GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Atambua, Batas Negeri yang Menatap Dili: Bupati Willy Lay dan UGM Susun Masterplan Kota “Beranda Depan” Indonesia

Atambua, Batas Negeri yang Menatap Dili: Bupati Willy Lay dan UGM Susun Masterplan Kota “Beranda Depan” Indonesia

Simpang Lima Kota Atambua, Kabupaten Belu. Foto:polpos.co

ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM — Pemerintah Kabupaten Belu mulai menata wajah Kota Atambua secara lebih terarah. Bupati Belu, Willybrodus Lay, menggandeng tim perencana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun masterplan pengembangan kawasan perkotaan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat citra Atambua sebagai beranda depan Indonesia.

Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan forum group discussion (FGD) di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (30/4/2026), yang menghadirkan tim Fakultas Teknik UGM dipimpin Profesor Arif. Dalam forum tersebut, tim memaparkan laporan antara yang mencakup penentuan deliniasi tiga kawasan pengembangan, desain ruang terbuka hijau (RTH) dan museum, analisis relokasi warga tidak layak huni, hingga aspek legalitas masterplan.

Bupati Willy Lay menegaskan posisi strategis Atambua sebagai kota perbatasan yang berhadapan langsung dengan Dili, ibu kota Timor Leste, yang dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan darat. Posisi tersebut, menurut dia, menempatkan Atambua sebagai representasi pertama Indonesia di mata warga negara tetangga.

“Kita ini beranda depan Indonesia. Apa yang dilihat orang dari Timor Leste di Atambua akan dibandingkan dengan yang ada di Dili. Karena itu, kota harus terlihat baik, tertata, dan hidup secara ekonomi,” ujar Bupati Willy.

Ia menekankan, penataan kota tidak cukup berhenti pada aspek estetika. Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Belu yang saat ini berada di kisaran 6 persen dapat meningkat menjadi 7 persen melalui perencanaan yang matang dan implementasi yang konsisten.

Hardiknas 2026: Belu Fokus pada Transformasi Pendidikan dan Gerakan Ketahanan Pangan

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Willy mengingatkan agar semangat pembangunan tidak ikut melemah. “Efisiensi boleh dilakukan, tetapi semangat membangun tidak boleh dikurangi. Justru dari perbatasan, semangat itu harus semakin kuat,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Belu juga menghadapi tantangan pada sektor pelayanan publik dan pendidikan. Bupati Willy mengungkapkan, indeks pelayanan publik yang sebelumnya sempat menjadi yang terbaik di Indonesia Timur kini turun ke zona merah. Sementara itu, indeks pendidikan berada di peringkat ke-19 dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.

“Kota yang baik harus diikuti dengan pelayanan publik yang baik dan pendidikan yang berkualitas. Semua harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Dalam konteks pengembangan ekonomi daerah, sektor pariwisata dan kebudayaan diposisikan sebagai salah satu pengungkit utama. Tahun ini, pemerintah daerah kembali menggelar Festival Fulan Fehan, yang merupakan pengembangan dari Festival Tari Likurai 2017. Kegiatan tersebut sebelumnya mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan melibatkan sekitar 7.000 penari.

Menurut Bupati Willy, kegiatan budaya tidak hanya bertujuan menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat lokal. “Melalui kebudayaan, kita menjaga jati diri sekaligus memperkuat rasa kebangsaan di wilayah perbatasan,” kata dia.

Gubernur NTT Luncurkan Pergub Jam Belajar di Rumah, HP Anak Dibatasi dan Orang Tua Wajib Terlibat Aktif

FGD tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari staf khusus bupati, asisten sekretaris daerah, pimpinan instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah, hingga camat, lurah, serta tokoh adat, masyarakat, dan pemuda.

Penyusunan masterplan ini diharapkan menjadi pijakan pembangunan jangka menengah dan panjang Kota Atambua. Namun, efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, dukungan anggaran, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.*/prokopimbelu/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement