TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM โ Sejak pagi, halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026), dipenuhi warga yang datang dengan harapan sederhana: dapat memeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, atau menjalani pemeriksaan kehamilan tanpa biaya. Antrean panjang itu menjadi gambaran besarnya kebutuhan layanan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.
Harapan itu dijawab melalui aksi kemanusiaan yang digagas Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, tim dokter dan relawan internasional memberikan pemeriksaan mata gratis, membagikan kacamata sesuai hasil pemeriksaan, melayani pemeriksaan kehamilan, sekaligus menyerahkan sejumlah peralatan medis kepada RSUD Reda Bolo.
Bantuan yang diberikan meliputi mesin elektrokardiogram (EKG), alat ultrasonografi (USG), cardiotocography (CTG), fetal doppler, monitor tanda-tanda vital, pulse oximeter, tensimeter, serta berbagai perangkat medis lainnya yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta
Pendiri sekaligus perwakilan Satu Hati Charity, Iveta Dvorakova Snircova, mengatakan misi tahun ini memiliki arti yang sangat istimewa. Setelah bertahun-tahun mendampingi masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui pembangunan rumah layak huni, renovasi rumah keluarga kurang mampu, bantuan bagi panti asuhan, serta penyaluran kebutuhan pokok, tahun ini untuk pertama kalinya organisasi tersebut menghadirkan pelayanan medis secara langsung.
“Selama hampir enam bulan kami mempersiapkan misi ini. Kami membawa dokter, peralatan medis, dan ratusan kilogram bantuan dari Republik Ceko karena kami ingin memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Perjalanan yang sangat panjang itu terasa terbayar ketika melihat senyum warga yang akhirnya bisa memperoleh pelayanan kesehatan dan kembali melihat dengan jelas melalui kacamata yang mereka terima,” ujar Iveta.
Menurut Iveta, tantangan terbesar bukan hanya menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Eropa menuju Indonesia, tetapi juga memastikan seluruh bantuan medis dapat tiba dengan aman sehingga bisa langsung dimanfaatkan masyarakat.

Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, bersama tenaga kesehatan saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta
Baginya, misi kemanusiaan tidak semata-mata berbicara mengenai bantuan material, melainkan membangun hubungan antarmanusia yang dilandasi kepedulian.
“Kami percaya bantuan yang paling berharga bukan hanya berupa barang, tetapi perhatian, persahabatan, dan kepedulian. Kami datang bukan hanya membawa alat kesehatan, tetapi juga membawa harapan. Ketika kembali ke Republik Ceko nanti, yang kami bawa pulang bukan sekadar kenangan, melainkan keyakinan bahwa kemanusiaan mampu menyatukan orang-orang yang berasal dari negara, bahasa, dan budaya yang berbeda,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan warga menjalani pemeriksaan mata, sementara banyak di antaranya langsung menerima kacamata sesuai kebutuhan. Tingginya jumlah peserta bahkan membuat kebutuhan kacamata melampaui stok yang tersedia.

Tim Satu Hati Charity, organisasi nirlaba asal Republik Ceko, saat menggelar aski sosial pemeriksakan kesehatan mata, memperoleh kacamata, dan pemeriksaan kehamilan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Sabtu (25/7/2026) Foto: Dok.Iveta
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama Satu Hati Charity melakukan pendataan terhadap warga yang belum memperoleh kacamata agar bantuan lanjutan dapat disiapkan sesuai ukuran masing-masing.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas kepedulian para relawan dari Republik Ceko.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya, kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Satu Hati Charity, Ibu Iveta Dvorakova Snircova, beserta seluruh tim relawan. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat kami,” ujarnya.
Menurut Ratu Wulla, seluruh pemeriksaan mata dilakukan secara gratis dan inklusif. Bahkan masyarakat yang hadir di luar kategori penerima bantuan sosial tetap dilayani agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
Keberhasilan misi kemanusiaan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Iveta menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena yang memberikan dukungan terhadap proses pengiriman bantuan kemanusiaan dan peralatan medis dari Republik Ceko ke Indonesia sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Selain pelayanan kesehatan, Satu Hati Charity selama ini dikenal aktif mendukung masyarakat NTT melalui pembangunan dan renovasi rumah bagi keluarga kurang mampu, bantuan untuk panti asuhan, distribusi bahan makanan, susu balita, vitamin, perlengkapan sekolah, sepatu, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya di sejumlah wilayah terpencil.
Bagi Iveta, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang organisasinya untuk terus mendampingi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Kami berharap persahabatan antara Republik Ceko dan Nusa Tenggara Timur akan terus tumbuh. Ketika masyarakat saling membantu, kita tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bersama,” tuturnya.
Misi kemanusiaan itu sekali lagi menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas negara. Ribuan kilometer yang memisahkan Republik Ceko dan Nusa Tenggara Timur justru dipertemukan oleh satu bahasa yang sama: kemanusiaan.*/laurens




Komentar