JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Lembata mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Hingga Mei 2026, realisasi belanja daerah telah mencapai 23,25 persen, tertinggi di antara kabupaten/kota se-NTT, dan melampaui rata-rata provinsi yang berada pada angka 18,78 persen.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Lembata, Kanis Tuaq bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) saat melakukan audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Kanis didampingi Kepala BKAD, Dinas Pendidikan, Bapelitbangda, Dinas PUPR, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, serta Dinas Sosial. Pemerintah daerah memaparkan perkembangan pelaksanaan program pembangunan daerah sekaligus menyampaikan capaian kinerja fiskal yang dinilai cukup progresif di tengah tantangan wilayah kepulauan.
Capaian realisasi belanja tersebut menjadi salah satu indikator percepatan pelaksanaan program pembangunan di Lembata, terutama pada sektor pelayanan dasar dan infrastruktur. Pemerintah daerah menilai kinerja tersebut membuka ruang fiskal baru, termasuk peluang memperoleh Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2026 dari pemerintah pusat.
Bupati Kanis Tuaq dalam kesempatan itu menekankan pentingnya dukungan lanjutan dari pemerintah pusat untuk memperkuat akselerasi pembangunan di daerah kepulauan seperti Lembata, yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas dan infrastruktur dasar.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci untuk menjaga momentum percepatan pembangunan, sekaligus memastikan program-program prioritas dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Audiensi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Lembata di Jakarta dalam upaya memperkuat konsolidasi program pembangunan lintas kementerian, mulai dari sektor infrastruktur, kelautan, hingga penguatan ekonomi.

Kabupaten Lembata menempati posisi teratas se NTT Penyerapan APBD hingga Mei 2026. Foto: dok.KT
Sebelumnya, Bupati Kanis juga melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan kementerian terkait, antara lain membahas pengembangan komoditas Malapari (Pongamia pinnata) sebagai energi terbarukan dan potensi ekonomi baru daerah yang dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi hijau di Lembata.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan, termasuk pembangunan plengsengan sementara di Pelabuhan Lewoleba untuk menjaga kelancaran konektivitas transportasi laut, terutama selama proses perbaikan Pelabuhan Ferry Waijarang oleh PT ASDP Indonesia Ferry.
Di sektor kelautan dan perikanan, Bupati Kanis turut membahas penguatan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program tersebut akan ditindaklanjuti dengan rencana survei lapangan oleh tim KKP ke Lembata untuk memverifikasi dan memantapkan empat titik lokasi usulan kampung nelayan.
Secara keseluruhan, rangkaian agenda tersebut menunjukkan upaya Pemerintah Kabupaten Lembata dalam mempercepat pembangunan melalui sinergi aktif dengan pemerintah pusat. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, pengembangan ekonomi kelautan, energi terbarukan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah kepulauan tersebut.
Dengan capaian realisasi anggaran yang berada di posisi teratas tingkat provinsi, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap ruang fiskal tambahan dapat segera diakses guna memperluas dampak pembangunan dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah paling ujung timur Nusa Tenggara Timur itu.*/fbKT/llt













Komentar