KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki modal besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan Shorinji Kempo Indonesia. Dengan sekitar 23.000 kenshi atau atlet Kempo yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, NTT memiliki basis pembinaan yang menjadi bekal penting dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII mendatang.
Optimisme tersebut mengemuka dalam pengukuhan dan pelantikan Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov PERKEMI) NTT masa bakti 2026โ2030 di GOR Flobamorata, Kupang, Minggu (1/11/2026). Dalam momentum tersebut, Julie Sutrisno Laiskodat resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengprov PERKEMI NTT oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERKEMI, Laksamana Madya TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadji.
Pengukuhan ini menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus persiapan pembinaan atlet Kempo NTT untuk menghadapi agenda olahraga nasional dan internasional. Salah satu target besar yang dibidik adalah menjadikan Kempo sebagai cabang olahraga andalan dalam perburuan medali emas pada PON XXIII, ketika NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah pada 2028.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang juga menjabat Ketua KONI NTT, menegaskan bahwa Shorinji Kempo memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen NTT.
Menurut Gubernur Melki, capaian NTT pada PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara menjadi modal sekaligus pijakan untuk meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan PON berikutnya. Saat itu, NTT berhasil mengoleksi tujuh medali emas, 13 medali perak, dan 16 medali perunggu, dengan total 36 medali.
Kempo menjadi salah satu cabang olahraga yang turut memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut.
“Pada PON XXI 2024, NTT meraih tujuh medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu. Kempo menjadi salah satu cabang olahraga yang berkontribusi besar. Saya menargetkan Shorinji Kempo menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi NTT pada PON 2028,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur Melki: 23.000 Kenshi Harus Menjadi Kekuatan Prestasi
Bagi Gubernur Melki, besarnya jumlah kenshi di NTT harus diterjemahkan menjadi kekuatan prestasi melalui sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. Jumlah atlet yang mencapai sekitar 23.000 orang merupakan potensi besar, tetapi membutuhkan pengelolaan organisasi, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi yang berlangsung secara rutin.
Ia menekankan, keberhasilan olahraga tidak dapat dibangun secara instan menjelang penyelenggaraan PON. Diperlukan proses panjang untuk menemukan bibit atlet, mengembangkan kemampuan teknik, meningkatkan mental bertanding, hingga mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di tingkat nasional dan internasional.
Gubernur Melki juga mengingatkan bahwa keberhasilan NTT sebagai tuan rumah PON 2028 tidak boleh hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
Ada lima sasaran yang harus berjalan beriringan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, serta keberhasilan mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan administrasi penyelenggaraan.
Karena itu, ia berharap kepengurusan PERKEMI NTT di bawah kepemimpinan Julie Sutrisno Laiskodat mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan kompetisi Kempo berskala internasional di NTT.
“Saya percaya di bawah kepemimpinan Ibu Julie dan seluruh pengurus, pembinaan serta kompetisi Kempo akan semakin terarah. Saya juga mendukung rencana penyelenggaraan kejuaraan internasional Kempo di NTT,” kata Gubernur Melki.
Julie Laiskodat Siapkan Kenshi NTT Menuju Jepang dan PON 2028
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PERKEMI NTT Julie Sutrisno Laiskodat menegaskan, kepengurusan periode 2026โ2030 akan diarahkan pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan, dan kesinambungan prestasi atlet.
Julie menilai, Shorinji Kempo tidak sekadar olahraga bela diri yang berorientasi pada kemenangan dan perolehan medali. Lebih dari itu, Kempo merupakan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, persaudaraan, serta pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
Dengan basis sekitar 23.000 kenshi berdasarkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PERKEMI, Julie melihat NTT memiliki potensi yang perlu dikelola secara serius agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dua agenda besar telah menanti. Pertama, Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo atau World Taikai di Nagoya, Jepang, pada 2027. Kedua, PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.
Kedua agenda tersebut, menurut Julie, membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas atlet dan pelatih, hingga penguatan kompetisi di tingkat kabupaten/kota.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah menghadirkan komisi ekonomi dan kesejahteraan. Komisi ini diharapkan dapat membantu memperkuat kemandirian organisasi sekaligus memberikan perhatian terhadap masa depan atlet, termasuk setelah mereka menyelesaikan karier olahraga maupun pendidikan.
Dengan demikian, pembinaan Kempo tidak hanya menghasilkan atlet yang mampu berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga generasi muda yang memiliki bekal untuk menjalani kehidupan setelah masa kompetisi.
PB PERKEMI: NTT Kekuatan Penting Kempo Indonesia
Ketua Umum PB PERKEMI Prof. Dr. Agus Setiadji menyebut NTT sebagai salah satu kekuatan penting Shorinji Kempo Indonesia. Jumlah kenshi yang mencapai sekitar 23.000 orang menunjukkan besarnya potensi pembinaan olahraga bela diri tersebut di NTT.
Agus berharap kepengurusan baru mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus memperluas pemerataan pembinaan, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, serta memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota.
Ia juga mengingatkan bahwa atlet-atlet NTT telah memiliki rekam jejak dalam persaingan Shorinji Kempo internasional.
Pada International Taikai 2023, Indonesia berhasil meraih empat medali emas, tiga medali perak, dan sembilan medali perunggu. Menariknya, tiga dari empat medali emas tersebut disumbangkan atlet asal NTT.
Catatan itu menjadi modal penting untuk menghadapi World Taikai 2027 di Nagoya, Jepang. PB PERKEMI berharap kontribusi atlet Indonesia, termasuk dari NTT, dapat meningkat pada kejuaraan dunia mendatang.
Kepengurusan Baru dan Tradisi 48 Tahun Kempo NTT
Dalam kepengurusan Pengprov PERKEMI NTT periode 2026โ2030, Julie Sutrisno Laiskodat didampingi George Hadjo sebagai Wakil Ketua I, Alfonsus Theodorus sebagai Wakil Ketua II, Fredik Noach sebagai Wakil Ketua III, Yesni Luik sebagai Sekretaris Umum, dan Juliana Toh sebagai Bendahara Umum.
Adapun Dewan Kehormatan PERKEMI NTT terdiri atas Emanuel Melkiades Laka Lena, Josef Nae Soi, Esthon Foenay, Yosef Lede, dan Rambu Djurumana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Pembina PERKEMI NTT Esthon Foenay, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Bupati Kupang, serta perwakilan pengurus PERKEMI kabupaten/kota se-NTT.
Pengukuhan pengurus baru ini sekaligus dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-48 PERKEMI NTT yang berdiri sejak 1 November 1978. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bonus kepada atlet NTT yang berlaga dalam kejuaraan Shorinji Kempo di Badung, Bali, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Dengan kepemimpinan baru Julie Sutrisno Laiskodat dan dukungan Gubernur Melki Laka Lena selaku Ketua KONI NTT, PERKEMI NTT kini menghadapi tantangan untuk mengubah besarnya potensi kenshi menjadi prestasi yang terukur.
Targetnya bukan semata mempertahankan tradisi medali, melainkan memperluas kontribusi atlet NTT di panggung internasional dan memanfaatkan momentum menjadi tuan rumah PON 2028.
Sebanyak 23.000 kenshi, tradisi prestasi selama 48 tahun, serta dukungan pembinaan dari pemerintah daerah menjadi modal yang kini harus diterjemahkan menjadi kekuatan nyata. Bagi NTT, PON 2028 bukan hanya kesempatan menjadi tuan rumah, tetapi juga momentum membuktikan bahwa Kempo merupakan salah satu cabang olahraga unggulan yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional dan dunia.*/radit/llt



Komentar