GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar
Beranda / Golkar / DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Kiprah Ketua Pengadilan Agama Waingapu: Rawat Toleransi dan Bantu Pendidikan Anak Sumba

DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Kiprah Ketua Pengadilan Agama Waingapu: Rawat Toleransi dan Bantu Pendidikan Anak Sumba

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang (kiri) saat bertemu Ketua Pengadilan Agama Waingapu, H. Fahrurrozi, S.H.I.,M.H, Senin ((16/3/2026). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM โ€” Kepedulian terhadap masa depan generasi muda di Sumba Timur menghadirkan cerita tersendiri dari lingkungan peradilan. Bagi Umbu Rudi Kabunang, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Golkar, kiprah Ketua Pengadilan Agama Waingapu, H. Fahrurrozi, S.H.I.,M.H layak diapresiasi karena melampaui batas tugas formal seorang hakim.

Apresiasi itu disampaikan Umbu Rudi saat berkunjung ke kantor Pengadilan Agama di Waingapu, Senin (16/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menilai peran seorang pejabat publik tidak berhenti pada tugas administratif dan yudisial, tetapi juga pada sejauh mana ia menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

โ€œPak Ketua Pengadilan Agama Waingapu tidak hanya menjalankan tugas peradilan. Ia juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap pendidikan anak-anak, khususnya di wilayah pedalaman Sumba,โ€ ujar Umbu Rudi.

Anggota Komisi XIII DPR RI itu juga menilai Fahrurrozi sebagai sosok yang aktif merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Sumba Timur. Dalam berbagai kesempatan, Fahrurrozi kerap menyerukan pentingnya toleransi antarumat beragama, sebuah nilai yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Sumba.

Di balik tugasnya memimpin lembaga peradilan agama, Fahrurrozi menyimpan perhatian khusus pada pendidikan anak-anak daerah. Sejak dipercaya memimpin Pengadilan Agama Waingapu sekitar tiga tahun lalu, ia berupaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Sumba Timur.

Satyaraga Asuransi Jasindo di Kupang, Dorong Pembentukan Karakter Generasi Muda Lewat Kompetisi Basket 3×3

Melalui jejaring pertemanan dengan sejumlah akademisi di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, ia berupaya melobi agar anak-anak Sumba mendapat kesempatan beasiswa. Beberapa mahasiswa bahkan sudah menjalani studi mereka di luar daerah.

โ€œSaya mencoba menghubungi teman-teman di universitas di Jawa yang memiliki program beasiswa agar anak-anak Sumba bisa diakomodasi. Sekarang mereka sudah kuliah,โ€ ujar Fahrurrozi.

Tak jarang, sebelum dana beasiswa resmi cair, ia terlebih dahulu menalangi kebutuhan awal para mahasiswa tersebut. Bagi Fahrurrozi, langkah kecil itu adalah bentuk tanggung jawab moral kepada generasi muda Sumba yang memiliki semangat belajar tetapi terbatas secara ekonomi.

Semangat serupa juga terlihat dari keluarganya. Istri Fahrurrozi memilih terlibat langsung dalam dunia pendidikan dengan mengajar di madrasah Padadita di Waingapu, meskipun tidak berlatar belakang pendidikan keguruan.

โ€œDia hanya ingin ikut membantu memajukan pendidikan anak-anak di sini,โ€ kata Fahrurrozi.

Umbu Lili Pekuwali Menyalakan Harapan dari Waingapu: Pendidikan Diteguhkan sebagai Jalan Memanusiakan Manusia

Bahkan pasangan ini secara rutin memberikan perhatian pada delapan guru madrasah di Pulau Salura, wilayah kepulauan kecil yang masih termasuk Kabupaten Sumba Timur.

Bagi Fahrurrozi, pengalaman bertugas di Sumba Timur justru menghadirkan kesan mendalam. Ia mengaku menemukan suasana sosial yang hangat dan penuh toleransi.

โ€œSaya justru merasa semakin betah bertugas di Sumba Timur karena masyarakatnya sangat menghargai kebersamaan dan toleransi,โ€ ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan, ia juga mengingatkan para perantau yang bekerja dan mencari nafkah di Sumba Timur untuk menyalurkan zakat di daerah tempat mereka hidup dan bekerja. Menurutnya, zakat yang dibayarkan di daerah akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Kiprah tersebut, menurut Umbu Rudi Kabunang, menunjukkan bahwa pengabdian seorang aparatur negara dapat melampaui batas institusionalnya.

Deklarasi โ€œSumba Barat Membacaโ€, Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Literat dan Target Setahun Bebas Buta Aksara

โ€œKetika seorang pejabat hadir tidak hanya sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada pendidikan, toleransi, dan kesejahteraan warga, di situlah makna pengabdian menemukan bentuknya yang paling nyata,โ€ kata Umbu Rudi.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement