GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Kesehatan Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Kepesertaan JKN di Sumba Tengah Capai 99,98 Persen, Bupati Paulus Soroti Kekurangan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi

Kepesertaan JKN di Sumba Tengah Capai 99,98 Persen, Bupati Paulus Soroti Kekurangan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, usai pertemuan dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumba Tengah, Yuliana Kristina Germana Kerans, di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah, Rabu (2/9/2026).foto;prokopimSTeng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, telah mencapai 99,98 persen dari jumlah penduduk. Namun, tingginya cakupan kepesertaan itu masih dihadapkan pada persoalan pemerataan pelayanan kesehatan, terutama keterbatasan tenaga dokter spesialis dan dokter gigi.

Persoalan tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumba Tengah, Yuliana Kristina Germana Kerans, di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan Program JKN. Selain mengevaluasi perkembangan kepesertaan, pertemuan membahas akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan BPJS Kesehatan, cakupan kepesertaan JKN di Sumba Tengah telah mencapai 99,98 persen. Tingkat keaktifan peserta juga tergolong tinggi, yakni 99,01 persen.

Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah bersama fasilitas kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Sumba Tengah Bahas Penguatan SDM Bersama RHEC Academy International

Meski demikian, cakupan kepesertaan yang hampir menyeluruh belum sepenuhnya berbanding lurus dengan ketersediaan layanan kesehatan. Kabupaten Sumba Tengah saat ini memiliki satu rumah sakit, yakni RSUD Waibakul, serta 11 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang terdiri dari 10 puskesmas dan satu Klinik Pratama Caritas Katikuloku.

Untuk memperluas akses layanan, kerja sama dengan Puskesmas Tanambanas telah ditambahkan mulai 1 Agustus 2026.

Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya belum tersedianya dokter spesialis anak di RSUD Waibakul. Selain itu, tujuh puskesmas di Sumba Tengah hingga kini belum memiliki dokter gigi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, hampir seluruh penduduk telah tercakup dalam kepesertaan JKN. Di sisi lain, ketersediaan tenaga kesehatan dan layanan spesifik masih perlu diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara lebih merata.

Dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan Cabang Waingapu telah membayarkan sekitar Rp8,6 miliar untuk pelayanan kesehatan peserta JKN di Kabupaten Sumba Tengah hingga Agustus 2026.

Misteri 104 Kuda di Mamboro, Kapolres Sumba Tengah Bentuk Tim Khusus

Pembayaran tersebut mencakup pelayanan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Waibakul serta pelayanan pada FKTP, termasuk puskesmas dan Klinik Pratama.

BPJS Kesehatan mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terhadap pelaksanaan Program JKN. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan kepesertaan yang tinggi dapat diikuti dengan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.

Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu meminta BPJS Kesehatan menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan program secara berkala kepada pemerintah daerah.

Menurut dia, berbagai target yang hendak dicapai, termasuk persoalan dan kendala dalam pelaksanaan JKN, perlu disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut.

Untuk persoalan teknis, koordinasi dapat dilakukan bersama Sekretaris Daerah dan para asisten.

Dr. Umbu Rudi Kabunang: RUU Reforma Agraria Harus Beri Kepastian Hukum bagi Rakyat, Sengketa Lahan Sumba Timur Jadi Sorotan

Bupati Paulus juga meminta jajaran BPJS Kesehatan terus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

โ€œMari kita terus bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan daerah,โ€ ujar Bupati Paulus.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, keberhasilan program JKN tidak hanya diukur dari seberapa banyak penduduk yang telah terdaftar sebagai peserta. Ketersediaan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan juga menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan.

Karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menjawab persoalan yang masih tersisa. Dengan demikian, cakupan kepesertaan JKN yang telah mencapai 99,98 persen dapat diikuti peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumba Tengah.*/prokopimSTeng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement