GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Gubernur NTT Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Saat Ilmu dan Kuasa Bertemu di Beranda Gubernur NTT

Saat Ilmu dan Kuasa Bertemu di Beranda Gubernur NTT

Rektor Undana Kupang, Prof. Jefry Bale dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (21/2/2026). Foto: Dio

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan kalangan akademisi kembali ditegaskan sebagai fondasi pembangunan daerah. Sabtu (21/2/2026) siang, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Jefri S. Bale, bersama jajaran pimpinan kampus di Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Di tengah tantangan kemiskinan, ketahanan pangan, dan lemahnya industri pengolahan di NTT, dialog pemerintah daerah dan perguruan tinggi diposisikan sebagai ruang merumuskan kebijakan berbasis riset.

Rektor Prof. Jefri Bale menyebut momentum satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sebagai periode refleksi sekaligus konsolidasi. Ia mengapresiasi penyelenggaraan diskusi publik satu tahun pemerintahan yang dinilainya mencerminkan kepemimpinan terbuka terhadap kritik dan masukan.

โ€œPembangunan daerah memerlukan orkestrasi bersama. Undana siap memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemprov NTT, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun inovasi berbasis riset,โ€ ujar Prof. Jefri.

Undana, lanjut dia, tengah menghidupkan kembali program double degree yang sebelumnya dirancang bersama pemerintah daerah untuk membuka akses pendidikan lanjutan bagi aparatur sipil negara. Kampus juga mendorong forum diskusi akademik dengan mitra legislatif serta memperkuat unit hilirisasi produk di bawah LP2M sebagai lokomotif inovasi.

Reses Dr. Umbu Rudi Kabunang di SBD: Apresiasi Inovasi Bupati Ratu Wulla di Tengah Efisiensi

Gubernur Melki menegaskan, masa depan NTT tidak dapat dilepaskan dari kontribusi perguruan tinggi. Ia menyoroti perlunya transformasi strukturalโ€”dari masyarakat konsumtif menuju masyarakat produktif yang ditopang hilirisasi.

Menurut dia, NTT selama ini masih lemah dalam sektor industri pengolahan. Padahal, potensi komoditas lokalโ€”termasuk asam di daratan Timor dan berbagai hasil pertanianโ€”dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah jika didukung riset dan teknologi.

โ€œKampus harus terlibat dalam proses penciptaan nilai tambah. Kita tidak bisa terus menjual bahan mentah. Hilirisasi adalah jalan agar ekonomi rakyat bergerak,โ€ katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar benar-benar menyasar sektor produktif dan berdampak pada penurunan kemiskinan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz Oemboe Umbu Wanda, menilai kolaborasi dengan Undana telah memberi kontribusi nyata, antara lain melalui keterlibatan Tim SID (Survey, Investigation and Design) dalam program cetak sawah.

Bupati Paulus Henuk Lantik Gustaf Folla Pimpin PDAM, Tekankan Transformasi Layanan dan Kontribusi PAD

Ke depan, sinergi akan diperluas melalui program โ€œPetani Masuk Kampusโ€ bersama HIPMI, pengembangan model bisnis pertanian di tingkat kabupaten, serta kolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan ketahanan pangan.

Pertemuan itu menegaskan satu hal: pembangunan NTT tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah membutuhkan basis ilmiah, sementara kampus memerlukan ruang implementasi. Di titik temu itulah, kebijakan diharapkan lahir bukan hanya sebagai program administratif, melainkan sebagai solusi yang bertumpu pada data, riset, dan keberpihakan pada kesejahteraan warga.*/Fara Therik/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement