G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Eksbis
Beranda / Eksbis / HUT ke-64 Bank NTT, Dirut Charlie Paulus Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola

HUT ke-64 Bank NTT, Dirut Charlie Paulus Prioritaskan Pembenahan Layanan dan Tata Kelola

Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus ketika menyerahkan bingkisan kepada salah satu nasabah usai kegiatan kerja bakti menyambut Hari Ulang Tahun ke-64 Bank NTT di Kupang, Sabtu (4/7/2026). foto;ab

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Transformasi Bank NTT tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga dimulai dari pembenahan hal yang paling dekat dengan nasabah, yakni kualitas pelayanan. Manajemen baru Bank NTT menilai pengalaman nasabah saat bertransaksi akan menjadi fondasi penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap bank pembangunan daerah tersebut.

Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengakui masih terdapat berbagai catatan terhadap pelayanan Bank NTT, mulai dari antrean yang panjang hingga persepsi sebagian masyarakat mengenai lambatnya layanan. Menurut dia, kondisi tersebut tidak boleh dipandang sebagai tingginya minat masyarakat terhadap Bank NTT, melainkan menjadi indikator bahwa sistem pelayanan masih perlu diperbaiki.

“Antrean yang panjang bukan berarti kita hebat, tetapi justru menunjukkan pelayanan kita belum cukup cepat,” kata Charlie saat kegiatan kerja bakti menyambut Hari Ulang Tahun ke-64 Bank NTT di Kupang, Sabtu (4/7/2026).

Charlie mengatakan perubahan budaya pelayanan kini menjadi agenda utama manajemen. Bank NTT ingin memastikan setiap nasabah memperoleh layanan yang profesional, cepat, dan setara dengan standar pelayanan industri perbankan nasional. Bagi bank daerah, kualitas layanan dinilai menjadi faktor penting untuk mempertahankan loyalitas nasabah di tengah semakin ketatnya persaingan dengan bank nasional maupun swasta.

Selain pelayanan, manajemen juga tengah memperkuat tata kelola penyaluran kredit. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya menekan risiko kredit bermasalah yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tantangan utama Bank NTT.

Lima Tahun Menunggu dan Diperjuangkan Gubernur Melki, Bank NTT Kembali Salurkan KUR Rp350 M: Dorong Penguatan UMKM

Menurut Charlie, evaluasi dilakukan terhadap mekanisme pemberian kewenangan kredit di kantor-kantor cabang. Ke depan, besaran kewenangan tidak lagi disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia, tingkat kehati-hatian, serta rekam jejak masing-masing cabang.

Pendekatan berbasis kompetensi itu diharapkan mampu memperkuat manajemen risiko sekaligus menciptakan proses penyaluran kredit yang lebih sehat dan akuntabel. Ia mengakui proses pembenahan tersebut membutuhkan waktu karena menyangkut perubahan sistem dan budaya kerja organisasi.

Charlie juga menegaskan Bank NTT merupakan aset strategis milik masyarakat Nusa Tenggara Timur. Karena itu, seluruh proses transformasi yang sedang dilakukan diarahkan agar bank mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan.

Ia mengajak masyarakat untuk terlibat dalam proses pembenahan dengan menyampaikan kritik dan masukan secara langsung kepada manajemen. Menurut dia, kritik yang disampaikan melalui saluran resmi akan lebih efektif menjadi bahan evaluasi dibandingkan berkembang sebagai opini di media sosial.

Momentum peringatan HUT ke-64 Bank NTT, yang mengusung tema “Menuju Puncak”, dimaknai manajemen sebagai awal penguatan budaya kerja baru, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan, penguatan tata kelola, serta penciptaan kinerja yang berkelanjutan.*/ab/llt

Sambut HUT Ke-64, Bank NTT Bangun Budaya Kerja dari Hal Sederhana: Menjaga Kebersihan dan Memperkuat Soliditas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement