TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah pusat mendorong percepatan operasional RSUD Reda Bolo di Kabupaten Sumba Barat Daya, menyusul rampungnya pembangunan fisik rumah sakit yang dinilai telah memenuhi standar nasional. Rumah sakit yang berlokasi di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka ini diharapkan segera memberikan layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah selatan Pulau Sumba.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) saat meninjau langsung fasilitas rumah sakit, Kamis (23/4/2026), menyampaikan apresiasi atas kualitas bangunan dan kesiapan infrastruktur yang ada. Ia menilai, RSUD Reda Bolo telah memiliki standar yang setara dengan rumah sakit di kota-kota besar.
โRumah sakit ini sangat bagus, bahkan sudah bertaraf nasional seperti di Jakarta. Ini tentu patut kita apresiasi sebagai hasil dari perhatian Presiden,โ ujar Menkes Budi, merujuk pada program pembangunan infrastruktur kesehatan yang digagas Prabowo Subianto.
Menurut Menkes Budi, tantangan utama saat ini bukan lagi pada pembangunan fisik, melainkan percepatan pengadaan alat kesehatan. Pemerintah menargetkan seluruh peralatan utama dapat tersedia dalam waktu satu bulan, sehingga rumah sakit bisa segera beroperasi penuh.
โGedungnya sudah siap. Kita dorong agar alat-alat segera datang sehingga rumah sakit ini bisa cepat beroperasi,โ katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, serta sejumlah pimpinan DPRD dan jajaran pemerintah daerah. Turut hadir Direktur RSUD Reda Bolo, dr. Evi Marpaung.
Rombongan meninjau sejumlah fasilitas utama rumah sakit, di antaranya ruang catheterization laboratory (cathlab) di lantai satu dan ruang High Care Unit (HCU) di lantai tiga. Selain itu, dilakukan pula diskusi terkait kesiapan operasional, termasuk kebutuhan sumber daya manusia dan sistem layanan.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan, kehadiran RSUD Reda Bolo menjadi harapan besar bagi masyarakat Sumba Barat Daya yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan rujukan. Tidak sedikit pasien yang harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
โSelama ini banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah seperti Waingapu, Bali, hingga Surabaya. Kami berharap rumah sakit ini segera beroperasi agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih dekat,โ ujarnya.
Hal senada disampaikan Gubernur Melki Laka Lena. Ia menilai pembangunan RSUD Reda Bolo mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal.
Dengan kesiapan infrastruktur yang hampir rampung dan dukungan pemerintah pusat maupun daerah, RSUD Reda Bolo diharapkan segera beroperasi dalam waktu dekat. Kehadirannya diyakini akan memperpendek rantai rujukan, meningkatkan akses layanan spesialistik, serta menjadi pusat layanan kesehatan representatif bagi masyarakat Sumba Barat Daya dan sekitarnya.*/kominfoSBD/llt













Komentar