G-RDVF5GTVXM

Tag: Fraksi Partai Golkar

  • Mohammad Ansor Desak Gustu Sosialisasikan Kepmenkes Terbaru Tentang Jenazah Covid

    Mohammad Ansor Desak Gustu Sosialisasikan Kepmenkes Terbaru Tentang Jenazah Covid

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Politisi senior Partai Golkar Provinsi NTT, H. Ir. Mohammad Ansor mendesak Gugus Tugas Covid-19 Provinsi dan Kabupaten/Kota se NTT untuk terus gencar mensosilisasikan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenks) RI terbaru tentang tatalaksana pemakaman jenazah Covid-19.

    Kepmenkes terbaru yang ditandatangani 12 Juli 2021, tentang tatalaksana pemakaman jenazah Covid-19 ini jauh lebih manusiawi dan lebih longgar, dibandingkan Kepmenkes yang sebelumnya. Sehingga saya minta Gugus Tugas Covid-19 agar lebih gencar mensosialisasikan dan mempublikasikan ke masyarakat sehingga pelaksana lapangan dapat memahami dengan baik sehingga tidak terjadi pro dan kontra,” sebut Mohammad Ansor yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT ini kepada SelatanIndonesia.com, Senin (19/7/2021).

    Mohammad Ansor menilai, Kepemnkes terbaru itu lebih manusiawi karena waktu pemakaman masih bisa sampai 24 jam setelah waktu dinyatakan meninggal. “Juga tidak harus di tempat pemakaman terpusat, bisa dikubur atau dikremasi di tempat yang memenuhi standar. Bahkan, ibadat pemakaman bisa dihadiri oleh keluarga terdekat dengan tetap memperhatikan physical distancing dan prokes,” ujarnya.

    Tentang program vaksinasi yang sedang dilakukan di NTT, Politisi Golkar yang terpilih dua periode beruntun dari Dapil Kota Kupang ini menyebutkan, informasi yang diperolehnya dari Dinas Kesehatan NTT bahwa hingga kini masih menunggu pengiriman dosis vaksin dari pusat. “Diharapkan dalam waktu dekat bisa tiba,” sebut Ansor.

    Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT ini mengatakan, progres vaksinasi dari hari ke hari selalu bertambah. “Masyarakat sekarang antusias untuk vaksin karen didorong oleh regulasi dari pemerintah terkait syarat perjalanan dan pengurusan administrasi pemerintahan. Disamping itu juga timbul kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin bagi imun tubuh,” ujar Ansor.

    Disebutkan Ansor, saking tingginya animo masyarakat maka stok vaksin menjadi terbatas sehingga Pemerintah Provinsi NTT telah meminta tambahan vaksin ke Kemenkes. “Gugus Tugas diharapkn berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas-fasilitas Kesehatan untuk memperbanyak tempat vaksin. Juga pastikan stok vaksin dan perkuat nakes yang tangani vaksin. Masyarakat dihimbau untuk segera vakskin agar NTT bisa mencapai minimal 70 %,” katanya.***Laurens Leba Tukan

  • Covid di Rote Ndao 865 Kasus, Golkar Minta Perketat Pelaku Perjalanan

    Covid di Rote Ndao 865 Kasus, Golkar Minta Perketat Pelaku Perjalanan

    BA’A,SELATANINDONESIA.COM – Hingga Jumat 16 Juni 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao telah mencapai 865 kasus. Bahkan, angka peningkatan per hari, Covid-19 di Rote Ndao sangat signifikn, pada 14 Juli 29021 bertambah 33 orang, 15 Juli naik 68 orang dan 16 Juli bertambah 78 orang.

    Kondisi ini memantik Partai Golkar Kabupaten Rote Ndao dan meminta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao agar memperketat pemeriksaan terhadap para pelaku perjalanan, baik yang datang maupun yang pergi dari wilayah Kabupaten Terselatan di NKRI itu.

    Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Rote Ndao, Meksy Mooy menyebutkan, para pelaku perjalanan keluar dan masuk di pelabuhan-pelabuhan dan bandara di Rote Ndao harus diperketat. “Apapun alasannya tidak boleh diijinkan acara-acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Juga koordinasi antara tim Gugus Tugas dari Kabupaten sampai ke desa harus berjalan baik sehingga ada ketegasan bagi masyarakat yang tidak taati Instruksi dan Himbaun Pemerintah,” sebut Meksy Mooy kepada SelatanIndonesia.com, Sabtu (17/7/2021).

    Ia memberikan apresiasi dan mendukung penuh kebijakan Pemda Rote Ndao dalam penangan Covid-19 termasuk mendukung kebijakan anggaran. “Saran kami, libatkan semua unsur termasuk tokoh adat, tokoh Gereja dalam penangan Covid-19 karena para tokoh adat dan tokoh agama memiliki peran lebih dalam mengarahkan dan mengendalikan masyarakat baik suku maupun umat,” ujarnya.

    Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Rote Ndao ini mengatakan, sejauh pantauannya, kebijakan-kebijakan yang dikelaurkan Pemeritah Daerah dalam penanganan Covid-19 sudah baik. “Instruksi dan Himbauan Ibu Bupati yang tertuang dalam Surat Edaran maupun Perbup sangat baik untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 di Rote Ndao. Hanya saja, kesadaran dan ketidaktaatan masyarakat terhdap himbauan dan instruksi tersebut sehingga masih ada yang melaksanakan acara-acara adat dan acara lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” sebutnya.

    Meksy Mooy juga meminta agar Tim Gugus Tugas di tingkat RT, Dusun dan Desa harus bisa dimaksimalkan. “Perketat dari bawah karena percuma kalau diatas ketat dibawah masih ada kelonggaran kebijakan lantaran faktor keluarga dan usnur perasaan maka penanganan Covid akan sia-sia,” ujarnya.

    Ia juga menhimbauan masyarakat Rote Ndao agar mentaati anjuran Pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19. “Warga harus sadar dan percaya bahwa Covid-19 sangat memgancam kehidupan karena itu sayangi diri, keluarga dan orang-orang sekitar. Tiadakan aktivitas yang tidak terlalu mendesak apalagi aktivitas di luar rumah,” katanya.***Laurens Leba Tukan

  • Golkar Desak Permprov NTT Gunakan Dana BTT dan Tanggap Darurat Tangani Bencana Hodrometerogi

    Golkar Desak Permprov NTT Gunakan Dana BTT dan Tanggap Darurat Tangani Bencana Hodrometerogi

    KUPANG,SELATANIDNONESIA.COM – Bencana Hodrometerogi yang melanda seluruh wilayah Provinsi NTT segera ditangani secara darurat dengan memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dana Tanggap Darurat.

    “Pemprov NTT segera manfaatkan pos  Dana BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk melakukan Tanggap Darurat pada titik-titik bencana. Dana BTT selain untuk penanganan Covid-19 dapat juga untuk penanggulangan Bencana Alam karen sifatnya on-call,” sebut Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT, H. Ir. Mohammad Ansor kepada SelatanIndonesia.com, Sabtu (4/4/2021).

    Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT yang membidangi Sosial dan Kesra ini mendesak Pemerintah Provinsi NTT agar segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota se NTT agar mendata jumlah kerugian terutama korban jiwa dan pengungsi yang ada.

    “Melihat cuaca ekstrem yang melanda hampir merata pada seluruh wilayah di NTT maka saat ini NTT mengalami Bencana Hidrometerologi yang sangat luar biasa dasyatnya. Segera bangun koordinasi dengan Pemerintah Pusat agar dapat ditetapkan status NTT sebagai Darurat Bencana,” sebut Ansor.

    Disebutkan Mohammad Ansor, ia mendapat informasi bahwa besok, Senin (5/4/2021) Kepala BNPB Pusat akan ke Flores Timur dan meninjau  beberapa Kabupaten di NTT yang terdampak parah. “Pemda dapat menggunakan kesempatan besok untuk melaporkan secara detail kondisi yang terjadi. Ini wujud reaksi cepat Pemerintah Pusat,” sebut Ansor.

    Politisi senior yang terpilih dua periode dari Dapil Kota Kupang ini menambahkan, Komisi V DPRD NTT telah berkoordinasi dengan Kepala BPBD NTT dan Kadis Sosial NTT dan disebutkan bahwa saat ini Tim dari kedua instansi tersebut termasuk Tim Tagana dan didukung SAR telah berada di lokasi dan membangun Dapur Umum Lapangan. “Terimakasih kepada Pemprov NTT yang telah tanggap terhadap kondisi bencana ini.  Kami menghimbau semua pihak untuk bersama-sama membantu pemerintah, bahu membahu meringankan beban para korban. Pemprov melalui Dinas PUPR tentu akan melakukan pendataan terhadap infrastruktur yang rusak agar dapat dibantu Pemerintah  Pusat dalam masa rehabilitasi pasca bencara nanti, karena banyak jembatan dan jalan yang rusak berat,” sebut Ansor.

    Diberitakan sebelumnya, korban meninggal akibat longsor di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Kabupaten Flores Timur sebanyak 54 orang. 30 orang sudah ditemukan, sedangkan lainnya masih dalam pencarian.

    Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli mengatakan itu kepada SelatanIndonesia.com, Sabtu (4/4/2021). “Saya sekarang dalam perjalanan menuju Ile Boleng, koran meninggal 54 orang di Nele Lamadike, sedangkan di Waiwerang sebanyak 4 orang dan tiga orang di Oyangbarang, Kecamatan Wotanulumado masih dilaporkan hilang,” sebut Wabup Agus Boli.

    Disebutkan Wabup Agus Boli, hujan lebat disertai banjir menyapu puluhan rumah dan korban jiwa di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur. Tidak hanya itu, longsor besar terjadi di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Kabupaten Flores Timur, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 02.00 WITA dini hari tadi.***Laurens Leba Tukan

  • Mohammad Ansor dan Zeyto Ratuarat, Politisi Golkar yang Gencar Lawan Covid di Kota Kupang

    Mohammad Ansor dan Zeyto Ratuarat, Politisi Golkar yang Gencar Lawan Covid di Kota Kupang

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Dua politisi senior partai Golkar, H. Ir. Mohammad Ansor dan Zyto Ratuarat kini gencar menggalang dukungan dari masyarakat di Kelurahan Nefonaek, Kota Kupang untuk bersama melawan pandemi Covid-19.

    Ansor adalah Sekretaris Fraksi Golkar DPRD NTT dua periode dari Dapil Kota Kupang, dan Zeyto adalah anggota DPRD Kota Kupang juga dua periode itu, berhasil membentuk Tim Percepatan Penanganan (TPP) Covid-19 di Kelurahan Nefonaek, Kota Kupang.

    Hari ini, TPP Covid-19 Kelurahan Nefonaek telah melakukan pelayanan Swab gratis bagi warga masyarakat, hasil kerjasama kami dengan pihak Puskesmas Pasir Panjang,” sebut Mohammad Ansor yang didampingi Zeyto Ratuarat, Kamis (11/2/2021).

    Aksi kedua politisi Partai Golkar itu mendapat sambutan hangat dari Lurah Nefonaek, Titus Ratuarat. Ia mengisahkan, awal terbentuknya TPP Covid-19 di Kelurahan Nefonaek merupakan hasil inisiatif yang diutarakan Anggota DPRD Provinsi NTT, H. Ir. Mohammad Ansor dan Anggota DPRD Kota Kupang Zeyto Ratuarat yang keduanya adalah warga Kelurahan Nefonaek.

    Melalui rapat bersama beberapa waktu lalu, disepakati untuk dibentuk TPP Covid-19 di Kelurahan Nefonaek. Mereka berdua, Pak Ansor dan Pak Zeyto merindukan agar ada kelurahan di Kota Kupang yang menjadi contoh dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 secara mandiri dan terpadu. Dan semua kegiatan dan kebutuhan dari TPP Covid-19 tersebut difasilitasi secara penuh oleh Pak Ansor dan Pak Zeyto, termasuk seragam untuk anggota TPP, obat-obatan bagi warga, masker, vitamin, maupun Alat Pelindung Diri atau APD bagi petugas,” sebut Lurah Titus seperti dilansir dari inihari.com.

    Menurut Titus, penyebaran Covid-19 memang harus ditekan secara baik, cepat dan terpadu. Sehingga dengan adanya TPP Covid-19 di kelurahannya telah menjadi langkah positif yang besar dalam upaya tersebut.

    Hari ini merupakan salah satu aksi kerja nyata dari TPP Covid-19 Kelurahan Nefonaek. Kami telah melakukan Swab kepada masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha yang ada di lingkungan Keluarahan Nefonaek. Jumlah pelaku usaha yang mengikuti Swab hari ini sebanyak 50 orang, terdiri dari pemilik atau penjaga Kios, Toko, Swalayan, Warung, hingga Pedagang Asongan dan Kaki Lima,” ungkapnya.

    Dijelaskan, sasaran Swab gratis itu dilakukan pada kelompok usaha kecil itu karena kelompok ini selalu berinteraksi dengan banyak orang, termasuk orang luar. Terlebih dalam aktivitas keseharian sebagai pelaku usaha, telah terjadi secara terus-menerus termasuk transaksi uang dari tangan ke tangan.

    Saat terjadi transaksi di situ, bisa saja orang yang terkonfirmasi Covid-19 dari luar datang belanja di sana, dan uang dipakai orang tersebut yang sudah hinggap virus Corona,” katanya.

    Lurah Titus Ratuarat mengaku, sebelum melakukan Swab masal tersebut, pihak TPP Covid-19 Kelurahan Nefonaek juga secara rutin sudah melakukan sweeping masker, baik terhadap masyarakat yang ada di dalam wilayah Kelurahan Nefonaek, maupun warga yang ingin masuk di wilayah Kelurahan Nefonaek, dengan menempatkan petugas pada sore hari di depan Top Mart dan pagi hari di depan Kantor Lurah Nefonaek.

    Kami terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. Kami juga selalu lakukan patroli secara teratur di wilayah 7 RW dengan 25 RT yang ada di kelurahan kami, untuk melerai masyarakat yang masih melakukan kegiatan kumpul-kumpul,” terangnya.

    Titus berharap, melalui kegiatan dari TPP Covid-19 Keluarah Nefonaek yang disponsori dan difasilitasi oleh Anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Mohammad Ansor, bisa membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan seluruh masyarakat, yakni penyebaran Covid-19 di Kelurahan Nefonaek dan Kota Kupang pada umumnya bisa berkuran dan bahkan berakhir.***Laurens Leba Tukan

  • Inche Sayuna: Bung Ne’i Orang Pertama yang Membawa Saya Mengenal Politik

    Inche Sayuna: Bung Ne’i Orang Pertama yang Membawa Saya Mengenal Politik

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Berpulangnya politisi senior Partai Golkar NTT, Cornelis Feoh pada Minggu (3/1/2021) menyisahkan duka yang dalam bagi keluarga besara Partai Golkar dan DPRD Provinsi NTT khususnya Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr. Inche DP. Sayuna.

    Bagi Sekretaris DPD I Golkar NTT ini, sosok Cornelis Feoh tidak sekedar sahabat dalam dunia politik. “Saya menghormati Bung Ne’i sebagai senior, patner diskusi yang hebat dan beliau adalah orang pertama yang membawa saya mengenal dunia politik melalui AMPI,” sebut Inche Sayuna kepada SelatanIndonesia.com, Senin (4/1/2021) malam.

    Menurut Inche Sayuna, Bung Ne’i adalah politisi yang rendah hati, pekerja keras dan memulai karier politiknya dari bawah, merangkak dan akhirnya bisa berdiri tegak sebagai pemimpin yang sejajar dengan para pemimpin dan senior Partai Golkar. “Dia berhasil menjadikan dirinya politisi yang diperhitungkan di NTT. Menjabat sebagai Ketua Partai Golkar dan dipercaya sebagai Ketua DPRD Rote Ndao, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao dua periode dan sampai akhir hayatnya masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024, adalah bukti bahwa dia bukan politisi kacangan. Selamat jalan Bung Ne’i, Tuhan memelukmu di Surga bersama para Kudus,” ujar Inche Sayuna.

    Informasi resmi yang dihimpun SelatanIndonesia.com dari keluarga duka, untuk prosesi pemberangkatan sampai pemakaman Alm. Cornelis Feoh, disebutkan, ibadah pelepasan jenazah dirumah duka Sikumana dilakukan pada Selasa, 5 Januari 2021 pukul 09.00 Wita. “Setelah ibadah, jenazah akan di bawa ke Gedung DPRD Provinsi NTT untuk disemayamkan. Setelah dari DPRD Provinsi NTT, jenazah akan di antar ke bandara El Tari untuk diberangkatkan ke Rote,” demikian informasi dari Daniel Adoe, yang mewakili keluarga duka.

    Dijelaskan, Daniel Adoe, setelah tiba di Rote, jenazah disemayamkan 1 malam di rumah Lelain. “Rabu, 6 Januari 2021 jenazah akan dibawa ke Oebatu untuk disemayamkan selama 1 malam, dan akan dikuburkan pada Kamis, 7 Januari 2021, jam 10.00 Wita (bukan Jumat, 8 Januari 2021),” demikian pesan Daniel Adoe yang mewakili keluarga besar Feoh-Su’i dan semua rumpun keluarga yang terkait.***Laurens Leba Tukan

  • Dukung TJPS, Golkar Sarankan Perbanyak Sumur Bor

    Dukung TJPS, Golkar Sarankan Perbanyak Sumur Bor

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur menyarankan kepada Pemerintah Provinsi NTT agar perlu pengadaan sumur bor dalam jumlah banyak atau memadai untuk menunjang kesuksesan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

    Sikap politik itu dituangkan dalam Pendapat Akhir Fraksi Partai Golkar DPRD NTT terhadap Rancangan Perubahan Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTT, Tahun Anggaran 2020 dalam sidang paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD NTT, Senin (28/9/2020) yang disampaikan jubir Fraksi Partai Golkar, Maksimilianus Adipati Pari.

    Disebutkan, sehubungan dengan fenomena iklim ekstrim dimana terjadi kemarau panjang sehingga menimbulkan kondisi kekeringan ekstrim pada 14 titik lokasi di 8 Kabupaten dan dapat berimbas pada tidak optimalnya program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

    “Fraksi Partai Golkar merekomendasikan agar memprioritaskan pembuatan sumur bor pada titik-titik yang mengalami kekeringan ekstrim dan seianjumya periu pengadaan sumur bor dalam jumlah banyak/memadai untuk menunjang kesuksesan program TJPS di seluruh wilayah NTT,” sebut Maksimilianus.

    Fraksi Golkar yang dipimpin Hugo Rehi Kalembu dan sekretaris H. Moh. Ansor juga menyarankan agar dalam merealisasikan target program TJPS seluas 10.000 Ha maka pemerintah memfokuskan perhatian pada musim tanam 2020/2021 yaitu pada bulan November 2020 – Maret 2021, dimana terjamin persediaan air yang bersumber dari curah hujan.

    “Menggiatkan petani peserta program TJPS melalui sosialisasi dan pendampingan berkesinambungan, dan memotivasi para petani peserta program TJPS dengan mempersiapkan aspek pemasaran yang menguntungkan petani,” ujar jubir Maksimilianus.

    Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika berbicara dalam forum paripurna itu memberikan apresiasi atas sikap politik dari seluruh fraksi di DPRD Provinsi NTT yang menyetujui dan menerima rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 untuk ditetapkan menjadi Perda.

    “Saya berterimaksih kepada DPRD NTT terutama Pimpinan dan komisi-komisi yang secara rutin melakukan kunjungan kerja yang terus-menerus untuk memantau dan melakukan pengawasan terhadap seluruh pembangunan serta memberikan masukan yang baik dari waktu ke waktu menunjukan bahwa kita punya semangat yang sama untuk membawa perubahan bagi kemajuan NTT,” ujar Gubernur Laiskodat.

    Rapat paripurna itu dipimpin oleh ketua DPRD NTT Emiliana J. Nomleni didampingi para  Wakil Ketua diantaranya Inche Sayuna, Chris Mbuik, dan Aloisius Malo Ladi. Selain dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, turut hadir Sekda NTT Ben Polomaing, Staf Khusus Gubernur Imanuel Blegur serta pimpinan OPD. ***Laurens Leba Tukan