JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 tidak hanya dilakukan melalui pembinaan atlet dan penyediaan arena pertandingan. Di balik target prestasi, PP Federasi Nasional (FN) PORDASI Pacu mulai memperkuat fondasi olahraga berkuda pacu dengan membangun sumber daya manusia yang berstandar nasional melalui sertifikasi steward, pelatih, dan atlet joki. Langkah ini dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan sekaligus prestasi ketika Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah bersama PON XXII 2028.
Direktur Pacu Tradisional PP Federasi Nasional PORDASI Pacu, Ir. Aguspen Adnan, mengatakan PON merupakan puncak pembinaan olahraga prestasi nasional di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ajang empat tahunan itu menjadi jalur lahirnya atlet-atlet terbaik Indonesia yang selanjutnya diproyeksikan tampil di tingkat internasional.
“Selama ini banyak atlet nasional yang lahir dari pembinaan PON. Berkuda pacu juga harus menempuh jalur yang sama, yakni membangun sistem pembinaan yang kuat sehingga mampu melahirkan joki-joki terbaik Indonesia yang kelak dapat bersaing di level dunia,” ujar Aguspen, Senin (3/8/2026).
Menurut dia, pembinaan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kualitas kuda maupun atlet. Pacuan kuda modern membutuhkan perangkat pertandingan yang profesional, mulai dari steward, pelatih, hingga atlet joki yang memiliki lisensi nasional. Standarisasi tersebut menjadi syarat utama agar seluruh kejuaraan berlangsung sesuai regulasi olahraga prestasi di bawah pembinaan KONI.
Sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028, PP FN PORDASI Pacu akan menggelar Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Road to PON XXII 2028 di Gelanggang Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, pada 21โ31 Agustus 2026. Kejuaraan ini menjadi agenda resmi pembinaan KONI sekaligus bagian dari proses seleksi menuju PON.
Sebelum kejuaraan berlangsung, PP FN PORDASI Pacu bekerja sama dengan Pengprov FN PORDASI Pacu NTT yang dipimpin Dr. Umbu Rudi Kabunang serta Pengkab FN PORDASI Pacu Sumba Barat akan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Lisensi Calon Steward, Pelatih, dan Atlet Joki Nasional pada 15โ16 Agustus 2026 di Waikabubak.
Pelatihan tersebut akan memadukan pembelajaran teori mengenai regulasi pacuan kuda nasional dengan praktik lapangan melalui uji kemampuan calon atlet joki. Kegiatan ini terbuka bagi calon steward, pelatih, dan joki dari seluruh Pengurus Provinsi FN PORDASI Pacu di Indonesia.
Ketua Pengprov FN PORDASI Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengatakan pelatihan tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi NTT sebagai salah satu tuan rumah PON XXII 2028.
“Kami ingin NTT tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memiliki perangkat pertandingan dan sumber daya manusia yang memenuhi standar nasional. Karena itu, Pengprov FN PORDASI Pacu NTT memberikan pembiayaan pelatihan secara gratis bagi seluruh peserta asal NTT,” kata Umbu Rudi.
Menurutnya, keberadaan steward, pelatih, dan joki berlisensi akan mempercepat pembinaan atlet daerah sekaligus memperkuat kesiapan NTT menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga berkuda pacu nasional.
Untuk menjamin kualitas pelatihan, PP FN PORDASI Pacu menghadirkan empat instruktur berpengalaman di dunia pacuan kuda Indonesia, yakni Wahono AT, pelatih peraih gelar Indonesia Derby Pulomas Jakarta sekaligus mantan Ketua Dewan Steward Indonesia; Sumitro, anggota aktif Dewan Steward PP FN PORDASI Pacu dan anggota Steward PON XXI Aceh-Sumut 2024; Hari Wibowo, anggota Steward PP FN PORDASI Pacu; serta Prasetyo Oenhandjiono (Bung Pras), akademisi, presenter pacuan kuda Indonesia, sekaligus anggota Steward nasional.
Program sertifikasi tersebut bukan yang pertama dilaksanakan. Sebelumnya, PP FN PORDASI Pacu telah menyelenggarakan pelatihan serupa di Coban Joyo, Pasuruan (2022), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (2023), Kandi Sawahlunto, Sumatera Barat (2023), serta Takengon, Aceh Tengah (2024).
Aguspen menegaskan lisensi nasional merupakan syarat wajib bagi pelatih dan atlet joki yang akan didaftarkan mengikuti cabang olahraga berkuda pacu pada PON XXII 2028.
“Hanya pelatih dan joki yang memiliki lisensi nasional yang dapat mengikuti pertandingan berkuda pacu di PON. Karena itu, seluruh provinsi harus mulai menyiapkan perangkatnya sejak sekarang,” ujarnya.
Pada PON XXII 2028 nanti akan dipertandingkan 20 kelas pacuan, terdiri atas 10 kelas berpelana dan 10 kelas nonpelana. Berdasarkan proyeksi PP FN PORDASI Pacu, provinsi tuan rumah membutuhkan sedikitnya 20 atlet joki, masing-masing 10 joki berpelana dengan berat badan 48โ52 kilogram dan 10 joki nonpelana.
Perhitungan tersebut didasarkan pada peluang setiap provinsi meloloskan hingga tiga ekor kuda pada setiap kelas final. Dengan asumsi satu joki dapat menunggangi maksimal tiga ekor kuda di babak final, kebutuhan atlet joki menjadi sangat besar sehingga proses regenerasi harus dimulai sejak sekarang.
Selain membuka peluang berprestasi, PON juga menjadi kesempatan bagi atlet dan pelatih memperoleh penghargaan atas capaian mereka. Di berbagai daerah, atlet peraih medali emas memperoleh bonus pembinaan yang nilainya dapat mencapai ratusan juta rupiah, sementara pelatih juga mendapatkan penghargaan sesuai prestasi atlet binaannya.
Melalui pelaksanaan pelatihan sertifikasi dan Kejuaraan Nasional Road to PON XXII 2028 di Waikabubak, PP FN PORDASI Pacu berharap seluruh Pengprov FN PORDASI Pacu di Indonesia telah memiliki steward, pelatih, dan atlet joki yang berlisensi nasional. Langkah tersebut diharapkan memperkuat sistem pembinaan olahraga berkuda pacu Indonesia sekaligus mendukung ambisi NTT menjadi tuan rumah yang sukses penyelenggaraan maupun prestasi.
Bagi NTT, agenda ini bukan sekadar persiapan menyambut PON XXII 2028. Lebih dari itu, pelatihan dan sertifikasi nasional menjadi pijakan membangun ekosistem pacuan kuda yang profesional sehingga daerah ini mampu melahirkan atlet-atlet joki berdaya saing nasional dan internasional, sekaligus berkontribusi terhadap target KONI NTT menembus lima besar klasemen perolehan medali pada PON XXII 2028.*/llt




Komentar
Terimakasih kasih bapak dr. Umbu Rudi kabunang yang memfasilitasi team pemberi materi pelatihan sertifikasi lisensi calon Steward, pelatih dan joki kuda pacu nasional datang ke Waikabubak Sumba barat ntt. Bagi orang negeri Sumba harum terdengar, tapi bagi bapak Umbu Rudi dekat dan terealisasi program sertifikasi lisensi Indonesia di waikabudak. Terimakasih juga telah memberi kesempatan tidak berbayar bagi calon Steward, pelatih dan joki khusus peserta dari nusa tenggara timur. Prestasi program ketua Pordasi pacu NTT yang patut kita dukung dan sukseskan bersama menuju pacuan kuda nusa tenggara di pentas nasional dan dunia..
Mari kita dukunggg..