GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Gubernur NTT Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Sumba Barat Raih Best Regency Destination Award 2026, Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Sumba Barat Raih Best Regency Destination Award 2026, Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Wagub NTT Johni Asadoma dan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade usai menerima Penghargaan Best Regency Destination Award 2026 dalam ajang The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Prama Sanur, Bali, pada 14–18 Oktober 2026.foto: prokopimSB

DENPASAR,SELATANINDONESIA.COM — Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, meraih Best Regency Destination Award 2026 dalam ajang The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Prama Sanur, Bali, pada 14–18 Oktober 2026. Penghargaan ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H., menerima langsung penghargaan tersebut. Apresiasi ini diberikan atas komitmen, inovasi, dan upaya pengembangan serta promosi destinasi pariwisata daerah.

Lebih dari sekadar pengakuan atas daya tarik wisata, penghargaan tersebut membuka peluang bagi Sumba Barat untuk memperluas pasar pariwisata, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi wisata yang dimiliki daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sumba Barat memiliki modal pariwisata berupa bentang alam yang memikat, kekayaan budaya dan tradisi adat, serta kearifan lokal yang masih terpelihara. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui berbagai usaha pendukung, mulai dari penginapan, rumah makan, transportasi lokal, jasa pemandu wisata, kerajinan tangan, hingga penjualan produk pangan dan cendera mata khas daerah.

Semakin kuat daya tarik destinasi, semakin terbuka pula peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata. Wisatawan yang tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya pada usaha lokal berpotensi menciptakan perputaran pendapatan yang menjangkau lebih banyak keluarga.

Sambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di SBD, Wagub NTT dan Bupati Ratu Wulla Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Menghubungkan Destinasi dengan Ekonomi Masyarakat

Pengembangan pariwisata Sumba Barat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan mitra promosi. Promosi yang lebih luas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan, aksesibilitas destinasi, kebersihan lingkungan, serta ketersediaan fasilitas yang memadai.

Pemerintah daerah juga memiliki peluang untuk memperkuat keterlibatan UMKM dan kelompok masyarakat dalam kegiatan pariwisata. Produk pangan lokal, tenun ikat, kerajinan, pertunjukan budaya, dan paket wisata berbasis komunitas dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus sumber pendapatan baru.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat pariwisata diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha besar atau kawasan wisata tertentu. Masyarakat di sekitar destinasi juga perlu memperoleh kesempatan untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi lokal.

Namun, peningkatan kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan dan pelestarian budaya. Pengembangan yang tidak memperhatikan daya dukung alam berisiko mengurangi kualitas destinasi yang justru menjadi modal utama pariwisata Sumba Barat.

Golkar Matangkan Strategi Pemilu 2029 di Indonesia Timur, Alain Niti Susanto Perkuat Barisan NTT dan Tekad Tambah Perolehan Kursi

Karena itu, arah pengembangan pariwisata ke depan perlu menempatkan keberlanjutan dan pemerataan manfaat ekonomi sebagai prioritas. Peningkatan jumlah kunjungan perlu diikuti dengan indikator yang lebih konkret, seperti lama tinggal wisatawan, tingkat belanja, pertumbuhan usaha lokal, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah.

Momentum Memperkuat Daya Saing Daerah

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan pariwisata daerah. Penghargaan Best Regency Destination Award 2026 diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat inovasi, memperluas promosi, dan meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi.

Pengakuan dalam ajang ITMW 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring promosi dan membuka peluang kemitraan dengan pelaku industri pariwisata. Langkah ini penting untuk memperkenalkan Sumba Barat kepada pasar wisatawan yang lebih luas, baik domestik maupun mancanegara.

Pada akhirnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima atau banyaknya wisatawan yang datang. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja, menghidupkan UMKM, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah.

Visitasi Gelora Pada Eweta untuk PON 2028, PP FN Pordasi Pacu Tindak Lanjuti Penetapan Ketum KONI Pusat Marciano Norman  

Bagi Sumba Barat, penghargaan ini menjadi titik tolak untuk memastikan bahwa kekayaan alam dan budaya tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga sumber kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.*/prokopimSB/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement