G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Olahraga Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Bupati Falen Kebo Gandeng DPR RI Umbu Kabunang, Pacuan Kuda Bupati TTU Cup Bidik Sport Tourism Timor

Bupati Falen Kebo Gandeng DPR RI Umbu Kabunang, Pacuan Kuda Bupati TTU Cup Bidik Sport Tourism Timor

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo dan Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu NTT yang juga Anggota DPR RI Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Foto: dok.llt

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Gairah olahraga pacuan kuda di Nusa Tenggara Timur kembali menemukan momentumnya. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersiap menggelar ajang Pacuan Kuda Bupati TTU Cup di arena pacuan Tanjung Bastian, sebuah kawasan wisata pantai yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata di wilayah utara Pulau Timor.

Turnamen tersebut menjadi penanda kebangkitan olahraga berkuda di daratan Timor sekaligus memperkuat tradisi pacuan kuda yang selama ini identik dengan Pulau Sumba.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo atau yang akrab disapa Falen Kebo, memastikan persiapan teknis terus dimatangkan bersama panitia dan pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu NTT.

Menurut Falen Kebo, kehadiran event pacuan kuda bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor pariwisata daerah.

โ€œKami ingin Pacuan Kuda Bupati TTU Cup menjadi event olahraga dan budaya yang mampu menarik masyarakat serta wisatawan datang ke TTU, khususnya ke kawasan Tanjung Bastian,โ€ ujar Falen Kebo di Kupang, Selasa (26/5/2026).

PON 2028 Jadi Momentum Pordasi Pacu, Umbu Kabunang Apresiasi Kepemimpinan Teddy Soediro

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, dijadwalkan hadir sekaligus membuka secara resmi turnamen tersebut. Umbu Kabunang menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten TTU yang dinilainya memberi ruang baru bagi perkembangan olahraga berkuda di NTT.

Menurut dia, semakin banyak event pacuan digelar di daerah, maka pembinaan atlet dan kualitas kuda pacu juga akan semakin berkembang.

โ€œPacuan kuda bukan hanya olahraga prestasi, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat NTT. Event seperti ini akan memberi dampak besar bagi ekonomi rakyat, UMKM, dan sektor wisata,โ€ kata Umbu Kabunang yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Selain di TTU, ivent yang sama segera digelar juga di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang dipelopori oleh mantan Bupati Ngada, Marianus Sae. โ€Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Marianus Sae yang sedang mempersiapkan digelarnya ivent pacuan kuda di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Sekali lagi, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh besar di NTT yang bergabung dengan FN Pordasi Pacu dan siap mengembangkan olahraga pacuan kuda di seluruh wilayah NTT,โ€ ujar Umbu Kabunang.

Ajang di Tanjung Bastian juga dinilai strategis karena kawasan itu memiliki bentang alam terbuka yang cocok untuk pengembangan arena pacuan tradisional. Hamparan pesisir dengan panorama laut utara Timor menjadikan Tanjung Bastian tidak hanya menarik bagi penonton lokal, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi sport tourism baru di NTT.

Razia Senyap di Balik Jeruji Kupang: Menjaga Lapas Tetap Bersih dari Ancaman

Selama ini, Tanjung Bastian dikenal sebagai lokasi wisata pantai favorit di TTU. Dengan masuknya agenda pacuan kuda ke kawasan tersebut, pemerintah daerah berharap aktivitas wisata tidak lagi hanya bertumpu pada kunjungan pantai, tetapi juga event olahraga tradisional berskala regional.

Kebangkitan pacuan kuda di TTU terjadi pada momentum penting olahraga nasional. Untuk pertama kalinya, pacuan kuda tradisional resmi masuk sebagai nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Cabang olahraga berkuda pacu dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sumba Barat, wilayah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat tradisi pacuan kuda di NTT. Kehadiran nomor pacuan tradisional dalam PON menjadi pengakuan terhadap olahraga warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara yang telah hidup lintas generasi.

Masuknya pacuan kuda tradisional ke PON juga membuka peluang besar bagi daerah-daerah di NTT, termasuk TTU, untuk mulai membangun pembinaan atlet dan kuda pacu secara lebih serius.

Karena itu, Pacuan Kuda Bupati TTU Cup tidak hanya dipandang sebagai event hiburan daerah, tetapi juga bagian dari persiapan panjang menuju panggung nasional pada PON 2028.

Di Parlemen, Dr. Umbu Kabunang Rudi Soroti Kebutuhan Mendesak Revisi UU Hak Cipta di Era AI

Di tengah antusiasme masyarakat yang terus meningkat, arena pacuan Tanjung Bastian kini bersiap menjadi saksi lahirnya semangat baru olahraga berkuda di daratan Timor.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement