn't the gold standard of the industry. You still need to be careful with your limits. Always gamble with money you can afford to lose because that is just common sense in this game.

Honestly, it feels like a solid choice for casual players. Just keep an eye on those terms and conditions because they can be a bit tricky. If you are looking for a new spot to spin some reels, this might be your best bet this month. They even added 50 free spins to the welcome pack last January. That is a sweet little cherry on top for slot fans. Go ahead and give it a whirl if you feel lucky today.