KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dilandasi pemetaan risiko yang sangat rinci, hingga menyentuh setiap nama dan alamat warga terdampak.
Pernyataan ini disampaikan saat Gubernur menerima audiensi Tim SIAP SIAGA Provinsi NTT, antara lain Silvia Fanggidae, Silvester Ndaparoka, Norman Riwukaho, dan Ato Mesakh di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (28/3/2026) siang.
โKita harus memetakan secara rinci dengan pendekatan by name by address. Tidak hanya wilayahnya, tetapi juga siapa saja masyarakat yang terdampak,โ tegas Gubernur Melki.
Langkah ini dianggap krusial mengingat prediksi El Nino yang diperkirakan cukup kuat tahun ini, terutama di wilayah kering yang berpotensi terdampak berulang. Gubernur juga menekankan pentingnya mengantisipasi skenario terburuk dengan memperhitungkan faktor global, mulai dari kondisi alam, ekonomi, hingga dinamika geopolitik.
โBerdasarkan informasi BMKG, kita perlu antisipasi kemungkinan terburuk. Kondisi alam, ekonomi, dan geopolitik bisa memicu eskalasi dampak di berbagai sektor,โ ujar Gubernur Melki.
Selain menekankan kesiapsiagaan, Gubernur menegaskan bahwa penanganan bencana harus menyeluruh, tidak hanya saat tanggap darurat. Seluruh sektor harus terlibat dalam menjaga ketahanan masyarakat NTT, tidak terbatas pada tugas BPBD.
Silvia Fanggidae menambahkan, program SIAP SIAGA yang telah berjalan sejak Maret 2020 fokus pada penguatan sistem pra-bencana. Tim ini juga berkolaborasi dengan BPBD NTT untuk mendorong integrasi kebencanaan dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi El Nino yang diperkirakan kuat, sekaligus menekankan kolaborasi lintas sektor.
โBerbagai kejadian bencana di daerah, seperti Kabupaten Flores Timur, menjadi pengingat bahwa setiap bencana membawa dampak signifikan bagi masyarakat,โ ungkap Silvia.
Selain program pendampingan, Tim SIAP SIAGA Provinsi NTT telah menyiapkan Buku Pembelajaran pasca Bencana Siklon Tropis Seroja, yang akan diluncurkan pada April 2026. Rencana lain adalah peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional pada 26 April 2026, yang diharapkan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, menyampaikan bahwa kehadiran Tim SIAP SIAGA sangat membantu dalam seluruh tahapan kebencanaan, mulai pra-bencana hingga evaluasi pasca-bencana.
Gubernur Melki menegaskan, tahun 2026 harus menjadi momentum memperkuat proyeksi dan pengendalian risiko bencana di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Turut mendampingi Gubernur, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nangge, serta jajaran BPBD Provinsi NTT.*/FaraTherik/llt













Komentar