G-RDVF5GTVXM

Tag: Bajawa

  • Aklamasi Tanpa Riak untuk Andreas Paru, Alain Niti Susanto: Golkar Harus Hadir di Tengah Rakyat

    Aklamasi Tanpa Riak untuk Andreas Paru, Alain Niti Susanto: Golkar Harus Hadir di Tengah Rakyat

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM—Soliditas Partai Golkar Kabupaten Ngada kembali diperlihatkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tanpa munculnya kandidat penantang, seluruh pemilik hak suara secara bulat memberikan mandat kepada Andreas Paru untuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Ngada periode 2026–2031.

    Keputusan yang ditempuh melalui mekanisme aklamasi itu menjadi penanda kuat bahwa kepemimpinan Andreas masih memperoleh legitimasi penuh dari struktur partai. Sembilan Pimpinan Kecamatan (PK), organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta seluruh peserta Musda menyatukan dukungan kepada figur yang dinilai berhasil menjaga konsolidasi organisasi di tengah dinamika politik daerah.

    Bagi Partai Golkar Ngada, Musda kali ini yang digelar di Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat (26/6/2026) itu tidak sekadar menjadi forum memilih ketua baru. Lebih dari itu, forum lima tahunan tersebut menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada berikutnya. Penguatan mesin partai hingga tingkat desa, kaderisasi yang berkelanjutan, serta peningkatan kontribusi Golkar dalam pembangunan daerah menjadi agenda utama yang mengemuka dalam sidang-sidang Musda.

    Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur, F.X. Alain Niti Susanto, menegaskan bahwa Musda merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh jajaran partai bergerak dalam satu barisan menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia mengingatkan bahwa kekuatan Golkar tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh efektivitas organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

    “Musda harus menjadi momentum memperkokoh persatuan kader, memperkuat mesin partai hingga ke tingkat bawah, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Alain.

    Alain saat itu didampingi Sekretaris DPD I partai Golkar NTT Welhelmince Sartje Libi Sinlaeloe, Ketua AMPG NTT Ferdinandus Naga, dan sejumlah pengurus diantaranya Siprianus Reda dan Alfridus Siga.

    Menurut Alain, konsolidasi organisasi harus dibarengi dengan kerja-kerja politik yang nyata di tengah masyarakat. Partai, katanya, dituntut mampu menghadirkan solusi atas persoalan rakyat sekaligus memperkuat basis elektoral melalui kader-kader yang memiliki kapasitas dan kedekatan dengan masyarakat. Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan DPD I Partai Golkar NTT yang terus mendorong seluruh DPD II membangun organisasi yang solid, modern, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

    Terpilihnya kembali Andreas Paru juga memperpanjang kiprah politiknya sebagai salah satu figur sentral Partai Golkar di Kabupaten Ngada. Selama ini, ia dikenal sebagai kader yang tumbuh melalui proses organisasi dan dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Ngada. Di bawah kepemimpinannya, konsolidasi internal partai terus diperkuat melalui pengembangan struktur hingga tingkat kecamatan dan desa, sekaligus menjaga komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat.

    Dalam pidato usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, dalam Musda yang dipimpin Wakil Sekretaris Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD I Partai Golkar NTT Laurens Leba Tukan, Andreas menyampaikan bahwa amanah yang kembali diberikan kepadanya bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh kader Partai Golkar.

    “Musda ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi menjadi momentum memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat desa, membangun kaderisasi, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Ngada,” katanya.

    Ia menegaskan, seluruh dinamika yang terjadi selama proses Musda harus diakhiri setelah forum berakhir. Fokus partai, menurutnya, kini adalah membangun kekompakan dan memperkuat kesiapan menghadapi berbagai agenda politik.

    “Setelah Musda tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah semangat kebersamaan untuk membangun Golkar yang semakin solid, semakin dicintai masyarakat, dan semakin siap menghadapi setiap agenda politik ke depan,” ujar Andreas.

    Musda XI juga menetapkan sejumlah program strategis yang akan menjadi pedoman kepengurusan baru, mulai dari penguatan organisasi, peningkatan kualitas kader, penyusunan strategi pemenangan pemilu, hingga peningkatan peran Partai Golkar dalam mendukung pembangunan Kabupaten Ngada.

    Dengan mandat yang diperoleh secara aklamasi, Andreas Paru kini memikul tanggung jawab untuk menjaga soliditas partai sekaligus menerjemahkan target politik Golkar ke dalam kerja organisasi yang lebih terukur. Konsolidasi hingga tingkat desa, penguatan kader muda, serta perluasan basis dukungan masyarakat diproyeksikan menjadi fokus utama kepengurusan lima tahun ke depan.

    Bagi Golkar Ngada, aklamasi bukan sekadar bentuk dukungan politik terhadap seorang ketua. Lebih jauh, keputusan itu mencerminkan tekad seluruh kader untuk memasuki babak baru perjuangan organisasi dengan satu komando, satu arah, dan satu tujuan: memperkuat posisi Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang semakin dekat dengan masyarakat serta mampu memenangkan setiap kontestasi politik yang akan datang.*/llt

  • Langkah Kecil dari Bajawa: Ketulusan Shinta Maku Djawa untuk Generasi Muda

    Langkah Kecil dari Bajawa: Ketulusan Shinta Maku Djawa untuk Generasi Muda

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM— Di tengah kesibukan aktivitas politiknya, kepedulian terhadap pendidikan anak-anak tetap menjadi perhatian utama bagi Shinta Maku Djawa. Politisi perempuan dari Partai Golkar Nusa Tenggara Timur itu memilih datang langsung ke sejumlah sekolah di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, untuk menyerahkan bantuan kepada para siswa. pada Kamis (12/3/2026)

    Bantuan tersebut bukan berasal dari program lembaga atau organisasi tertentu. Shinta menegaskan, bantuan itu merupakan inisiatif pribadi yang lahir dari kepedulian keluarganya terhadap kondisi pendidikan anak-anak di daerah.

    Ia mengaku, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar. Namun, bagi Shinta, kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama tetap memiliki arti bagi anak-anak yang membutuhkan.

    “Bantuan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi yang kita rasakan bersama saat ini. Saya hanya bisa membantu sedikit dan itulah yang saya antarkan hari ini. Walaupun belum bisa menjangkau banyak anak, tetapi saya berharap ini bisa memberi manfaat,” ujar Shinta.

    Bagi Shinta, pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, perhatian terhadap anak-anak terutama mereka yang sedang menempuh pendidikan perlu terus diperkuat oleh semua pihak.

    Shinta Maku Djawa (baju hitam) bersama tim ketika membagikan bingkina alat tulis sekolah untuk anak-anak di sejumlah sekolah di Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (12/3/2026). Foto: songkares

    Dalam kegiatan tersebut, Shinta didampingi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Ngada, Atanasius H. Watungadha, serta pemerhati sosial Telin Woli. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

    Atanasius H. Watungadha mengapresiasi langkah Shinta dan keluarganya yang dinilai memberi contoh nyata tentang pentingnya perhatian terhadap generasi muda.

    “Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Ibu Shinta dan keluarga atas kepedulian luar biasa bagi anak-anak Ngada. Ini adalah contoh nyata bahwa perhatian terhadap generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dalam mendukung pendidikan anak-anak di Ngada agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Bagi Shinta, langkah kecil seperti ini adalah bagian dari upaya menumbuhkan harapan. Ia percaya bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh bagaimana generasi mudanya dipersiapkan sejak sekarang.

    Kepedulian yang ditunjukkan Shinta Maku Djawa diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus memperkuat perhatian terhadap masa depan anak-anak di Kabupaten Ngada.*/llt/songkares

  • Gubernur Melki Serahkan Donasi Korban Banjir Bandang Mauponggo Melalui Bank NTT Cabang Mbay

    Gubernur Melki Serahkan Donasi Korban Banjir Bandang Mauponggo Melalui Bank NTT Cabang Mbay

    MBAY,SELATANINDONESIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyerahkan bantuan donasi bagi korban banjir bandang Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (27/1/2026). Donasi tersebut disalurkan melalui Bank NTT Cabang Mbay sebagai bank daerah yang ditunjuk untuk menampung dan menyalurkan bantuan masyarakat.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur NTT yang didampingi Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur NTT di SMKS Katolik St. Isidorus Boawae.

    Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa penyaluran donasi melalui Bank NTT merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah bersama lembaga keuangan milik daerah dalam merespons bencana dan memastikan bantuan tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.

    Banjir bandang Mauponggo terjadi pada 8 September 2025 akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu perbukitan. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak, lahan persawahan terdampak, akses jalan terputus, serta menelan korban jiwa.

    Pasca kejadian, Gubernur NTT memerintahkan pembukaan rekening donasi di tiga bank yang beroperasi di Kabupaten Nagekeo, yakni Bank NTT, BNI, dan BRI. Penggalangan donasi dilakukan bertepatan dengan penyelenggaraan ajang Tour de NTT di wilayah Sumba, sehingga partisipasi datang tidak hanya dari masyarakat Nagekeo, tetapi juga dari peserta dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

    Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp144 juta yang kemudian disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Bank NTT Cabang Mbay.

    Turut hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut Plt Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Keuangan Provinsi NTT, Penjabat Sekda Kabupaten Nagekeo, perwakilan Bank NTT, dewan guru SMKS Katolik St. Isidorus Boawae, ketua komite sekolah, serta para siswa.*/llt

  • Di Bajawa, UMKM Diberi Ruang untuk Tumbuh Lewat NTT Mart

    Di Bajawa, UMKM Diberi Ruang untuk Tumbuh Lewat NTT Mart

    NTT Mart Diluncurkan di Ngada, Upaya Terpadu Jawab Persoalan Klasik UMKM

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Kabupaten Ngada meluncurkan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Ngada di Art Center Bajawa, Senin (26/1/2026). Kehadiran NTT Mart diproyeksikan menjadi instrumen baru dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) lokal.

    Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, NTT Mart tidak sekadar ruang transaksi, melainkan bagian dari ekosistem kebijakan yang dirancang untuk menjawab persoalan struktural yang selama ini dihadapi pelaku UMKM di daerah.

    “UMKM kita menghadapi masalah yang itu-itu saja dari waktu ke waktu. Karena itu, intervensinya tidak boleh parsial. NTT Mart dirancang untuk menjawab empat persoalan utama sekaligus: permodalan, pendampingan usaha, literasi keuangan, serta akses pasar dan pemasaran,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

    Peluncuran NTT Mart Ngada dihadiri Bupati Ngada Raymundus Bena, Plt Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji, Ketua Dekranasda Kabupaten Ngada, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, perbankan, organisasi perempuan, serta para pelaku UMKM dan IKM.

    Permodalan dan Literasi Keuangan

    Pada aspek permodalan, Gubernur Melki menekankan pentingnya optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan yang telah disiapkan negara. Saat ini, Bank NTT memiliki plafon KUR hingga Rp 1 triliun, dengan dukungan perbankan nasional seperti BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

    “Uang KUR itu uang negara. Pemerintah daerah punya kewajiban moral dan administratif untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar dipakai untuk mengembangkan usaha, bukan untuk konsumsi,” kata Gubernur Melki.

    Selain permodalan, literasi keuangan menjadi perhatian serius. Menurut Melki, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pencatatan keuangan yang baik, sehingga menyulitkan akses pembiayaan dan pengembangan usaha.

    Akses Pasar dan Keberpihakan Konsumen Lokal

    Dari sisi pemasaran, NTT Mart diposisikan sebagai pasar yang menjamin penyerapan produk UMKM lokal. Produk-produk unggulan masyarakat NTT, khususnya dari Kabupaten Ngada, difasilitasi agar memiliki ruang tampil dan akses konsumen yang lebih luas.

    “Ini produk kita sendiri. Sudah seharusnya kita beli, kita gunakan, dan kita banggakan. Kalau kita tidak menjadi pasar bagi produk kita sendiri, jangan berharap UMKM kita tumbuh kuat,” ujar Gubernur Melki.

    Ia menambahkan, NTT Mart diharapkan mendorong kemandirian ekonomi daerah dan memperkuat kedaulatan ekonomi lokal, dimulai dari perubahan pola belanja masyarakat.

    Sebagai bentuk keberpihakan konkret, Gubernur Melki juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota untuk membelanjakan minimal Rp 100.000 per bulan untuk produk lokal di NTT Mart, sesuai kebutuhan masing-masing.

    Dorong OVOP dan Ekonomi Berbasis Komunitas

    Kebijakan penguatan UMKM di NTT, lanjut Melki, akan tetap bertumpu pada empat pilar utama: permodalan, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan akses pasar. Di saat yang sama, konsep One Village One Product (OVOP) terus didorong sebagai strategi membangun ekonomi berbasis potensi dan komunitas desa.

    “Setiap desa punya keunggulan. Kalau dikelola dengan baik dan dipasarkan dengan benar, itu bisa menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Gubernur Melki menegaskan, keberadaan NTT Mart diharapkan menjadi etalase kebanggaan produk lokal NTT, sekaligus penggerak ekonomi rakyat yang berorientasi pada keberlanjutan.

    “NTT Mart bukan sekadar tempat belanja. Ini simbol keberpihakan kita pada UMKM. Mari beli produk kita sendiri agar UMKM kita tumbuh, kuat, dan berdaya saing,” kata Gubernur Melki.*/ek/llt

  • Sapaan Multibahasa Josef Nae Soi untuk Rider Tour De EnTeTe di Bajawa

    Sapaan Multibahasa Josef Nae Soi untuk Rider Tour De EnTeTe di Bajawa

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Hawa dingin khas dataran tinggi Bajawa menusuk hingga ke tulang. Namun, Lapangan Kartini yang menjadi jantung Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat (19/9/2025) sore itu justru terasa hangat. Ribuan orang berjubel di pinggir lapangan, sebagian bersorak, sebagian sibuk mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen. Di tengah riuh itu, dentum musik dan derap kaki ribuan penari Ja’i membahana, menandai kedatangan para rider Tour de EnTeTe 2025 yang baru saja menuntaskan etape Ende–Bajawa.

    Sorak penonton kian memuncak ketika seorang pria berambut kriting dengan suara lantang menyapa para pembalap internasional, bukan dengan bahasa Indonesia, melainkan dalam bahasa asal mereka. “Ahlan wa sahlan untuk rider dari Aljazair. Bienvenue untuk rider dari Prancis, welcome untuk rider dari Belanda, mabuhay untuk rider dari Filipina, dan yōkoso untuk peserta dari Jepang,” ucap Josef A. Nae Soi, Ketua Umum KONI NTT sekaligus Wakil Gubernur NTT periode 2018–2023.

    Sapaan multibahasa itu sontak mengundang decak kagum. Beberapa rider tersenyum lega, merasa disambut dengan keramahan yang akrab. Josef bahkan sempat bercakap dalam bahasa Belanda dengan atlet asal Negeri Kincir Angin, beralih ke bahasa Prancis dengan pembalap Prancis, hingga berbincang dalam bahasa Tagalog dengan rider Filipina. Di bawah hawa dingin Bajawa yang menusuk, kehangatan komunikasi lintas bahasa itu menegaskan satu hal: Tour de EnTeTe tak hanya soal kecepatan mengayuh sepeda, melainkan juga pertemuan antarbudaya.

    Pesta rakyat di jantung kota

    Kehadiran peloton disambut dengan sorak-sorai bercampur alunan musik tradisional. Di tengah lapangan, formasi Ja’i akbar melibatkan 1.001 penari dari Stiper Flores Bajawa dan SMA Regina Pacis. Warga tumpah ruah, sebagian bertepuk tangan mengikuti irama, sebagian lain larut menari bersama. “Kehadiran para pembalap internasional ini sudah lama dinantikan masyarakat. Semoga mereka merasa betah di Ngada,” kata Bupati Ngada, Raymundus Bena.

    Tour de EnTeTe 2025 menjadi momentum langka bagi masyarakat Flores bagian tengah. Balap sepeda internasional yang melintasi jalan-jalan menanjak dan berliku ini tak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk memperlihatkan budaya dan keramahtamahan mereka.

    Etape dimenangkan pembalap Filipina

    Etape kedelapan yang menempuh rute Ende–Bajawa sejauh lebih dari 110 kilometer dimenangkan John Patrick Sarmiento Pagtaluna dari tim 7Eleven Cliqq Roadbike Philippines dengan catatan waktu 3 jam 28 menit 58 detik. Rekan setimnya, Joseph Babaan Javiniar, membuntuti hanya tiga detik di belakang. Adapun pembalap Indonesia, Muhammad Abdurrohman dari Jakarta Pro Cycling, finis ketiga dengan selisih sebelas detik.

    Meski hasil lomba menjadi sorotan, bagi masyarakat Ngada kemenangan sejati adalah pengalaman menyaksikan langsung ajang olahraga internasional di halaman rumah mereka sendiri. “Ini bukan hanya balapan, ini pesta bersama,” ujar Romilus Juji, Ketua DPRD Ngada yang ikut hadir bersama jajaran Forkopimda.

    Sport tourism di dataran tinggi Flores

    Ajang Tour de EnTeTe menjadi panggung sport tourism yang mempertemukan olahraga, pariwisata, dan budaya lokal. Keindahan jalur Ende–Bajawa yang diwarnai pemandangan gunung, lembah, dan kampung adat, berpadu dengan sambutan masyarakat, memberi kesan mendalam bagi para peserta.

    Malam ini, para rider beristirahat di Bajawa sebelum kembali melanjutkan etape kesembilan menuju Ruteng, Manggarai, pada Sabtu (20/9/2025). Perjalanan panjang itu akan berakhir di Labuan Bajo, pintu gerbang wisata superprioritas Indonesia. Bagi Flores, setiap kayuhan sepeda para atlet dunia adalah promosi tak tertulis tentang kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya.*/Laurens Leba Tukan

  • Dingin Bajawa, Hangat Ja’i, dan Sambutan Josef Nae Soi untuk Para Rider Tour De EnTeTe

    Dingin Bajawa, Hangat Ja’i, dan Sambutan Josef Nae Soi untuk Para Rider Tour De EnTeTe

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Sorak-sorai bercampur alunan musik dan derap kaki ribuan penari Ja’i menyambut kedatangan para pembalap Tour de EnTeTe 2025 yang menuntaskan etape kedelapan dari Ende menuju Bajawa, Jumat (19/9/2025). Suasana Lapangan Kartini, jantung Kota Bajawa, sontak berubah menjadi pesta rakyat.

    Di tengah hawa dingin khas dataran tinggi Ngada, masyarakat tumpah ruah menyaksikan peloton memasuki garis finis, termasuk Ketua Umum KONI NTT, Josef A. Nae Soi. Sebagian bertepuk tangan, sebagian lagi sibuk mengabadikan momen lewat kamera ponsel. Tak sedikit pula yang larut menari bersama dalam formasi Ja’i akbar yang melibatkan 1.001 penari dari Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa dan SMA Regina Pacis.

    Etape ini dimenangkan oleh pembalap asal Filipina, John Patrick Sarmiento Pagtaluna dari tim 7Eleven Cliqq Roadbike Philippines dengan catatan waktu 3 jam 28 menit 58 detik. Rekan setimnya, Joseph Babaan Javiniar, membuntuti hanya tiga detik di belakang. Adapun posisi ketiga ditempati Muhammad Abdurrohman dari Jakarta Pro Cycling dengan selisih sebelas detik dari pemenang.

    “Sebagai tuan rumah saya menyampaikan selamat datang di Ngada. Kehadiran para pembalap internasional ini sudah lama dinantikan masyarakat. Semoga malam ini menjadi waktu istirahat yang baik sebelum melanjutkan etape berikutnya ke Ruteng,” ujar Bupati Ngada, Raymundus Bena, dalam sambutannya.

    Kehadiran Tour de EnTeTe di Bajawa bukan sekadar agenda olahraga, tetapi juga menjadi panggung bagi masyarakat untuk memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus keramahtamahan. Menurut Raymundus, ajang balap internasional ini memberi kesempatan warga menyaksikan dari dekat atmosfer sport tourism yang jarang mampir ke wilayah Flores bagian tengah.

    Selain Ketua KONI NTT Yosef A. Nae Soi, hadir juga Ketua DPRD Ngada Romilus Juji, jajaran Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, dan insan pers.

    Malam ini, para pembalap akan beristirahat di Bajawa sebelum kembali menantang lintasan etape kesembilan menuju Ruteng, Manggarai, sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju garis finis di Labuan Bajo.*/Baldus Sae/Laurens Leba Tukan