ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Belu dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan di kawasan perbatasan Republik IndonesiaโRepublik Demokratik Timor-Leste (RI-RDTL).
Komitmen tersebut mengemuka dalam acara lepas sambut Komandan Kodim 1605/Belu di Markas Kodim 1605/Belu, Atambua, Senin (8/6/2026). Momentum pergantian kepemimpinan dari Letkol Inf. Andi Yunus kepada Letkol Arh Ariestyo Ardyanto tidak hanya menjadi seremoni pergantian jabatan, tetapi juga penegasan atas pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI di wilayah yang memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan negara.
Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan, hubungan harmonis yang selama ini terbangun antara Pemerintah Kabupaten Belu dan TNI telah menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah serta mempercepat berbagai agenda pembangunan.
Menurut dia, tantangan di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, hingga pelestarian nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
โBelu adalah daerah perbatasan yang membutuhkan kebersamaan semua pihak. TNI selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendukung berbagai program pembangunan. Sinergi ini harus terus diperkuat,โ ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Willybrodus juga menyampaikan apresiasi kepada Letkol Inf. Andi Yunus atas pengabdiannya selama bertugas di Kabupaten Belu. Ia menilai kepemimpinan Andi Yunus telah memberikan kontribusi positif dalam memperkuat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kepada Dandim yang baru, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, Bupati Belu menyampaikan harapan agar kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
โBelu berarti sahabat. Nilai persahabatan itu yang selama ini menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kami optimistis sinergi yang baik ini akan terus berlanjut,โ kata Bupati Willybrodus.
Sementara itu, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi kerja sama yang telah dibangun pendahulunya. Lulusan Akademi Militer tahun 2007 tersebut menilai hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat di Belu telah berjalan sangat baik dan menjadi modal berharga dalam pelaksanaan tugas ke depan.
Sebagai satuan teritorial yang berada di kawasan perbatasan RI-RDTL, Kodim 1605/Belu, kata dia, akan terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.
โTNI adalah tentara rakyat. Karena itu, kami akan terus menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat serta membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat,โ ujarnya.
Di sisi lain, suasana haru mewarnai perpisahan Letkol Inf. Andi Yunus yang telah mengabdi selama hampir satu tahun delapan bulan di Tanah Belu. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat dan merasakan kuatnya nilai kekeluargaan yang tumbuh di daerah perbatasan tersebut.
Baginya, Belu tidak sekadar menjadi tempat penugasan, tetapi juga ruang pengabdian yang meninggalkan kesan mendalam. Karena itu, ia berharap hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meski dirinya mendapat amanah di tempat tugas yang baru.
Penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan pembangunan kawasan perbatasan. Dengan kolaborasi yang solid, Belu diharapkan tidak hanya menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi wilayah yang terus tumbuh sebagai pusat pembangunan, kebudayaan, dan kesejahteraan masyarakat di beranda timur Indonesia.*/prokopimbelu/llt



Komentar