GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Politik
Beranda / Politik / DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang dan CIS Timor Bersinergi, Perempuan Desa di Kodi Bangedo Dorong Transisi Energi Adil

DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang dan CIS Timor Bersinergi, Perempuan Desa di Kodi Bangedo Dorong Transisi Energi Adil

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga bersama Relawan CIS Timor dan masyarakat tiga desa di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya usai pertemuan di Desa Waikaninyo, Selasa (28/4/2026). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM ย โ€” Dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat desa berbasis energi berkeadilan kian menguat. Anggota DPR RI, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja-kerja advokasi yang dilakukan oleh CIS Timor di tiga desa di Kecamatan Kodi Bangedo dan Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan audiensi bersama kelompok perempuan dan kelompok rentan yang digelar di Desa Waikaninyo, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program WE for JET yang didukung Oxfam di Indonesia, dengan fokus pada penguatan kepemimpinan perempuan dan kelompok rentan dalam transisi energi berkeadilan.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, para perempuan desa dan kelompok marginal memaparkan potensi lokal yang dimiliki, mulai dari pengembangan usaha kecil hingga pemanfaatan energi terbarukan. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Umbu Rudi, yang hadir sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan NTT.

Respons konkret pun diberikan. Umbu Rudi menyatakan dukungan tidak hanya dalam bentuk advokasi kebijakan, tetapi juga bantuan langsung bagi masyarakat. Ia berkomitmen menyumbangkan 100 sak semen untuk pembangunan tungku hemat energi di tiga desa dampingan, yakni Desa Waikaninyo, dan Desa Umbu Ngedo di Kecamatan Kodi Bangedo dan Desa Loko Kalada Kecamantan Loura.

โ€œLangkah-langkah seperti ini penting karena menyentuh akar persoalan masyarakat. Kita tidak bisa bicara pembangunan tanpa menyelesaikan masalah dasar seperti kemiskinan,โ€ ujarnya.

Setelah Menkes, Sekjen GEMPAR Datangi RSUD Reda Bolo: Bupati Ratu Wulla Kawal Percepatan Proyek Nasional

Ia menilai program yang dijalankan CIS Timor bersama warga desa merupakan pendekatan konkret dalam menjawab persoalan struktural, termasuk tingginya angka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di NTT. Menurutnya, kemiskinan menjadi faktor utama yang mendorong kerentanan tersebut.

โ€œNTT masih menjadi salah satu daerah dengan angka TPPO tertinggi. Bahkan wilayah Sumba termasuk yang paling rentan. Karena itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat desa menjadi kunci,โ€ kata Umbu Rudi.

Ia juga menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak, termasuk melalui kerja-kerja legislasi di DPR RI. Salah satu perhatian yang disoroti adalah kasus kekerasan terhadap pekerja rumah tangga asal Sumba yang sempat mencuat secara nasional dan mendorong lahirnya regulasi perlindungan korban.

Selain itu, Umbu Rudi menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Ia menyebut bahwa ketersediaan pangan lokal di NTT sebenarnya melimpah, namun belum diimbangi dengan pengelolaan dan akses pasar yang memadai.

โ€œProduksi saja tidak cukup. Pasar harus disiapkan. Di sini peran pemerintah sangat penting, termasuk dalam membuka akses ke program seperti kredit usaha rakyat dan skema hilirisasi,โ€ ujarnya.

Bupati Ratu Wulla Perkuat Biosekuriti, Penyelundupan Hewan di Waikelo Jadi Ancaman Ekonomi Daerah

Sementara itu, Koordinator CIS Timor untuk Kabupaten Sumba Barat Daya, Katharina Surach Bato menjelaskan bahwa program WE for JET telah berjalan sejak Juli 2023 dan akan berlangsung hingga Juni 2028. Program ini menyasar enam desa di dua kabupaten di NTT, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya dan Timor Tengah Selatan.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya, program ini difokuskan di tiga desa di Kecamatan Kodi Bangedo, yaitu Waikaninyo, Loko Kalada, dan Umbu Ngedo. Adapun tiga desa lainnya berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Program ini dirancang untuk mendorong perempuan dan kelompok rentan agar lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam mengadvokasi transisi energi berkeadilan.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya didorong untuk memahami isu energi terbarukan, tetapi juga diperkuat dari sisi ekonomi, kepemimpinan, dan akses terhadap sumber daya.

Audiensi tersebut menjadi ruang temu antara suara masyarakat desa dan pembuat kebijakan. Di forum itu, para champion perempuan tidak hanya memaparkan potensi desa, tetapi juga menyampaikan kebutuhan nyata, mulai dari dukungan usaha, pelatihan, hingga akses jaringan pasar.

Di Gelora Pada Eweta, Dr. Umbu Rudi Kabunang Lantik Empat Ketua Pordasi Pacu Se-Sumba, Pacuan Tanpa Pelana Siap Debut di PON 2028

Hasilnya, selain komitmen dukungan dari DPR RI, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan desa yang lebih inklusif.

Dalam konteks transisi energi yang tengah didorong secara nasional, keterlibatan kelompok rentan menjadi kunci agar proses perubahan tidak meninggalkan siapa pun. Dari desa-desa di Kodi Bangedo, upaya itu kini mulai menemukan pijakannya, dengan dukungan yang kian nyata dari tingkat pusat.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement