GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Business Eksbis Golkar Internasional Politik
Beranda / Politik / Dampingi Presiden Prabowo Bertemu Vladimir Putin, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi Indonesia di Rusia

Dampingi Presiden Prabowo Bertemu Vladimir Putin, Menteri Bahlil Kawal Diplomasi Energi Indonesia di Rusia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).foto;dok.BL

VLADIVOSTOK,SELATANINDONESIA.COM โ€” Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Kehadiran Menteri Bahlil menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menerjemahkan hubungan strategis kedua negara ke dalam kerja sama konkret, terutama di sektor energi.

Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 dalam format working lunch. Presiden Putin menyambut langsung kedatangan Presdien Prabowo dan menilai intensitas komunikasi kedua pemimpin menunjukkan semakin strategisnya hubungan Indonesia-Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bahlil berada di antara jajaran menteri yang mendampingi Presiden Prabowo. Selain Menteri Bahlil, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares.

Keterlibatan Menteri Bahlil bukan sekadar mendampingi agenda kenegaraan. Menteri ESDM itu membawa mandat untuk mengawal agar pembicaraan tingkat kepala negara mengenai energi dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama sektoral yang konkret.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kehadiran Bahlil memiliki posisi strategis dalam memastikan agenda energi yang dibicarakan kedua negara tidak berhenti pada kesepakatan politik, tetapi dapat diterjemahkan dalam kerja sama yang memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

104 Kuda di Watu Asa Mamboro Jadi Sorotan, Pemkab Sumba Tengah Tekankan Proses Hukum Harus Objektif

“Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara,” kata Dwi Anggia.

Momentum EEF ke-11 juga dimanfaatkan Menteri Bahlil untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan kalangan usaha Rusia. Pembicaraan diarahkan pada peluang investasi dan pengembangan kerja sama energi Indonesia-Rusia.

Agenda tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi. Pemerintah membuka ruang kolaborasi internasional untuk menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang sekaligus mencari peluang investasi baru di sektor strategis.

Bagi Indonesia, Rusia memiliki posisi penting dalam peta energi global. Karena itu, diplomasi yang dibawa Menteri Bahlil diarahkan untuk membuka ruang kerja sama yang tidak hanya berkaitan dengan perdagangan energi, tetapi juga investasi dan pengembangan sektor energi dalam jangka panjang.

Kementerian ESDM menegaskan, berbagai peluang kerja sama tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut agar dapat diwujudkan sesuai kebutuhan dan kepentingan kedua negara. Dengan demikian, pertemuan Prabowo-Putin menjadi pintu politik, sedangkan tindak lanjut di tingkat kementerian menjadi tahap penting untuk memastikan kesepakatan tersebut menghasilkan manfaat konkret.

Jika Juara MTQ Nasional, Kafilah NTT Dapat Hadiah Umrah dari Gubernur Melki Laka Lena

Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). foto:dok.BL

Menteri Bahlil di Tengah Diplomasi Prabowo-Putin

Kunjungan Prabowo ke Vladivostok berlangsung pada 1-4 September 2026. Presiden hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11 atas undangan Presiden Putin. Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pidatonya di forum tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan membawa isu kerja sama ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia serta Asia-Pasifik. Pertemuan bilateral dengan Putin kemudian menjadi ruang untuk memperdalam berbagai komitmen strategis kedua negara.

Menteri Bahlil menjadi bagian penting dari rangkaian diplomasi tersebut karena sektor energi merupakan salah satu bidang yang langsung bersinggungan dengan kepentingan strategis Indonesia.

Kementerian ESDM menyebut penguatan kerja sama energi dengan Rusia merupakan bagian dari strategi menghadapi tantangan kebutuhan energi melalui kolaborasi internasional. Namun, setiap peluang tetap akan dikaji secara komprehensif agar implementasinya sejalan dengan kebutuhan dan kepentingan Indonesia.

Dulu Gelap, Kini โ€œListrik Su Dekatโ€: Apresiasi untuk Menteri Bahlil Lahadalia yang Segera Bangun PLTS Komunal di 12 Desa Sumba Timur

Dengan posisi itu, perjalanan Menteri Bahlil bersama Presiden Prabowo ke Rusia bukan hanya soal mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan Presiden Putin. Lebih jauh, Menteri Bahlil ditugaskan memastikan diplomasi tingkat tinggi tersebut memiliki tindak lanjut di sektor energiโ€”dari meja pertemuan para pemimpin negara menuju kerja sama yang dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia.*/llt/ BPMI Setpres/kemenESDM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement