KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Ribuan peserta memadati kawasan di Kantor Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, Jumat (6/11/2026), untuk mengikuti Tour de EnTeTe 2026 Rute III Etape Pulau Timor. Di tengah semangat olahraga dan kebersamaan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena membawa pesan yang lebih luas: perjalanan menyusuri wilayah NTT harus menjadi momentum menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama yang membutuhkan.
Pesan itu disampaikan Gubernur Melki saat acara pelepasan peserta jalan sehat yang menempuh rute dari kantor desa Oebelo menuju Pantai Lasiana, Kota Kupang. Pelepasan peserta dilakukan Pangdam XXVII Sobe Sonbay, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua.
Gubernur Melki menegaskan, Tour de EnTeTe tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kegiatan olahraga ataupun perayaan hari ulang tahun ke 68 provinsi NTT. Kegiatan tersebut juga harus menjadi ruang membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan serta kepedulian terhadap sesama. Setiap Kabupaten dan Kota, dilakukan aksi bedah rumah untuk warga yang kurang mampu.
Menurut dia, semangat menjaga lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya diminta menjaga kebersihan, tetapi juga diharapkan berinisiatif memungut sampah yang ditemukan sepanjang perjalanan.
Bahkan, panitia akan memberikan penilaian khusus kepada peserta yang menunjukkan perilaku positif, termasuk mereka yang mengajak orang lain menjaga kebersihan melalui aksi kreatif.
โMisalnya ada orang pungut sampah. Dia buat atraksi menarik pada saat memimpin yel-yel dan sebagainya. Itu akan dinilai,โ kata Gubernur Melki Ia menjelaskan, dari seluruh rangkaian jalan sehat Tour de EnTeTe 2026 yang berlangsung di seluruh wilayah NTT, panitia akan memilih lima peserta terbaik. Mereka akan mendapatkan hadiah perjalanan religi ke tempat suci sesuai dengan agama masing-masing.
Peserta beragama Katolik mendapat kesempatan memilih perjalanan ke Israel atau Roma, peserta Kristen ke Israel, peserta Islam memperoleh kesempatan menjalankan ibadah umrah ke Arab Saudi, sedangkan peserta Hindu dapat memilih India,” katanya.
Gubernur Melki mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peserta yang tidak hanya aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga memperlihatkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan demikian, Tour de EnTeTe diharapkan meninggalkan dampak yang lebih panjang daripada sekadar kegiatan olahraga massal.
โSekali lagi saya ingatkan, buanglah mantan pada tempatnya, dan buanglah sampah pada tempatnya,โ ujar Gubernur Melki, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan peserta.
Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas pergaulan, membangun persahabatan, dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Bahkan, secara berseloroh, Melki menyebut kegiatan itu dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk menemukan pasangan.
Namun, ia kembali mengingatkan bahwa kesehatan, keselamatan, kebersihan, dan kebersamaan harus menjadi perhatian selama seluruh rangkaian kegiatan.
Kabupaten Kupang Perkenalkan Potensi Daerah
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki menilai Tour de EnTeTe menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Kupang kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut dia, Kabupaten Kupang memiliki kekayaan potensi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, budaya, pertanian, peternakan, perikanan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran ribuan peserta dan jajaran pemerintah dari berbagai daerah dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.
โMelalui kegiatan ini kami berharap potensi daerah semakin dikenal luas serta membuka peluang kerja sama dan investasi bagi kemajuan Kabupaten Kupang,โ kata Wabup Aurum.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut dia, mendukung penuh kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembangunan NTT dapat berjalan lebih baik.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, kebersamaan dan sinergi antarpemerintah menjadi modal penting untuk mewujudkan NTT yang semakin maju dan sejahtera.
Target 6.000 Peserta
Ketua Panitia Tour de EnTeTe 2026 Johny Ataupah melaporkan, jumlah peserta yang mengikuti Rute III Etape Pulau Timor diperkirakan mencapai 6.000 orang.
Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, serta pelajar SMA yang dikoordinasikan melalui Dinas Pendidikan.
Johny optimistis target tersebut dapat tercapai karena tingginya dukungan pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat.
โSaya percaya karena seluruh perangkat daerah provinsi hadir, dan Ibu Bupati juga menghadirkan dari kabupaten/kota. Kepala Dinas Pendidikan menghadirkan anak-anak SMA. Jadi, jumlah 6.000 itu kita percaya dan kita yakin,โ ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan Tour de EnTeTe memberikan pelajaran penting tentang arti kehadiran langsung pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.
Menurut Johny, sebuah program tidak cukup hanya dijalankan melalui arahan atau pemantauan dari jauh. Dibutuhkan keterlibatan langsung, kerja bersama, serta koordinasi seluruh tim agar kegiatan dapat berjalan sesuai harapan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, pimpinan perangkat daerah provinsi, serta seluruh koordinator lapangan yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
โKita melaksanakan kegiatan ini bukan untuk kepentingan kelompok atau individu tertentu, melainkan untuk Nusa Tenggara Timur, untuk masyarakat NTT, dan untuk masa depan daerah yang kita cintai bersama,โ katanya.
Pangdam XXVII Sobe Sonbay Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, serta pimpinan lembaga vertikal dan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Tour de EnTeTe 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi NTT. Kegiatan ini dirancang dengan menggabungkan olahraga, promosi pariwisata, pengembangan UMKM, serta penguatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui perjalanan lintas wilayah, pemerintah ingin menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah. Lebih dari itu, Tour de EnTeTe menjadi ajakan agar pembangunan NTT tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tentang kualitas lingkungan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Sebab, semangat membangun daerah tidak cukup hanya ditunjukkan melalui langkah kaki ribuan peserta. Semangat itu juga harus terlihat dari tindakan sederhana menjaga lingkungan tempat mereka berpijak.*/llt



Komentar