G-RDVF5GTVXM

Tag: Bajawa

  • Setelah Ende dan Ngada, Besok Presiden Jokowi ke Sumba Timur

    Setelah Ende dan Ngada, Besok Presiden Jokowi ke Sumba Timur

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dipastikan akan mengunjungi Kabupaten Sumba Timur dalam rangkaian kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur.

    Kunjungan kerja tersebut berlangsung dalam rangkaian agenda peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2022 yang akan dipusatkan di Ende Flores sebagai Kota Pancasila pada Rabu, 1 Juni 2022.

    Pemerintah kabupaten Sumba Timur pun telah memastikan kunjungan kerja tersebut. Kunjungan kerja ke Sumba Timur akan dilaksanakan setelah rangkaian kunjungan kerja ke Ende dan Bajawa Kabupaten Ngada.

    Dikutip dari Poskupang.com, Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu saat Rapat Persiapan kunjungan Presiden Jokowi yang berlangsung di Aula Setda Sumba Timur, Senin 30 Mei 2020 malam menyebut bahwa Presiden Jokowi dan rombongan akan tiba di Waingapu pada Kamis 2 Juni 2022 Pkl. 08.55.

    Presiden dan rombongan akan disambut dengan upacara penyambutan secara adat. Pada kunjungan, Kepala Negara dijadwalkan akan melakukan peninjauan budidaya sorgum di Laipori – Desa Palakahembi Kecamatan Pandawai sekira pukul 09.00 Wita. Lokasi tersebut merupakan lokasi budidaya sorgum milik PT. Sumba Moelti Agriculture.

    Budidaya sorgum di lokasi tersebut telah dimulai pada 7 Januari 2022 saat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melakukan penanaman perdana. Sementara, sebelumnya pada 12 Mei 2022 yang lalu juga telah dilakukan panen perdana oleh Staf Kepresidenan.

    Usai agenda peninjauan budidaya sorgum, Presiden Jokowi dijadwalkan mengunjungi Pasar Inpres Matawai di Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu pada pukul 10.45 Wita. Di lokasi Pasar, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menyerahkan bantuan PKH bagi perwakilan penerima manfaat.

    Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan akan meninggalkan Waingapu pada pukul 13.15 Wita dari Bandara Umbu Mehang kunda Waingapu dengan pesawat kepresidenan.

    Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyambut gembira rencana kunjungan Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi ke wilayah itu.

    Pemerintah kabupaten Sumba Timur langsung menggelar rapat persiapan Kunjungan Presiden Jokowi ke Sumba Timur pada Senin 30 Mei 2022 malam, setelah mendapat informasi kunjungan mantan walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu pada siangnya.

    Rapat yang berlangsung di Aula Setda Sumba Timur sekitar pukul 19.00 Wita itu dipimpin Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu yang didampingi Forkopimda Sumba Timur.

    Hadir Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, Ketua Pengadilan Negeri Waingapu Michael Last Yuliar Syamriyadi Nugroho, Waka Polres Sumba Timur Komisaris Arif Sadikin dan Kasdim 1601 Sumba Timur Kapten Inf. Sambudi.

    Rapat persiapan Kunjungan Presiden Jokowi itu diikuti oleh pimpinan para staf ahli, asisten Setda, pimpinan perangkat daerah, para camat, para lurah serta kepala Desa di Kecamatan Kota Waingapu, Kamera, Kanatang dan Pandawai serta para pimpinan BUMN, BUMS dan BUMD.

    Dalam rapat dengan moderator Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Umbu Ngadu Ndamu tersebut, dibahas persiapan penyambutan dan pelaksanaan kunjungan kerja Presiden Jokowi selama dua hari.

    Seluruh jajaran pemerintahan yang telah ditetapkan sebagai panitia kegiatan bersama dengan masyarakat diharapkan untuk menyukseskan agenda kunjugan tersebut.

    Wakil Bupati David Melo Wadu mengatakan, segala persiapan akan disesuaikan dengan agenda kunjugan yang ditetapkan oleh protokoler Istana Negara.

    “Kita berharap semua dapat berkontribusi untuk menyukseskan kunjungan ini. Ini menjadi kebangan bagi masyarakat Sumba Timur secara keseluruhan bahwa Bapak Presiden berkenan mengunjungi rakyatnya di Sumba Timur,” ujar David Melo Wadu usai rapat.

    Presiden Jokowi dijadwalkan tiba di Waingapu pada Kamis 2 Juni 2022 Pkl. 08.55. Presiden Jokowi akan melaksanakan dua agenda kunjungan yakni ke Desa Laipori Kecamatan Pandawai dan Pasar Inpres Matawai.***Laurens Leba Tukan

     

  • Sentuhan Cinta BPBD NTT untuk Korban Banjir Bandang di Inerie

    Sentuhan Cinta BPBD NTT untuk Korban Banjir Bandang di Inerie

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT memberikan respon cepat terhadap bencana banjir yang terjadi di Desa Inerie Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada pada Jumat malam (3/9/2021).

    Minggu siang, (5/9/2021) Kepala BPBD NTT, Ambrosius Kodo bersama tim menyerahkan secara langsung bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT untuk para korban di lokasi bencana. Bantuan tersebut diterima oleh Camat Inerie Ignas Dhedho.

    “Hari ini kita menyerahkan secara langsung bantuan berupa 10 karung beras (200 kg), makanan tambahan gizi sebanyak 90 paket. Terus ada juga makanan siap saji 90 paket, lauk pauk 90 paket, masker medis 2.000 pcs serta lampu air garam sebanyak 6 buah. Kita terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ngada terkait proses penanganan terhadap para warga terdampak bencana selanjutnya. Pemerintah Provinsi akan berupaya optimal agar kebutuhan-kebutuhan para korban banjir tetap terpenuhi terutama selama masa tanggap darurat, ” sebut Ambros.

    Ambros mengatakan, jalur transportasi dari Aimere ke lokasi bencana sudah terhubung kembali. “Berkat kerjasama dan kerja keras semua pihak baik pemerintah daerah, TNI Polri, tim SAR serta partisipasi masyarakat, jembatan yang menghubungkan ruas jalan Aimere menuju Waebela sudah diperbaiki. Sudah bisa dilewati oleh kendaraan,” ungkap Ambros.

    Ambros Kedo menjelaskan, upaya pencarian terhadap satu korban yang hilang terus dilakukan. “Tim SAR gabungan terus berupaya meksimal untuk menemukan korban yang hilang. Hari ini tim melakukan pencarian sampai sore menjelang malam. Pencarian akan dilanjutkan lagi besok pagi,” jelas Ambros.

    Banjir bandang dan longsor di Kampung Malaphedo, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, mengakibatkan dua orang tewas dan seorang lainnya belum ditemukan.

    Kepala Desa Inerie, Benediktus Milo menyebut, korban kedua yang ditemukan bernama Maria Goreti Diwu. Dia ditemukan tim SAR dalam keadaan meninggal dunia. Sementara itu, suaminya Mikel Jakot masih dinyatakan hilang. “Istrinya sudah ditemukan tadi dan sudah dikuburkan tadi sore, jam setengah lima. Sedangkan suaminya akan dicari lagi besok pagi oleh Tim SAR,” sebut Kades Benediktus Milo dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (4/9/2021) malam.

    Sebelumnya seorang balita juga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ini. Balita bernama Milka (4) itu dibawa ke rumahnya di Kelurahan Foa, untuk dimakamkan. Sementara kakaknya yang berusia tujuh tahun mengalami patah kaki. Seorang warga lain juga luka-luka dalam peristiwa itu.

    “Korban ke Kampung Malaphedo untuk mengunjungi opa dan omanya. Saat diajak pulang ke rumah di Foa, korban tidak mau hingga nyawanya direngut musibah itu. Kakaknya yang ditangani dukun patah tulang,” ungkap Benediktus.

    Sekurangnya lima rumah rusak berat akibat diterjang banjir bandang itu. Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan dana Rp 30 juta kepada warga yang sebesar. Uang tersebut dibagi sesuai berat dan ringannya masalah yang dihadapi. “Kami berharap masyarakat yang tertimpa bencana dapat diperhatikan serius oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat, sehingga masyarakat tidak terbebani pikiran. Apalagi di tengah pandemi Covid-19,” tutup Benediktus.*)Aven/BiroAP

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Program Penghijauan dengan Bambu Kian Mendapat Dukungan Luas

    Program Penghijauan dengan Bambu Kian Mendapat Dukungan Luas

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM-Gelombang dukungan terus mengalir dari berbagai pihak untuk Program Penghijauan dan Pengembangan Desa Wanatani Bambu yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Yayasan Bambu Lestari (YBL).

    Dukungan formal berupa penandatanganan nota kesepahaman dan kerjasama dengan berbagai pihak. Pada 24 Mei 2021, Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat dan Presiden Direktur YBL, Arief Rabik menandatangani MoU (Nota Kesepahaman) untuk bekerjasama dalam pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka mendukung Ekonomi Hijau (Green Economy) di NTT. MoU ini berlaku selama lima tahun.

    Meski MoU ditandangi pada bulan Mei, namun program di lapangan telah dilaksanakan sejak awal tahun di 7 kabupaten di Pulau Flores. Kesepakatan serupa juga telah ditandatangi oleh YBL dengan organisasi perangkat daerah terkait yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT.

    Program yang disebut Program Penghijauan dengan Bambu Melalui Pemberdayaan Perempuan/Ibu Penggerak PKK/Kelompok Wanita Tani ini memiliki sejumlah tujuan, yaitu memperbaiki kondisi lingkungan pasca Siklon Seroja, memberdayakan masyarakat desa, memperkuat peran perempuan dan ibu-ibu penggerak PKK serta kelompok Wanita Tani. Selain itu program ini juga dimaksudkan untuk mengurani dampak Pandemi Covid-19 dengan memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu peserta program pembibitan.

    Dukungan juga datang dari Universitas Nusa Cendana (Undana). Pada 1 Juli 2021 silam, YBL dan Rektor Undana Prof. Dr. Fredrik Lukas Benu menandatangani MoU di bidang pengkajian, penelitian, dan pengembangan inovasi bambu, yang membuka jalan bagi peningkatan nilai tambah bambu di NTT.

    YBL juga mendapatkan dukungan dari sejumlah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dengan DuAnyam melahirkan program kerajinan rakyat berbasis bambu, kerjasama dengan Sekolah Seniman Pangan melatih para petani melakukan pemetaan pangan lokal, dan dengan Kanoppi di bidang pewarna alami lokal.

    Dukungan juga tampak dari makin bertambahnya jumlah kunjungan ke desa-desa yang menjadi daerah pembibitan bambu serta ke Kampus Bambu Agroforestri Turetogo, Ngada, yang dibangun dan dikelola YBL. Tercatat kampus itu telah dikunjungi oleh anggota DPRD NTT, sejumlah Bupati dan pejabat Kementerian Desa, serta direksi dan komisaris Perhutani.

    Dalam ketrangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com, Minggu (22/8/2021) disebutkan, untuk mensinergikan dukungan dari berbagai pihak tersebut, YBL pada Senin ini (23/8/2021) mengadakan presentasi dan diskusi Program Desa Wanatani Bambu yang melibatkan berbagai OPD terkait, termasuk mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Ny. Julie Sutrisno Lasikodat juga dijadwalkan hadir dan memberi sambutan dalam kegiatan tersebut.

    Par Ibu pegiat bambu di Kabupaten Ngada. Foto: YBL

    Program ini merupakan kelanjutan dari program kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Tim Penggerak PKK Provinsi tahun 2020. Program tersebut melibatkan 208 ibu-ibu untuk mengelola pembibitan berbasis keluarga (family nursery) dan berhasil menghasilkan 126 ribu bibit.

    Pada 2021 program tersebut diperluas ke 7 kabupaten di Flores dan melibatkan 305 ibu-ibu dengan target 2,8 juta bibit. Pemprov NTT mengalokasikan dana APBD Rp. 8,8 milyar untuk mendanai program pada 2021.

    “Dari total dana Rp. 8,8 milyar tersebut, 97,7% kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan program di lapangan serta insentif untuk ibu-ibu pembibit. Jadi ini memang program yang didesain untuk menguatkan masyarakat pedesaan baik melalui tambahan penghasilan maupun peningkatan pengetahuan tentang konservasi alam dan peningkatan keahlian dalam kerajinan berbasis bambu,” kata Direktur Eksekutif YBL, Monica Tanuhandaru, Minggu (22/8/2021).

    Selama Januari hingga Juli 2021 program ini telah menunjukkan perkembangan yang membesarkan hati. Program ini telah diaktifkan di 20 Desa di tujuh kabupaten di daratan Flores yaitu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende dan Sikka. Sebanyak 350 perempuan pelopor telah terlibat dalam program ini sebagai penerima manfaat. Perempuan-perempuan yang umumnya adalah ibu rumah tangga ini dgandeng untuk melakukan penanaman bibit yang selanjutnya bibit-bibit yang dihasilkan dibeli oleh YBL. Target 700,000 untuk Fase Pertama akan tercapai pada awal September mendatang.

    Program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi para pemuda-pemudi NTT melalui perekrutan 7 orang koordinator kabupaten dan 20 orang fasilitator desa.

    Program Penghijauan dengan Bambu juga telah turut mengurangi dampak ekonomi Pandemi Covid-19 dengan memberikan tambahan penghasilan kepada 350 ibu-ibu yang terlibat dalam program ini. Pihak YBL memberikan insentif pembelian atas bibit yang dihasilkan oleh para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pelopor. Dalam Fase Pertama yaitu bulan Mei-September, setiap ibu yang menghasilkan 2000 bibit mendapatkan insentif sebesar Rp. 5 juta atau sebesar Rp. 2.500 per bibit. Sedangkan dalam Fase Kedua yaitu Oktober-Desember, setiap ibu yang menghasilkan 6000 bibit akan mendapatkan Rp. 6 Juta atau sebesar Rp. 1.000 per bibit.

    “Ibu-ibu ini bisa menerima 2 sampai 5 juta per fase, hanya dengan menanam bibit di rumah masing-masing sehingga tidak perlu biaya mobilitas dan lain-lain. Per bulan mereka masing-masing menerima rata-rata Rp. 800-900 ribu,” kata Monica.

    Saat ini YBL dan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait sedang menyusun perluasan program ini untuk tahun 2022 yang akan mencakup 60 Desa di 17 Kabupaten antara lain Alor, Lembata, Flores Timur, TTS, TTU, Malaka, Sumba Tengah, Sumba Timur, Rote-Ndao dan Kabupaten Kupang. []

    Tentang YBL

    Yayasan Bambu Lestari (YBL) didirikan oleh Ibu Linda Garland pada 1993 sebagai organisasi nirlabauntuk mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi ekonomi dan ekologi bagimasyarakat pedesaan di Indonesia. Setelah Ibu Linda Garland berpulang, kepemimpinan YBL

    dilanjutkan oleh putra beliau, Arief Rabik.

    Bambu menjadi pilihan utama karena sejumlah keutamaan yang dimiliki tanaman tersebut. Dari sisi Ekologis keutamaan bambu adalah: (1) Mampu memulihkan lahan kritis; (2) Mampu menyimpan air, satu rumpun bambu mampu menyimpan 5000 liter air per musim hujan. Air yang kemudian dilepaskan kembali ke tanah pada musim kemarau.;

    (3) Mampu menyerap karbon (CO2), satu hektar hutan bambu mampu menyerap dan menahan 50 ton CO2 per tahun.;(4) Mampu tumbuh di lahan miring serta menstabilkan lahan rawan longsor. Dengan demikian bambu adalah tanaman yang tepat untuk upaya restorasi lahan kritis, perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS), mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta pencegahan bencana.

    Dari sisi Ekonomis keutamaan bambu adalah: (1) Dapat dibudidayakan secara lestari dan berkelanjutan. Dengan metode Hutan Bambu Lestari (HBL) bambu dapat dipanen secara reguler tanpa mengurangi fungsi hutan bambu sebagai daerah tutupan hijau serta konservasi air.; (2) Kemampuan bambu dalam menyimpan air menciptakan sebuah lingkungan kondusif bagi budidaya tanaman-tanaman pangan dan produktif lainnya.; (3) Bambu dapat diolah menjadi beraneka ragam produk, termasuk produk-produk yang selama ini telah akrab dengan tradisi masyarakat lokal di Indonesia. Secara global, telah diidentifikasi lebih dari 1500 produk berbasis bambu, dari produk bangunan dan furnitur hingga tekstil dan makanan.; (4) Permintaan akan bambu terus meningkat. Pasar global untuk bambu dan produk-produk olahan bambu nilainya kini ditaksir telah melebihi 100 Milyar Dollar.

    Kegiatan Pelatihan Bambu oleh YBL untuk warga di Kabupaten Ngada. Foto: YBL

    Seluruh program YBL untuk mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi ekonomi dan solusi ekologi bagi masyarakat pedesaan memiliki paling tidak lima tujuan utama, yaitu (1) Restorasi lahan kritis; (2) Konservasi air; (3) Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; (4) Pencegahan bencana; (5) Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Masyarakat Adat.

    Lima tujuan utama ini tercermin secara utuh pada model Desa Bambu yang diperkenalkan oleh YBL. Pada model ini Masyarakat Desa dan Masyarakat Adat menjadi mitra utama dalam pembibitan, penanaman, perawatan serta pemanenan bambu. Bibit bambu kemudian ditanam pada tanah milik desa maupun tanah yang dikelola mitra utama lainnya (seperti KPH, Perhutani, Pemerintah Daerah), serta di lahan-lahan kritis. Pada daerah penanaman, bambu kemudian disandingkan dengan tanaman pangan lokal maupun tanaman produktif lainnya sehingga masyarakat memiliki sumber pendapatan lainnya pada saat menunggu bambu mencapai usia panen. Koperasi serta badan usaha milik desa diaktivasi untuk membangun dan mengelola pabrik pengolahan bambu di tingkat desa guna menciptakan produk-produk yang memiliki nilai tambah. Model Desa Bambu ini memastikan bahwa industri bambu yang dibangun adalah industri yang berbasis rakyat.

    Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Ngada, telah menjadi titik utama upaya YBL dalam mewujudkan industri bambu yang berbasis rakyat. Berkat dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi NTT di bawah arahan Bapak Gubernur Victor B. Laiskodat, upaya mewujudkan mimpi itu telah mengalami percepatan dan penguatan dalam beberapa tahun terakhir ini.

    Dukungan ini menguatkan upaya YBL untuk mengeksplorasi model Desa Bambu sebagai wahana untuk memberdayakan perempuan serta generasi muda. Eksplorasi lainnya yang sedang dikerjakan adalah menggunakan model Desa Bambu untuk memberdayakan Masyarakat Adat yang tinggal di sekitar Kawasan Konservasi.

    Selain di NTT, YBL juga menjalankan program di Bali dan Jawa Timur, yang berfokus pada rehabilitasi dan pelindungan Daerah Aliran Sungai, serta di Kalimantan dan Sulawesi.*)Viktor Messakh

  • Melky Laka Lena Temui Warga Sabu Raijua di Aemere

    Melky Laka Lena Temui Warga Sabu Raijua di Aemere

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena bersama mantan Ketua Komnas HAM Natalius Pigai, Ketua Bapilu DPD I Golka NTT Fransiskus Sarong, dan Anggota DPRD  NTT Maksi Adipati Pari bertemu warga Sabu Raijua diaspora yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun menetap di Aemere, Kabupaten Ngada, Sabtu (21/11/2020).

    Melky Laka Lena mengatakan, pertemuan itu bukan baru  pertama kali namun sudah kesekian kalinya. “Pada bulan Agustus lalu kami bersama BPOM Kupang menggelar kegiatan sosialisasi terkait dengan obat dan makanan,” sebut Laka Lena.

    Dikatakan Melky Laka Lena, salah satu hal penting yang harus diketahui adalah Ijin Industri Usaha untuk masyarakat Sabu Raijua yang kesehariannya sebagai pengrajin sophi di Aemere. “Kami sebagai wakil rakyat akan selalu bersama dengan masyarakat dalam mendukung usaha-usaha untuk peningkatan ekonomi,” katanya.

    Aktivis Kemanusiaan, Natalius Pigai yang turut hadir dalam pertemuan itu menceritakan bahwa pada awal bulan November ia berkesempatan mengunjungi Kabupaten Sabu Raijua. “Saya diangkat menjadi Putra Sabu di tandai dengan diberi nama kesayangan Sabu yaitu Mahari Natana. Orang Sabu selalu menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan adat istiadat,” sebut Natalius.

    Yulius Edison Dima,  warga Sabu Raijua di Aemere mengaku bangga atas  kunjungan Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Dapil NTT II. “Ini yang sudah kesekian kalinya mengunjungi dan memberi perhatian kepada kami di Aemere,” katanya.

    Disebutkan Yulius, ia dan warga diaspora Sabu Raijua lainnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun tinggal di Aemere. “Dari eyang sampai generasi kami dengan jumlah masyarakat Sabu Raijua yang ada di sini sudah ribuan orang  tetapi budaya dan bahasa Sabu kami tetap menjaga serta menjalankan dengan baik,” katanya. *)Edy

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Jazilul Fawaid dan Dipo Nusantara Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Ngada

    Jazilul Fawaid dan Dipo Nusantara Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Ngada

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM –  Wakil Ketua MPR RI Dr. Jazilul Fawaid didampingi Anggota DPR RI N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, S.H.,M.Kn menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Bajawa, Kabupaten Ngada pada Jumat (30/7/2020).

    Jazilul dan Dipo disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Theodosius Yosefus Nono, Ketua Yasukda RD Silverius Betu bersama dengan Ketua Stiper-FB Dr. Nicolaus Noywuli. Sambutan ini diawali dengan ritual adat penyematan Tas adat Ngada (Bere-red), parang Bajawa dan sapaan adat (Sa Ngaza-Red).

    Setelah melalui ritual adat penyambutan, Wakil Ketua MPR RI bersama rekannya diarak dengan tarian adat Jai yang dibawakan oleh para Tenaga Pendidik dan Kependidikan STIPER FB serta para Guru dan pelajar SMAK Regina Pacis Bajawa  yang  dipimpinan oleh Wakil Ketua Stiper-FB Gerardus Reo, SE.M.Si menuju aula  Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (YASUKDA) yang juga rektorat Kampus sekolah tinggi pertanian Flores Bajawa (stiper-FB).

    Mengawali kegiatan sosialisasi  di gedung rektorat Kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (Stiper-FB), dihadapan seluruh pengurus Stiper-FB, para dosen, karyawan/karyawati, pengurus Yasukda, utusan sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yasukda serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Ngada Dr. Jazilul Fawaid, SQ., MA mengucapkan limpah terimakasihnya kepada pemerintah Kabupaten Ngada, dan juga kepada  Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (YASUKDA).

    “Saya mewakili rekan saya mengucapkan limpah terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngada dan juga  kepada keluarga besar Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (YASUKDA) yang telah menyambut kedatangan kami secara meriah. Ngada adalah kabupaten yang dingin tetapi hangat karena kebiasaan masyarakatnya. Mungkin ini karena selalu mengkonsumsi Kopi Bajawa yang memang mampu membangkitkan energi,” sebut Jazilul.

    Dalam kegiatan sosialisasi tersebut Dr. Jazilul mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa saat ini Indonesia dan dunia sedang menghadapi problem besar pandemi covid-19. Pandemi ini memengaruhi seluruh dimensi kehidupan manusia termasuk ekonomi bangsa-bangsa. “Bersaman dengan problem ini Pancasila juga memang diuji. Untuk itu ketahanan pangan menjadi fundasi yang sangat baik untuk dikelola,” katanya.

    Ia juga  mengharapkan pentingnya masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga  toleransi dan silaturahmi sebagai ujud pemahaman dan  pengamalan pilar-pilar kebangsaan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena dengan itu akan membawa berkat bagi perkembangan kehidupan bersama. “Saya juga berharap kiranya melalui sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini Stiper-FB dapat menjadi target bagi semua orang untuk belajar menimba ilmu di tempat ini,” katanya.

    Anggota DPR RI PKB, N.M.Dipo Nusantara Pua Upa mengatakan, dari Flores, Soekarno merefleksikan Pancasila. “Maka dari itu saya yakin bahwa nilai-nilai keutamaan Pancasila telah hidup dan berkembang di Flores sejak dahulu kala. Flores adalah laboratorium Pancasila. Oleh karena itu Stiper-FB harus dapat menghadirkan intelektual muda Ngada yang cerdas dan kreatif di bidang pertanian agar alam Flores yang indah tidak dieksploitasi untuk kepentingan orang perorangan yang dapat merusak tatanan kehidupan yang ada di Flores terutama dalam kehidupan dengan alam yang indah dan lahan pertanian yang subur,” ujarnya.

    Diakhir kegiatan sosialisasi, ketua Stiper-FB, Dr. Nicolaus Noywuli, SPt.,M. Si mengatasnamakan Stiper-FB menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada wakil ketua MPR dan anggota DPR yang hadir.

    “Saya atas nama keluarga besar  Stiper-FB menyampaikan limpah terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini. Dan terimakasih pula disampakan bapak Dr. Jazilul Fawaid dan bapak N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, S.H.,M.Kn.  Kunjungan kalian ke Stiper-FB merupakan suatu kehormatan yang luar biasa,” katanya.

    Noywuli juga berharap, melalui kunjungan dan dukungan  ini  Stiper-FB menjadi lebih bersemangat dalam bertumbuh dan berkembang untuk menghasilkan para intelektual yang mampu menjadi kekuatan yang dapat diandalkan dalam mengembangkan pertanian dan peternakan di Kabupaten Ngada  yang memahami dan mengamalkan pilar-pilar kebangsaan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.*)Anggelo

    Editor: Laurens Leba Tukan