GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Eksbis Nusantara Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Ndori Yang Kian Tergerus Abrasi

Ndori Yang Kian Tergerus Abrasi

Camat Ndori dan Suleman Hasan ketika melihat abrasi pantai di dusun Ipi, Desa Serandori, Kecamatan Ndori Kabupaten Ende, Minggu (23/2/2020). Foto; SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

ENDE,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Pria 68 tahun yang mengenakan kain warna hijau daun dengan kamija sedikit lusuh itu berjalan melintasi pinggiran pantai di Dusun Ipi Desa Serandoiri, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende. Tatapannya nampak kosong berbinar ketika melintas di selah-selah batang pohon kelapa yang tumbang berhimpitan satu dengan lainnya akibat tanah penopang tanaman kelapa miliknya itu tergerus abrasi pantai dua pekan silam.

Disisi kirinya nampak tumpukan pasir pantai dan batu berukuran kecil dan sedang dikumpulkan membentuk gunung kecil berderet di antara sela-sela pohon kelapa yang sebagiannya masih berdiri tegak dan lainnya sudah tumbang. Setelah dihitung ada sekitar 100 tumpukan pasir pantai dan batu itu akan dijual ke masyarakat dan juga ke para kontraktor.

Camat Ndori dan Suleman Hasan ketika melihat abrasi pantai di dusun Ipi, Desa Serandori, Kecamatan Ndori Kabupaten Ende, Minggu (23/2/2020). Foto; SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Adalah Suleman Hasan, bekas ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Serandori itu mengaku kelapa, pisang dan tanaman jagung miliknya tumbang dan rusak akibat abrasi pantai.

Dia juga menyebutkan, kebiasaan masyarakat di wilayah itu yang sering melakukan penambangan pasir laut dan batu di pesisir pantai itu yang berdampak pada abrasi. “Mereka kerja kumpul pasir dan batu ini malam hari. Ada yang dipake untuk bangun rumah, ada juga yang mereka jual ke masyarakat lain dan ke kontraktor,” katanya.

Camat Ndori Ahmad Liga yang ditemui di pesisir pantai Ipi, Minggu (23/2/2020) mengatakan,ย  panjag pantai yang terancam tergerus abrasi di wilayah itu sekitar 700 meter. “Kalau dilihat dari kondisi abrasi pantai ini sekitar 50 meter bibir pantai yang terkikis abras,” katanya.

NTT Disiapkan Jadi Percontohan Transisi Energi Bersih Nasional

Camat Liga menyebutkan, abrasi itu terjadi lantaran ulah masyarakat yang melakukan penambang liar pasir pantai dan batu. “Saya sudah larang berkali-kali tapi merekaย  datang ambil tengah malam. Saya sudah sarankan agar empat desa pesisir ini harus ada Perdes tentang larangan tambang pasir dan batu di pesisir pantai,” katanya.

Camat Ndori dan Suleman Hasan ketika melihat abrasi pantai di dusun Ipi, Desa Serandori, Kecamatan Ndori Kabupaten Ende, Minggu (23/2/2020). Foto; SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Disebutkan, ada empat desa di pesisir pantai Kecamatan Ndori yang terus tergerus abrasi adalah desa Serandori di Dusun Ipi, desa Maubasa Barat dusun Beko, Desa Maubasa Timur dan Desa Maubasa.

Camat Liga mengaku, sudah membuat permohonan dalam bentuk proposal untuk pembangunan tembok penahan ombak tapi belum pernah dibangun. Ia berharap, pemerintah baikย  Kabupaten, Provinsi dan Pusat segera membantu penanganan agar bahaya abrasi tidak lagi mengancam masyarakat. “Kami juga akan terus melarang masyarakat agar tidak lagi melakukan penambangan liar batu dan pasir laut di sepanjang pantai ini,” katanya. ***Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement

Everyone is talking about AK8Win lately. It is wild how much noise this place is making in the gaming scene this year. I decided to check it out myself to see if the hype actually holds up or if it is just a bunch of marketing fluff. Most people just want to know if they can trust the site with their hard-earned cash before they hit the deposit button.

Let's talk money. The 2025 bonus package is pretty decent if you like extra cash. They give a 100% match up to $500. Not bad, right? But the wagering requirements are 35x. You have to put in the work to cash out those winnings. It isn't a walk in the park. Most players find that it takes about a week of steady play to clear those hurdles and get the money into their bank accounts.

The library is massive. Over 40 providers live on this site. You get big names like Pragmatic Play and Evolution Gaming. They hit the ground running back in October 2019. Since then, online casino they have grabbed a huge chunk of the market in Nepal and Malaysia. Many locals love it because they can use Nepalese Rupees. This saves a ton on conversion fees which usually eat about 3% of your bankroll on other sites.

Feature Detail Rating
Welcome Bonus 100% up to $500 4.5/5
Games 3,500+ Slots 4.8/5
Payout Speed 12-24 Hours 4.2/5
Mobile App Android and iOS 4.6/5

Why should you care about this specific platform? There are a few reasons why people are flocking to it right now:

  1. Fast withdrawals usually take less than a day which provides some peace of mind.
  2. Local currency support like NPR means no annoying exchange fees at the bank.
  3. The massive live dealer section has 20+ different studios running 24/7.

And the mobile app? It is surprisingly smooth. I tried it on my old iPhone 12 last Tuesday and it didn't lag once. Most sites feel clunky but this one is snappy. Is it perfect? Probably not. The Curacao license is okay, but it isn't the gold standard of the industry. You still need to be careful with your limits. Always gamble with money you can afford to lose because that is just common sense in this game.

Honestly, it feels like a solid choice for casual players. Just keep an eye on those terms and conditions because they can be a bit tricky. If you are looking for a new spot to spin some reels, this might be your best bet this month. They even added 50 free spins to the welcome pack last January. That is a sweet little cherry on top for slot fans. Go ahead and give it a whirl if you feel lucky today.