KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, kehadiran generasi muda menjadi warna baru bagi partai politik. Salah satunya adalah Rice Ratuarat, politisi perempuan muda yang kini mulai dikenal di lingkungan Partai Golkar di Nusa Tenggara Timur.
Rice Ratuarat, yang memiliki nama lengkap Margaretha Ratuarat, lahir di Kupang pada 3 September 2006. Di usia yang masih 19 tahun, ia sudah aktif terlibat dalam aktivitas kepartaian dan saat ini tercatat sebagai salah satu pengurus pleno Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi NTT.
Di bawah kepemimpinan Ketua DPD I Golkar NTT, FX. Alain Niti Susanto, Rice menjadi bagian dari generasi muda yang diharapkan dapat membawa energi baru bagi perkembangan partai di daerah.
Ketertarikan Rice terhadap dunia politik sebenarnya sudah tumbuh sejak lama. Sejak tahun 2018, ia mulai mengenal lebih dekat Partai Golkar, yang tidak terlepas dari latar belakang keluarganya. Ayah dan ibunya diketahui merupakan politisi dari partai berlambang pohon beringin tersebut.
Namun, Rice memilih untuk memulai langkahnya dari organisasi sayap kepemudaan partai, yakni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Bagi Rice, AMPI menjadi ruang belajar awal untuk memahami dinamika politik sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan.

Rice Ratuarat bersama pengurus AMPI NTT saat bertemu dengan Wakil Ketua Umum DPP Golkar yang juga Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena belum lama ini di Kupang. Foto: Dok RR
โMelalui AMPI saya bisa belajar lebih luas tentang partai politik, bertemu dengan banyak orang hebat, dan memahami bagaimana organisasi politik bekerja,โ ujar Rice kepada SelatanIndonesia.com, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, partai politik tidak hanya menjadi tempat berpolitik, tetapi juga ruang untuk membangun jaringan dan memperluas wawasan. Di dalam partai, seseorang dapat bertemu dengan berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat, pengusaha, hingga aktivis.
โMasuk partai memberi kesempatan untuk memperluas jaringan, bertemu dengan orang-orang berpengaruh, dan membuka peluang kerja sama di berbagai bidang,โ katanya.
Rice juga melihat keterlibatan anak muda dalam politik sebagai sesuatu yang penting. Ia menilai partai politik merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.
Keputusan yang diambil oleh partai politik, kata dia, dapat berdampak langsung pada kehidupan generasi muda, mulai dari biaya pendidikan, kesempatan kerja, hingga kualitas layanan kesehatan. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap politik.
โJika kita tidak peduli sekarang, bagaimana kita bisa memastikan masa depan yang kita inginkan dapat terwujud,โ ujarnya.
Menurut Rice, partai politik juga merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, ide, dan harapan agar dapat diwujudkan menjadi kebijakan nyata. Keterlibatan anak muda tidak selalu harus dimulai dengan menjadi anggota partai.
Ia menilai langkah sederhana seperti mempelajari visi dan misi partai, mengawasi kinerja politik, serta berani menyampaikan pendapat juga merupakan bentuk partisipasi penting dalam demokrasi.
โSuara anak muda itu kuat. Partai politik tidak bisa mengabaikannya jika kita bersatu dan berani berbicara,โ kata Rice.
Selain aktif dalam organisasi politik, Rice juga sedang menempuh pendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Nusa Cendana Kupang pada Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan.
Dengan usia yang masih sangat muda, Rice Ratuarat menjadi salah satu contoh generasi baru politisi perempuan di NTT yang mulai menapaki dunia politik melalui jalur organisasi kepemudaan sebelum terlibat lebih jauh dalam struktur kepartaian.*/llt













Komentar