GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Nusantara Olahraga
Beranda / Olahraga / Panji Perbakin NTT Kembali Berkibar: Joni Supriyanto Lantik Falen Kebo, Tancap Gas ke PON 2028

Panji Perbakin NTT Kembali Berkibar: Joni Supriyanto Lantik Falen Kebo, Tancap Gas ke PON 2028

Ketua Perbakin NTT, Yosep Falentinus Delasalle Kebo usai menerima Panji Perbakin dari Ketua Umum PB Perbakin Joni Supriyanto, usai dilantik di Aston Kupang Hotel, Kamis (23/4/2026). Foto: boy

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Panji Perbakin akhirnya kembali berkibar di Nusa Tenggara Timur setelah sempat kehilangan denyut organisasi selama beberapa tahun terakhir. Momentum kebangkitan itu ditandai dengan pelantikan kepengurusan baru periode 2025–2029 oleh Ketua Umum PB Perbakin, Joni Supriyanto, di Aston Kupang Hotel, Kamis (23/4/2026).

Sorotan tertuju pada sosok Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Bupati Timor Tengah Utara yang akrab disapa Falen Kebo itu kini mengemban mandat membangun kembali fondasi olahraga menembak di wilayah yang selama ini lebih dikenal lewat potensi, tetapi belum sepenuhnya terkelola.

Penyerahan panji organisasi dari Joni kepada Falen bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol dimulainya fase baru, fase yang dituntut bergerak cepat, terukur, dan berorientasi prestasi. Maklum, dalam tiga tahun terakhir, Perbakin NTT praktis berjalan tanpa arah yang jelas.

Dalam pidatonya, Joni menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menghidupkan organisasi, melainkan memastikan pembinaan berjalan berkesinambungan. Ia mengingatkan bahwa olahraga menembak memiliki tiga nomor utama yaitu berburu, tembak reaksi, dan tembak sasaran yang harus dikembangkan secara seimbang.

“Selama ini minat lebih banyak di berburu dan reaksi. Padahal, tembak sasaran justru punya peluang besar untuk prestasi. Ini yang harus didorong,” ujarnya.

Di Tengah Jambore SEKAMI, Bank NTT Lewoleba dan BI Hadirkan Paket Sembako Rp1 Berbasis QRIS

Joni juga membuka peluang lebar bagi atlet NTT untuk menembus level nasional. Ia bahkan secara khusus meminta agar atlet potensial segera dikirim ke pusat pelatihan di Jakarta guna mendapatkan pembinaan intensif bersama ratusan atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Targetnya jelas: menembus kualifikasi PON 2028.

Di tangan Falen Kebo, arah baru Perbakin NTT mulai digariskan. Ia menegaskan, organisasinya tak lagi sekadar menjadi wadah hobi, melainkan mesin pencetak atlet berprestasi. Langkah awal yang akan ditempuh adalah konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota, sekaligus membuka ruang seleksi melalui kejuaraan-kejuaraan daerah.

“Kami ingin memastikan pembinaan berjalan dari bawah. Potensi atlet di NTT tersebar, tinggal bagaimana kita menjaring dan mengelolanya,” kata Falen.

Ambisi itu tak berhenti pada pembinaan. Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur, terutama ketersediaan lapangan tembak yang representatif, faktor yang selama ini menjadi kendala klasik di daerah.

Dukungan pun datang dari KONI NTT. Melalui Sekretarisnya, Dr. Alfons Theodorus, pelantikan ini sebagai titik strategis untuk membangun kekuatan baru. Target pun dipasang cukup menantang: cabang menembak diharapkan mampu menyumbang lima hingga enam medali pada PON mendatang.

Ratu Wulla dan Harapan dari Tanah: Saat Petani Menjadi Penopang Masa Depan SBD

Dengan waktu yang tersisa menuju 2028, pekerjaan rumah Perbakin NTT terbilang padat. Namun, dengan struktur baru, dukungan pusat, serta kepemimpinan yang kini berada di tangan kepala daerah, optimisme mulai tumbuh. Bahwa dari lapangan tembak di timur Indonesia, prestasi nasional bisa ditembakkan dengan lebih tepat sasaran.*/boy/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement