GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Nusantara Olahraga
Beranda / Olahraga / Sertifikasi 60 Joki, Pelatih, dan Steward Pacuan Kuda Digelar di Waikabubak, Menyiapkan SDM Menuju Kejurnas Road to PON XXII

Sertifikasi 60 Joki, Pelatih, dan Steward Pacuan Kuda Digelar di Waikabubak, Menyiapkan SDM Menuju Kejurnas Road to PON XXII

Panitia sertifikasi nasional yang dipimpin Ir. MT Prasetyo O., MSCE. Tim tersebut melibatkan steward nasional Ir. Hari Wibowo, ST., MM., Soemitro, serta Dr. drh. Yuriadi, MP., PP., FN Pordasi Pacu, yang juga menjabat Ketua Bidang Peternakan dan Kesehatan Kuda sekaligus anggota badan anti-doping pada konfederasi nasional Pordasi saat acara pelatihan dan uji sertifikasi bagi joki, pelatih, dan steward di Tribune VIP Gelora Pada Eweta, Sabtu (15/8/2026). foto: dok.PP FN Pordasi Pacu

WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM โ€” Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai menjadi pusat pembenahan olahraga pacuan kuda. Di tengah persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda 2026 Road to PON XXII/2028 NTT-NTB, pelatihan dan uji sertifikasi bagi joki, pelatih, dan steward digelar untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga berkuda.

Kegiatan yang berlangsung di Tribune VIP Gelora Pada Eweta, Sabtu (15/8/2026), itu diselenggarakan di bawah Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu. Sekitar 60 calon pelatih dan steward dari NTT dan Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan tersebut.

Program sertifikasi nasional itu dikoordinasikan oleh panitia sertifikasi nasional yang dipimpin Ir. MT Prasetyo O., MSCE. Tim tersebut melibatkan steward nasional Ir. Hari Wibowo, ST., MM., Soemitro, serta Dr. drh. Yuriadi, MP., PP., FN. Pordasi Pacu, yang juga menjabat Ketua Bidang Peternakan dan Kesehatan Kuda sekaligus anggota badan anti-doping pada konfederasi nasional Pordasi.

Materi pelatihan tidak sekadar membahas teknis perlombaan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai peraturan perlombaan pacuan kuda yang berlaku di bawah Federasi Nasional Pordasi Pacu, manajemen kuda pacu, manajemen stable dan perawatan kuda, hingga persoalan anti-doping dan penggunaan obat terlarang dalam olahraga pacuan kuda.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka datang dari berbagai daerah di NTT dan NTB, dua wilayah yang selama ini memiliki tradisi kuat dalam olahraga pacuan kuda sekaligus menjadi salah satu basis populasi dan peternakan kuda di Indonesia.

Gempa Flores Renggut 33 Nyawa, Gubernur Melki Laka Lena Turun Langsung Pastikan Penanganan Berjalan Cepat

Pelatihan bagi joki akan dilanjutkan pada Minggu (16/8/2026). Setelah mendapatkan pembekalan, para peserta akan mengikuti uji praktik menunggang kuda dalam pacuan.

Panitia sertifikasi nasional yang dipimpin Ir. MT Prasetyo O., MSCE. Tim tersebut melibatkan steward nasional Ir. Hari Wibowo, ST., MM., Soemitro, serta Dr. drh. Yuriadi, MP., PP., FN Pordasi Pacu, yang juga menjabat Ketua Bidang Peternakan dan Kesehatan Kuda sekaligus anggota badan anti-doping pada konfederasi nasional Pordasi saat acara pelatihan dan uji sertifikasi bagi joki, pelatih, dan steward di Tribune VIP Gelora Pada Eweta, Sabtu (15/8/2026). foto: dok.PP FN Pordasi Pacu

Menyamakan Standar Pacuan Kuda

Pelatihan dan sertifikasi tersebut dipandang sebagai salah satu fondasi penting untuk membangun ekosistem pacuan kuda yang lebih profesional di NTT, NTB, dan wilayah sekitarnya.

Kesamaan pemahaman terhadap regulasi perlombaan menjadi salah satu sasaran utama. Dengan standar yang sama, penyelenggaraan kejuaraan diharapkan tidak hanya semakin tertib, tetapi juga mampu memenuhi standar kompetisi nasional.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bertugas sebagai racing official, memperkuat kemampuan pelatih dalam menyusun program latihan kuda, serta menumbuhkan kesadaran terhadap aspek keselamatan atau safety mind.

Flores Tidak Sendiri, NTT Tidak Sendiri, Gubernur Melki Laka Lena Turun Langsung di Lokasi Gempa Pastikan Negara Hadir

Keselamatan menjadi bagian penting karena pacuan kuda melibatkan tiga unsur yang harus mendapat perlindungan secara bersamaan: atlet atau joki, kuda, dan penonton.

Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas SDM itu diharapkan tidak berhenti pada kebutuhan penyelenggaraan perlombaan di daerah. Profesi joki, pelatih, steward, hingga perawat kuda berpeluang berkembang menjadi lapangan kerja baru seiring meningkatnya kebutuhan industri olahraga berkuda.

Bagi peternak dan pegiat olahraga berkuda, keberadaan program sertifikasi juga dapat mendorong peningkatan mutu kuda pacu dan kuda olahraga lainnya. Dengan SDM yang semakin terlatih, kualitas pembinaan dan perawatan kuda di NTT dan NTB diharapkan ikut meningkat.

Pada akhirnya, olahraga pacuan kuda tidak hanya dipandang sebagai arena perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari industri berbasis olahraga berkuda.

Kejurnas Mulai 21 Agustus

Berbatasan dengan Australia, Selatan Sumba Timur Masih Gelap dan Jalan Rusak Lebih dari 100 Kilometer; Umbu Rudi Kabunang Bawa Aspirasi Warga ke Senayan

Pembenahan sumber daya manusia tersebut berjalan beriringan dengan persiapan Gelora Pada Eweta sebagai arena Kejurnas Pacuan Kuda 2026 Road to PON XXII/2028 NTT-NTB.

Hingga Sabtu (15/8/2026), panitia masih membuka pendaftaran kuda-kuda peserta kejurnas. Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada 21-26 Agustus 2026, dilanjutkan semifinal pada 27-28 Agustus, dan babak final pada 31 Agustus 2026.

Di arena, persiapan juga terus dikebut. Pembenahan track pacu dilakukan melalui pemasangan pagar band luar dan band dalam. Panitia juga menyiapkan paddock, mounting yard, penyambungan start gate, ruang joki, ruang steward, serta berbagai fasilitas pendukung pertandingan lainnya.

Targetnya, seluruh fasilitas perlombaan dapat diselesaikan dan siap digunakan ketika kuda-kuda peserta mulai memasuki arena.

Dengan sertifikasi SDM yang berjalan bersamaan dengan pembenahan fasilitas, Waikabubak tidak hanya bersiap menjadi tuan rumah sebuah perlombaan. Gelora Pada Eweta tengah dipersiapkan sebagai salah satu simpul pembentukan standar baru pacuan kuda di kawasan NTT dan NTB.

Di lintasan yang akan dipenuhi derap kaki kuda pada akhir Agustus nanti, yang dipertaruhkan bukan semata kecepatan. Ada standar keselamatan, profesionalisme, kualitas SDM, dan masa depan olahraga berkuda yang sedang dibangun.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement