GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Kesehatan Kota Kupang
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Kota Kupang / Pemkot Kupang Alokasikan Rp 18 M Tangani Stunting

Pemkot Kupang Alokasikan Rp 18 M Tangani Stunting

Pemberian vitamin untuk anak-anak di salah satu Puskesmas di Kota Kupang.

KOTAKUPANG,SELATANINDONESI.COM โ€“ Pemerintah Kota Kupang dibawah kendali Penjabat Wali Kota, George M. Hadjoh punya perhatian serius terhadap penanganan stuting.

Tidak tanggung-tanggung, Pemkot Kupang mengalokasikan anggaran senilai Rp18,2 Milyar untuk penanganan stunting pada tahun 2023. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang, Djidja Kadiwanu mengatakan itu dalam acara pertemuan bertema โ€œAksi 3 Rembuk Stuntingโ€ di Kupang, belum lama ini.

โ€œAnggaran sebesar Rp18,2 miliar akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya mengejar target penurunan prevalensi kasusย stuntingย di Kota Kupang menjadi 10 persen di 2023,โ€ ujarnya Djidja Kadiwanu.

Menurut Djija Kadiwanu, anggaran tersebut tersebar pada sejumlah Dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dinas-Dinas tersebut akan berkolaborasi melakukan berbagai intervensi untuk penanganย stunting dalam kerjasama dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat.

Program MBG Diperkuat, Gubernur NTT Fokus pada Distribusi dan Pangan Lokal

Terkait hal itu, Djija mengatakan Pemerintah Kota Kupang juga telah memiliki buku peta jalan dan rencana aksi daerah percepatan penurunan prevalensi stunting tahun 2022-2023 sebagai panduan untuk penanganan di lapangan.

Ia menjelaskan, bahwa upaya penurunan stuntingย di Kota Kupang sejauh ini sudah berjalan secara tepat yang ditunjukkan dengan angka prevalensi yang menurun dari Agustus 2021 sebesar 26,1 persen menjadi 21,5 persen di Agustus 2022. Oleh karena itu, dengan adanya langkah-langkah penanganan yang tepat, diharapkan angka prevalensi dapat menurun signifikan menjadi 10 persen di 2023.

โ€œPemerintah Kota Kupang terus menggalakkan kerja bersama, kerja kolaborasi, berbagai pihak untuk menurunkan stunting sesuai target,โ€ ujarnya lagi. */)kt/ANTARA

Editor: Laurens Leba Tukan

Sentralisasi Likuiditas Melalui Pengalihan Gaji ASN, Implikasi terhadap Ketahanan Bank Pembangunan Daerah dan Otonomi Fiskal Daerah (Sebuah catatan atas pergeseran gaji tenaga PPL ke bank HIMBARA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement