KUPANG,SELATANINDONESIA.COMโ Penguatan pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak cukup hanya dengan memperluas fasilitas kesehatan dan menambah tenaga medis. Kualitas pemeriksaan laboratorium juga menjadi faktor penting dalam memastikan ketepatan diagnosis, menentukan terapi, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, patologi klinik bukan sekadar layanan penunjang medis, melainkan bagian integral dari proses penegakan diagnosis dan pengambilan keputusan klinis terhadap pasien.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT membuka ruang kolaborasi dengan para dokter spesialis patologi klinik untuk memperkuat jejaring laboratorium, meningkatkan kompetensi tenaga medis spesialis, serta memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata hingga ke wilayah terpencil.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-25 Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PIT PDS PatKLIn 2026) di Hotel Harper Kupang, Kamis (29/10/2026).
Menurut Gubernur Melki, kualitas pemeriksaan laboratorium memiliki hubungan langsung dengan ketepatan penanganan medis. Hasil pemeriksaan yang akurat dan dapat dipercaya menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan diagnosis sekaligus memilih terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.
Forum ilmiah nasional tersebut, lanjutnya, memiliki arti strategis karena mempertemukan para dokter spesialis, akademisi, guru besar, narasumber, serta praktisi kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.
Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi profesional, mendorong inovasi teknologi kedokteran laboratorium, serta memperkuat standar pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan.
Pentingnya penguatan patologi klinik juga tercermin dalam tema PIT PDS PatKLIn 2026, yakni โClinical Pathology Beyond Diagnostics: Driving Innovation, Integration, Value, and Healthcare Impactsโ.
Tema tersebut menekankan bahwa peran patologi klinik telah berkembang melampaui pemeriksaan diagnostik konvensional. Layanan ini dituntut mampu menghadirkan inovasi pemeriksaan yang lebih cepat dan presisi, mengintegrasikan jejaring laboratorium berbasis digital, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta memberikan dampak nyata terhadap keselamatan pasien.
Menjawab Tantangan Geografis NTT
Bagi NTT, penguatan pelayanan laboratorium memiliki relevansi tersendiri. Sebagai provinsi kepulauan dengan kondisi geografis yang tersebar, pemerataan fasilitas kesehatan dan ketersediaan dokter spesialis masih menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan medis kepada seluruh masyarakat.
Keterbatasan akses terhadap pemeriksaan laboratorium berkualitas, terutama di daerah terpencil dan wilayah terluar, dapat memengaruhi kecepatan serta ketepatan penanganan pasien.
Karena itu, Gubernur Melki berharap forum ilmiah tersebut tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan dan pembahasan akademis, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya kontribusi keilmuan patologi klinik dalam mendukung penanganan stunting, pengendalian penyakit, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai krisis kesehatan.
โSaya berharap diskusi dan pertukaran gagasan dalam forum ini menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk dalam penanganan stunting, penyakit, dan kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan,โ kata Gubernur Melki.
Apresiasi Peserta di Tengah Pascagempa Flores
Di tengah penyelenggaraan kegiatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengikuti pertemuan ilmiah nasional di NTT.
Apresiasi itu disampaikan karena kegiatan berlangsung ketika masyarakat NTT masih menghadapi kekhawatiran pascagempa Flores. Menurut Melki, kehadiran para dokter spesialis, narasumber, guru besar, dan pimpinan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kolaborasi pengembangan pelayanan kesehatan di daerah.
Ia berharap pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan antara organisasi profesi kedokteran, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
โTerima kasih kepada seluruh dokter spesialis, narasumber, guru besar, pimpinan fasilitas kesehatan, dan peserta dari berbagai wilayah Indonesia yang tetap hadir di NTT di tengah kekhawatiran pascagempa Flores,โ ujarnya.
Gubernur Melki mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat kerja sama dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik.
โMari terus berkolaborasi membangun pelayanan kesehatan yang lebih baik, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Selamat mengikuti PIT PDS PatKLIn 2026 di NTT,โ kata Gubernur Melki.
Penyelenggaraan PIT PDS PatKLIn ke-25 di Kupang diharapkan tidak hanya memperkaya perkembangan ilmu kedokteran laboratorium, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di NTT, khususnya dalam menjawab persoalan keterbatasan akses dan pemerataan tenaga medis spesialis.*/edy/mll



Komentar