G-RDVF5GTVXM

Tag: Bajawa

  • Tour de EnTeTe: Dari Kota Pancasila Menuju Kota Dingin

    Tour de EnTeTe: Dari Kota Pancasila Menuju Kota Dingin

    ENDE,SELATANINDONESIA.COM – Ribuan warga memadati depan rumah jabatan Wakil Bupati Ende, Jumat (19/9/2025), menyambut para peserta Tour de EnTeTe etape kedelapan Ende–Bajawa. Dari balik pagar dan trotoar, warga tak ingin melewatkan momen langka: berfoto bersama para pembalap sebelum dilepas menuju “Kota Dingin” Bajawa.

    Mery, salah seorang warga, mengaku sengaja datang lebih awal. “Ini kesempatan langka, siapa tahu tidak terulang lagi. Foto-foto ini langsung saya bagikan di media sosial,” katanya.

    Etape Ende–Bajawa dilepas langsung Wakil Bupati Ende, Dominggus Minggu Mere, bersama jajaran Forkopimda. Meski mengaku lelah, salah satu pembalap asal Malaysia menyatakan tekadnya menuntaskan seluruh lintasan hingga garis akhir.

    Sehari sebelumnya, etape tujuh yang berputar di Kota Ende dijadikan ajang solidaritas untuk korban bencana banjir bandang di Mauponggo, Nagekeo. Dari hadiah lomba, sumbangan pembalap, panitia, dan warga, terkumpul Rp109,6 juta. Donasi itu diantar langsung pembalap Prancis Maxime Marthin dan pembalap Mesir Omar Walid Elbehiry bersama panitia ke posko bencana di Kantor Camat Mauponggo.

    Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menerima bantuan tersebut. “Bencana ini menelan sembilan korban jiwa, enam ditemukan, tiga masih hilang. Selain itu 19 orang luka-luka dan hampir 400 orang harus mengungsi,” jelasnya.

    Gubernur NTT Melki Laka Lena memuji solidaritas para pembalap dan penyelenggara. Ia mengingatkan kembali nilai Pancasila yang lahir di Ende. “Balap sepeda itu roda, ada yang di atas, ada yang di bawah. Yang di atas harus melihat yang di bawah. Begitu juga dalam hidup bermasyarakat,” kata Melki.

    Dengan semangat kemanusiaan itulah para riders hari ini kembali mengayuh, dari Kota Pancasila menuju Kota Dingin.*/Gem/Laurens Leba Tukan

  • Melki Laka Lena Menyapa Ngada, Menggenggam Teladan Josef Nae Soi

    Melki Laka Lena Menyapa Ngada, Menggenggam Teladan Josef Nae Soi

    Bertemu Guru dan Siswa di Ngada, Gubernur Melki Laka Lena Dorong Perubahan Pendidikan

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmennya mendorong peningkatan kualitas pendidikan di provinsi kepulauan itu. Pesan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan bersama para pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta ketua OSIS SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Ngada di SMA Negeri 2 Bajawa, Rabu (17/9/2025).

    Dalam dialog, Gubernur Melki menyoroti penurunan kemampuan literasi dan numerasi siswa. “Dulu tamat SD sudah bisa baca tulis dengan baik, tapi sekarang berbeda. Mau sampai kapan kita biarkan model begini terus terjadi?” ujarnya.

    Ia meminta para guru lebih tegas dalam mendidik, termasuk memastikan kelayakan siswa untuk naik kelas. “Kalau memang tidak naik kelas, jangan dipaksakan. Kita tidak boleh memanjakan anak-anak. Besok mereka harus bisa kompetitif di banyak hal,” katanya.

    Menurut Gubernur Melki, Pemerintah Provinsi NTT kini mengalokasikan Rp 2,3 triliun untuk sektor pendidikan dari total APBD Rp 5 triliun. Anggaran itu, ujarnya, digunakan untuk meningkatkan kapasitas guru, tenaga kependidikan, serta kesejahteraannya.

    Bupati Ngada Raymundus Bena menyebut kunjungan gubernur sebagai tonggak penting. “Pendidikan ibarat pesawat tercepat yang mampu mengubah suatu wilayah,” ujarnya dalam sambutan.

    Selain mendorong kualitas pembelajaran, Gubernur Melki meminta sekolah mulai mengembangkan kewirausahaan berbasis sekolah untuk mendukung kemandirian operasional. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan SMK berbasis asrama di 11 kabupaten.

    “Ini bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi soal kemauan. Kalau mau, pasti bisa,” tegasnya.

    Kunjungan Gubernur Melki di Ngada diawali penyambutan hangat di Bandara Soa oleh Bupati Ray Bena, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji, dan jajaran Forkopimda. Usai acara, ia menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman mantan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, yang disebutnya sebagai sosok teladan dalam pengabdian bagi daerah. Bagi Gubernur NTT, sosok mantan Wakil Gubernur bukan sekadar senior, melainkan guru kehidupan. “Kaka Josef adalah teladan dalam pengabdian dan dedikasi. Beliau memberi contoh bahwa membangun NTT bukan hanya soal jabatan, tapi juga ketulusan hati,” ujar Gubernur Melki.*/Baldus Sae/Laurens Leba Tukan

  • Melki Laka Lena dan Kisah Sukses Para Penyuling “Moke” Aimere

    Melki Laka Lena dan Kisah Sukses Para Penyuling “Moke” Aimere

    AIMERE,SELATANINDONESIA.COM – Yulius Mone Lobo dan Samuel Lay Ratu sempat putus asa dan hilang harapan. Satu-satunya sumber kehidupan yang menopang perekonomiannya berpuluh tahun harus dilepas.

    Sehari-hari, Yulius dan Samuel serta seluruh warga dusun Enalewa lainnya di desa Legelapu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada bekerja sebagai penyadap lontar dan penyuling “moke”, sebutan untuk minuman tradisional berkadar alkohol tinggi bagi warga setempat dan NTT pada umumnya.

    Sampai pada suatu masa pada tahun 2020, lapangan pekerjaan sebagai penyadap lontar dan penyuling “moke” terancam dilenyapkan. Itu terjadi lantaran “moke” yang diproduksi oleh warga yang mayoritasnya merupakan diaspora Sabu Raijua itu oleh Pemda setempat tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

    Aparat keamanan dipertintahkan untuk menertibkan pusat penyulingan “moke” Aimere, sekaligus peredarannya di masayarakat. Bahkan, “moke” yang sudah diisi dalam kemasan jerigen berbagai ukuran tidak jarang dibuang dengan alasan pemusnahan. Aparat kepolisian bersama Satpol PP pernah melakukan razia. Semua bahan baku pembuatan moke, termasuk moke yang sudah diolah dibuang karena dianggap miras oplosan.

    Yulius dan Samuel serta warga yang sedang hilang harapan itu, menyampaikan keluhannya ke Romy Juji seorang tokoh muda Aimere. Romy lalu menyampaikan aspirasi dan keluahan itu kepada Emanuel Melkiades Laka Lena yang saat itu menjadi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

    Melki Laka Lena hadir dalam masa sulit para pemasak “moke” Aimere. Ia bersama mitra kerjanya Balai POM Kupang dua kali bertemu masyarakat penyuling. Pertemuan itu dilakukan untuk mensosialisasikan standart kerja dan syarat-syarat produksi “moke” seturut regulasi dan kelayakan. Balai POM Kupang untuk mendampingi masyarakat dalam pengolahan moke.

    Senin (30/9/2024), Melki Laka Lena hadir dalam kapastias Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur ke sejumlah tempat pengolahan moke (miras lokal) di Kecamatan Aimere. Tepatnya di Dusun Enalewa, Desa Legelapu. Melki bersama Ketua Tim Pemenangan Melki-Johni, Frans Sarong dan tim pemenangan tingkat Kabupaten Ngada, Romy Juji. Warga penyuling “moke” menyambut antusias.

    Mateus Kesu, salah satu pemasak moke mengaku tidak akan melupakan jasa besar Melki Laka Lena. Melki diakuinya sangat responsif ketika mendengar persoalan mereka kala itu, yang mereka sampaikan melalui kader Golkar, Romilus Juji (Ketua DPRD Ngada saat ini).

    “Dua kali Pak Melki datang lihat kami. Kami berterimakasih sekali karena berkat bantuan Pak Melki, usaha kami berjalan lancar sampai saat ini. Kami bisa bangun rumah permanen dan bisa menyekolahkan anak-anak kami sampai sarjan,” ungkapnya.

    Ungkapan terima kasih kepada Melki Laka Lena juga disampaikan Rudolof Manu yang juga adalah pemasak moke. Dia mengaku bangga dengan sosok Calon Gubernur NTT itu. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak Melki. Beliau sudah bantu kami. Jadi saatnya kami balas jasa beliau karena kami yakin beliau akan perhatikan kami,” ujar Rudolof.

    Sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Melki Laka Lena, masyarakat Legelapu bertekad memenangkan Melki-Johni di Pilkada NTT. “Untuk Pilgub, sudah pasti kami tidak ke mana-mana. Pilihan kami pasti Melki Laka Lena dan Johni Asadoma,” ungkap Egi Kesu seraya mengajak masyarakat untuk sama-sama meneriakkan yel-yel kemenangan Paket Melki-Johni.

    Melki Laka Lena pada kesempatan itu mengaku bangga melihat usaha pemasak moke yang berjalan lancar, sehingga bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga. “Saya pernah datang dengan Balai POM. Saya berbahagia sekali karena usaha masyarakat di sini makin baik dan bermanfaat untuk keberlangsungan hidup mereka,” kata Ketua Golkar NTT itu.

    Menurut Melki Laka Lena, kesuksesan seorang politisi bukan dilihat saat terpilih dalam kontestasi politik. Sebaliknya, politisi disebut sukses ketika bermanfaat bagi masyarakat. “Perjuangan saya dengan Balai POM ketika itu ternyata bermanfaat bagi masyarakat di sini. Jadi letak kesuksesan politisi adalah membuat masyarakat tersenyum ketika mendapat manfaat dari apa yang dia perjuangkan,” ungkap Melki.

    Kepada masyarakat pemasak moke, Melki Laka Lena menyarankan agar tetap memperhatikan proses produksi agar tetap alamiah dan tidak ada tambahan zat-zat yang berbahaya. Dia juga meminta pemasak moke untuk memperbaiki kemasan.

    “Kalau usahanya sudah bagus, jangan lupa beri retribusi untuk desa dan daerah sebab  masyarakat harus juga berkontribusi untuk pembangunan daerah. Tapi kita akan buat peraturan daerah yang mengatur mekanisme produksi, hingga pemasaran. Yang pasti tidak boleh melanggar norma-norma,” pungkas Melki Laka Lena.*/)Thomy/Laurens Leba Tukan

  • Kemelut di Persena Nagekeo, Asprov Putuskan Tim Pimpinan Novi Wio Berhak Ikut Soeratin Cup 2023

    Kemelut di Persena Nagekeo, Asprov Putuskan Tim Pimpinan Novi Wio Berhak Ikut Soeratin Cup 2023

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Sepakbola di Kabupaten Nagekeo sedang diselimuti dualism kepengurusan. Kontroversi kepengurusan di tubuh Askab PSSI Kabupaten Nagekeo berimbas pada kepesertaan tim dari Kabupaten Nagekeo untuk mengikuti turnamen Soeratin Cup U17 di Bajawa, Kabupaten Ngada beberapa hari kedepan.

    Ada dua klub asal Kabupaten Nagekeo yang siap mengikuti turnaman Soeratin Cup U17 di Ngada yatiu  Persena Nagekeo dan Persena FC. Ketua Komisi Dispilin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT), Lukman Hakim memberikan sikap tegas. “Hanya Persena Nagekeo yang memiliki hak untuk berpartisipasi dalam Soeratin Cup 2023. Karena keanggotaan Persena Nagekeo dalam Asprov PSSI NTT jelas dan resmi. Sedangkan, Persena FC tidak termasuk dalam anggota resmi Asprov,” tegas Lukman Hakim kepada wartawan di Kupang, Rabu (25/10/2023).

    Lukman Hakim mengatakan, Asprov PSSI NTT hanya akan mengakomodir tim Persena yang diakui oleh Askab PSSI Nagekeo hasil Kongres Luar Biasa (KLB). “Persena Nagekeo adalah tim yang mendapat dukungan dari Askab PSSI Nagekeo dan secara resmi menjadi bagian dari Asprov PSSI NTT. Keputusan Asprov yang menerima Persena Nagekeo telah diambil dalam KLB Askab PSSI Kabupaten Nagekeo yang dihadiri oleh 22 dari 38 klub yang berada di bawah naungan Askab PSSI Nagekeo,” katanya.

    Disebutkan, KLB ini mengangkat Cluadya M. Noviaty Teku Wio yang akrab disapa Novi Wio sebagai Ketua Askab PSSI Nagekeo. “Penting untuk diketahui bahwa KLB tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Polres Nagekeo lama pada Sabtu, 21 Oktober 2023, dan dibuka langsung oleh Ketua Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT. Keputusan ini menjadi final, mengakhiri polemik seputar dualisme tim Persena Nagekeo. Dan Persena Nagekeo akan menjadi wakil yang sah dari wilayah tersebut dalam Soeratin Cup 2023 di Ngada,” tegasnya.***Laurens Leba Tukan

  • Di Ngada, Merciana Jone Desak Pemda Bentuk Satgas Pencegahan TPPO Mulai dari Desa

    Di Ngada, Merciana Jone Desak Pemda Bentuk Satgas Pencegahan TPPO Mulai dari Desa

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone meminta Pemerintah Kabupaten Ngada segera membentuk Gugus Tugas atau Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai dari desa.

    “OPD atau Dinas terkait, Camat hingga Kepala Desa/Lurah harus berperan aktif melakukan pengawasan terhadap calon-calon tenaga kerja AKAD dan AKAN di wilayahnya masing-masing. Pembentukan Gugus Tugas sekaligus untuk menjamin pelaksanaan langkah-langkah pencegahan TPPO berjalan dengan baik dan efektif,” sebut Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone ketika tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMINP) Wilayah Kabupaten Ngada. Acara yang diinisiasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo ini berlangsung di Aula STIPER Flores Bajawa, Jumat (28/7/2023).

    Kakanwil Merciana mengatakan, gugus tugas yang segera dibentuk itu agar beranggotakan wakil-wakil dari pemerintah, penegak hukum, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, dan peneliti/akademisi.

    “Pemberantasan dan pencegahan TPPO harus dilakukan agar tidak ada lagi masyarakat terutama perempuan dan anak yang menjadi korban eksploitasi karena perdagangan orang,” jelasnya.

    Marciana mengatakan, masih banyak masyarakat di NTT yang belum memahami permasalahan sebagai penyebab terjadinya trafficking atau perdagangan orang. Sebagai contoh, masih banyak calon tenaga kerja baik yang akan bekerja di luar daerahnya (Antar Kerja Antar Daerah/AKAD) maupun ke luar negeri (Antar Kerja Antar Negara/AKAN) tidak dilengkapi dengan dokumen atau surat-surat resmi. Seperti pemalsuan KTP, tidak memiliki kartu kuning dari Disnakertrans, hasil rekam medis yang tidak sesuai dengan data asli calon tenaga kerja, serta pemalsuan sertifikasi pelatihan.

    “Selain itu, masih banyak tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri tanpa memiliki skill memadai,” ujarnya.

    Terkait hal ini, Marciana berharap Balai Latihan Kerja (BLK) dapat diaktifkan kembali untuk melatih para calon tenaga kerja agar memiliki skill yang baik sebelum bekerja ke luar negeri. Disisi lain, masyarakat juga harus melengkapi persyaratan yang dibutuhkan termasuk dokumen/surat-surat resmi guna mencegah terjadinya perdagangan orang. Calon tenaga kerja paling tidak mengetahui kemana tujuan mereka dan pekerjaan apa yang akan dilakukan.

    “Untuk melaksanakan pemberantasan TPPO, pemerintah wajib mengambil langkah-langkah untuk pencegahan dan penanganan TPPO,” tegasnya.

    Menurut Marciana, perdagangan orang merupakan bentuk modern dari perbudakan manusia. Korban diperdagangkan tidak hanya untuk tujuan pelacuran atau bentuk eksploitasi seksual lainnya, tetapi juga mencakup bentuk eksploitasi lain seperti pekerja paksa atau pelayanan paksa dan perbudakan. Jam kerja yang tidak pasti, mendapatkan kekerasan atau penyiksaan saat bekerja, serta gaji yang tidak dibayar juga merupakan bentuk dari perdagangan orang.

    Selain Kakanwil Merciana, sosialisasi juga menghadirkan Kasubdit IV Renakta Ditkrimum Polda NTT, Margaritha Sulabesi dan Liaison Officer for Immigration Affairs, IOM Indonesia, Marini Fitria sebagai pembicara lainnya.

    Liaison Officer for Immigration Affairs, IOM Indonesia, Marini Fitria mengatakan, pihaknya selama ini melakukan pendampingan bagi korban TPPO dengan mengedepankan 12 prinsip-prinsip pendampingan. Diantaranya, prinsip penghormatan, perlindungan dan penegakan HAM, non diskriminasi, pemenuhan hak anak dan kepentingan terbaik bagi anak, non stigmatisasi, serta hak atas kerahasiaan dan privasi.

    “Pendamping korban TPPO berperan melakukan identifikasi, rehabilitasi kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial dan pemulangan, serta reintegrasi sosial,” ujarnya.

    Kasubdit IV Renakta Ditkrimum Polda NTT, Margaritha Sulabesi menyampaikan, TPPO dan PMINP utamanya dilatarbelakangi oleh faktor kemiskinan, ketidaktahuan masyarakat, terbatasnya lapangan pekerjaan di NTT, serta adanya oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk merekrut dan mengirim tenaga kerja tanpa melalui prosedur yang benar. Ada berbagai modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak kejahatan tersebut.

    “Salah satunya dengan mengiming-imingi korban untuk bekerja di luar negeri dengan gaji yang besar, padahal pelaku sedang melakukan penipuan. Modus lainnya juga terkait dengan pemalsuan dokumen kependudukan. Selain itu, korban umumnya ditempatkan di penampungan sementara hingga berbulan-bulan ataupun dijerat dengan hutang untuk mengikat korban,” jelasnya.*/)Humas/rin

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Projo Ungkap Respons Jokowi Terkait KIB: Bagus, Kalau Perlu Ditambah Koalisinya

    Projo Ungkap Respons Jokowi Terkait KIB: Bagus, Kalau Perlu Ditambah Koalisinya

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Pro Jokowi atau Projo mengungkapkan respons Jokowi terhadap kehadiran Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Golkar, PAN, dan PPP. Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkapkan, Jokowi menyambut kehadiran KIB jelang Pemilu 2024.

    “Bagus saja, kalau perlu ditambah koalisinya, juga dimungkinkan nanti ditambah. Ini, kan, terbuka,” kata Budi Arie usai acara di Hutan Kota Plataran, GB, Senayan, Sabtu (4/6/2022) dilansir dari kumparannews.com.

    Budi Arie menyebut, pembentukan koalisi ini untuk menyatukan langkah dan keinginan komponen bangsa untuk bersatu. Ia menilai, pembentukan KIB cerdas karena bisa menyatukan banyak kalangan yang mewakili pemilih masing-masing partai.

    “Apalagi sebenarnya platform-nya partai oke, nih. PAN mewakili pemilih Muhammadiyah, PPP (mewakili) Nahdliyin, Golkar yang nasionalis, kan, ini komponennya bagus, di bawahnya enggak benturan. Saya yakin ini koalisi cerdas karena di bawah enggak benturan, di massanya enggak bergesekan,” jelasnya.

    “Ya, kan, ini manuver cerdas. Masa enggak cerdas? Cerdas ini, nanti yang lain ikut. Nanti, ya, tanya aja,” lanjutnya.

    Tak hanya itu, Budi Arie mengatakan Projo terbuka menjalin komunikasi dengan koalisi lainnya di masa depan. Pun jika Projo diundang hadir dalam pertemuan atau silaturahmi dengan parpol atau koalisi lain.

    “Loh, pasti, dong. Ini, kan, enggak eksklusif tadi dibilang. Projo kalau diundang pasti datang, dong,” pungkasnya.

    Sebelumnya dieritakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibangun untuk membuat politik di Indonesia bebas dari politik identitas.

    Airlangga menegaskan, seluruh pesan ini sudah sampai ke seluruh kader Partai Golkar, PAN, dan PPP hingga ke lingkup terkecil pemerintahan administrasi desa.

    Menurut Airlangga, KIB menjadi gabungan partai nasional religus. Namun, KIB terbuka dengan partai manapun hingga waktu deklarasi nanti. Ketum Golkar menegaskan, KIB akan mendorong calon yang bisa menghilangkan politik identitas.

    “Pertama tujuannya kan memang menghilangkan politik identitas. Jadi kita adalah koalisi nasional religius, baik yang muslim tradisional, maupun muslim modernis. Jadi tentunya itu yang akan dorong dan itu pula yang membuat kita menandatangani kesepahaman. Jadi itu clear,” tutur Airlangga usai Silaturahim Nasional KIB, di Hutan Kota Plataran, Jakarta Sabtu (4/6/2022).

    Jawaban Airlangga itu menegaskan soal munculnya pertanyaan apakah KIB tidak akan memberi tempat bagi calon yang pernah menggunakan politik identitas dalam pemilu.

    Ketum Golkar mengaku, KIB menyadari untuk membangun bangsa yang hebat, tidak bisa dilakukan hanya satu golongan atau sendiri-sendiri. Oleh karena itulah, KIB berupaya mengikis polarisasi dan keterbelahan di masyarakat akibat dinamika politik yang terjadi sejak satu dekade lalu.

    “Membangun bangsa membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi. Kita manfaatkan seluruh potensi yang ada, kita manfaatkan seluruh komponen bangsa yang ada,” tegasnya.

    Menurut Airlangga, tujuan kerja sama tiga parpol ini untuk saling mengisi agar pembangunan bangsa Indonesia bisa terlaksana dan Indonesia menjelma menjadi negara hebat.

    Di sisi lain, tidak bisa dibantah, terbentuknya kerja sama ketiga partai juga ingin menaikkan elektabilitas menjelang Pemilu 2024. Diakuinya, ada kenaikan elektabilitas sejak tiga ketua umum menggagas ide Koalisi Indonesia Bersatu.

    Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, setelah penandatanganan nota kesepahaman, ketiga parpol saat ini setara di dalam KIB. Manuver maupun pergerakan politik masing-masing parpol anggota harus diketahui oleh ketiga partai.

    “Jadi kita sudah kolektif kolegial, kita bertemu siapapun, sepengetahuan kita bertiga,” tutur Airlangga.

    Yang menarik, di tengah deklarasi dan penandatanganan kesepakatan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) pada Sabtu (4/6/2022), sosok Ketua Umum Pro Jokowi (ProJo), Budi Arie Setiadi, terlihat ikut hadir. Keberadaannya diumumkan MC di acara tersebut.

    “Kami juga ingin mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum ProJo, Bapak Budi Arie Setiadi,” ungkap sang MC, Ronald Surya Praja di Rumah Kaca, Plataran, Jakarta Pusat.***Laurens Leba Tukan