GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Ratu Wulla dan Harapan dari Tanah: Saat Petani Menjadi Penopang Masa Depan SBD

Ratu Wulla dan Harapan dari Tanah: Saat Petani Menjadi Penopang Masa Depan SBD

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla ketika pengukuhan empat kelompok tani di Desa Mandungo dan Desa Tana Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (24/4/2026). Foto: kominfoSBD

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla Kukuhkan Kelompok Tani dan Dorong Ketahanan Pangan. Petani Kuat, Desa Maju

TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM — Di tengah hamparan lahan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kembali menegaskan komitmennya pada sektor pertanian. Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Jumat (24/4/2026), menghadiri pengukuhan empat kelompok tani di Desa Mandungo dan Desa Tana Teke, Kecamatan Wewewa Selatan.

Suasana sederhana namun penuh semangat mewarnai kegiatan tersebut. Para petani, tokoh masyarakat, hingga pemangku kepentingan hadir menyaksikan pengukuhan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi penanda penguatan peran kolektif petani dalam pembangunan desa.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi atas ketekunan petani yang terus mengolah tanah sebagai sumber kehidupan. Bagi masyarakat Sumba Barat Daya, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan ruang tumbuhnya keluarga dan harapan masa depan generasi berikutnya.

“Tanah adalah kehidupan. Dari sanalah keluarga bertahan, anak-anak disekolahkan, dan masa depan dibangun,” ujarnya.

Ratu Wulla dan PKB, Menjahit Harapan dari Muscab untuk Rakyat Sumba Barat Daya

Pengukuhan empat kelompok tani diantaranya Wee Kadoke, Uka Eri, Ege Ate, dan Beina Nduwa dimaknai sebagai simbol harapan sekaligus penguatan semangat kebersamaan. Pemerintah daerah menilai, pendekatan berbasis kelompok menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses petani terhadap pasar dan pendampingan.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Sumba Barat Daya yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kerangka tersebut, ketahanan pangan dipahami sebagai kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dari hasil usaha sendiri.

Bupati Ratu Wulla menegaskan, petani merupakan garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Kesejahteraan keluarga, menurutnya, sangat ditentukan oleh bagaimana lahan dikelola, hasil panen ditingkatkan, dan peluang pasar dimanfaatkan.

Upaya penguatan ekonomi petani juga diperluas melalui Program Ekonomi Stabil Anak Penuh Harapan (ESAH) yang diinisiasi Yayasan Selaksa Sejahtera (YASERA). Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga sekaligus memastikan kebutuhan dasar anak, terutama gizi dan pendidikan, dapat terpenuhi.

Dalam konteks itu, pembentukan kelompok tani tidak hanya dipandang sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai strategi intervensi sosial untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga, khususnya anak-anak di pedesaan.

Menteri Ferry Juliantono dan Gubernur NTT Dorong Koperasi Kelurahan Merah Putih Manulai II Jadi Motor Ekonomi Rakyat

Bupati Ratu Wulla juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di dalam kelompok. Ia menekankan bahwa kekuatan petani tidak terletak pada kerja individu, melainkan pada kolaborasi dan gotong royong.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Dengan bekerja bersama, hasil yang dicapai akan jauh lebih besar,” katanya.

Di akhir sambutan, ia mengingatkan agar semangat yang muncul saat pengukuhan tidak berhenti sebagai euforia sesaat. Kelompok tani diharapkan tetap aktif, produktif, dan mandiri secara berkelanjutan.

“Petani yang kuat akan melahirkan desa yang kuat. Dan desa yang kuat akan membawa Sumba Barat Daya menjadi daerah yang maju,” ujarnya menegaskan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Pertanian Yohanes Frin Tuka, Pelaksana Tugas Camat Wewewa Selatan Stefanus Malo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, serta perwakilan YASERA, penyuluh pertanian, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Apresiasi Pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Dr. Umbu Rudi Kabunang: Kasus Intan di Batam Jadi Titik Balik

Pengukuhan kelompok tani ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui sektor pertanian, sektor yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di Sumba Barat Daya.*/kominfoSBD/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement