GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Pendampingan PK POM Diperkuat, Sumba Tengah Sasar 500 Rumah Tangga

Pendampingan PK POM Diperkuat, Sumba Tengah Sasar 500 Rumah Tangga

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu

Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu Dorong Transformasi Bantuan Sosial lewat PK POM Berbasis Pemberdayaan

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COMย – ย Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mulai menggeser pendekatan penanggulangan kemiskinan dari pola bantuan sosial menuju pemberdayaan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, saat memimpin rapat pendampingan Program Pekarangan Pro Oli Mila (PK POM) di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, mulai dari staf ahli bupati, asisten perekonomian dan pembangunan, pimpinan OPD, hingga para camat dan kepala bidang. Agenda utama adalah mengevaluasi sekaligus memperkuat pendampingan terhadap 500 Rumah Tangga Penerima Manfaat (RTPM) yang tersebar di 65 desa.

Dalam paparannya, Bupati Paulus menyoroti masih rendahnya pemanfaatan dana desa untuk mendukung program tersebut. Hingga kini, baru 66 rumah tangga yang tercatat mengakses pendanaan desa, dengan penyesuaian kondisi fiskal masing-masing wilayah.

โ€œIni harus menjadi perhatian bersama. Program ini tidak bisa berjalan parsial, tetapi membutuhkan komitmen kolektif dari seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa,โ€ ujar Bupati Paulus.

Di Tengah Keterbatasan, Sumba Barat Daya Memilih Membangun Manusia

Sejumlah langkah awal sebenarnya telah berjalan. Sejak 17 April 2026, tim dari Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan mulai turun ke lapangan untuk membangun sarana dasar, seperti kolam ikan, kandang bebek, dan kandang kambing. Pemerintah daerah juga menyiapkan distribusi 135 ekor kambing yang akan disalurkan ke desa-desa sasaran, dengan prioritas pada desa yang telah memiliki kesiapan infrastruktur kandang.

Tidak hanya itu, peluncuran program secara resmi direncanakan berlangsung di setiap kecamatan dengan satu titik lokasi per kecamatan. Desa Wangga Waiyengu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, menjadi wilayah pertama yang dinyatakan siap sebagai lokasi percontohan.

Menurut Bupati Paulus, PK POM merupakan kelanjutan dari Program Rumah Mandiri yang selama ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga. Namun, dalam pengembangannya, program ini diperluas melalui skema PK POM Plus yang mencakup sektor pendidikan dan kesehatan.

Data pemerintah daerah menunjukkan angka kemiskinan di Sumba Tengah masih berada di kisaran 30 persen atau sekitar 8.000 kepala keluarga. Kondisi ini mendorong perlunya target capaian yang lebih terukur pada tahun 2026, termasuk sistem pelaporan yang transparan dan akuntabel, baik dari sumber APBD maupun dana desa.

Lebih jauh, Bupati Paulus menekankan bahwa filosofi utama PK POM adalah kolaborasi, integrasi, sinergi, dan keberlanjutan. Ia mengingatkan agar pola bantuan seperti bansos, BLT, maupun PKH tidak lagi diposisikan sebagai solusi utama, melainkan jembatan menuju kemandirian masyarakat.

SK PPPK Diserahkan Bupati TTU, Mengantar 1.411 Aparatur ke Jalan Pengabdian

Pendampingan menjadi kunci dalam implementasi program ini. Para pimpinan perangkat daerah yang ditunjuk sebagai โ€œorang tua asuhโ€ di setiap desa diminta aktif membimbing masyarakat, mulai dari pengelolaan ternak kambing, bebek, hingga budidaya ikan lele di pekarangan rumah.

Di sektor hortikultura, pemerintah mengarahkan agar pengembangan tanaman difokuskan pada maksimal 10 jenis dari total 20 komoditas yang direncanakan. Pendekatan ini dipilih agar transfer pengetahuan kepada masyarakat lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan produksi.

โ€œProgram ini tidak berhenti pada pemenuhan gizi, tetapi harus berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan. Masyarakat perlu didorong sampai pada tahap memiliki rencana bisnis,โ€ kata Bupati Paulus.

Sebagai bagian dari penguatan program, pemerintah daerah juga menginisiasi gerakan โ€œMenanam Sejuta Harapanโ€ melalui pengembangan kopi robusta. Sebanyak 200.000 bibit telah disiapkan dalam polybag, dengan dukungan anggaran Rp143 juta dari program tanggung jawab sosial Bank NTT.

Pengembangan kopi ini mensyaratkan kesiapan lahan minimal satu hektar, ketersediaan lubang tanam, serta tanaman pelindung. Survei lokasi dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni mendatang.

Bersama Kemendagri, Wagub Johni Asadoma Pacu Penguatan Ekonomi dan Layanan Dasar di NTT

Untuk memastikan keberlanjutan, pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 100 komunitas lokal sebagai penggerak utama budidaya kopi robusta di Sumba Tengah.

Melalui pendekatan terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah berharap PK POM tidak sekadar menjadi program intervensi jangka pendek, melainkan fondasi bagi transformasi ekonomi masyarakat desa.

โ€œYang kita bangun adalah kemandirian. Jika ini berjalan konsisten, maka penurunan kemiskinan bukan lagi target, tetapi konsekuensi,โ€ ujar Bupati Paulus.*/prokopimSTeng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement