WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM โ Kuda Ratu SOKSI membuka penampilannya di Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Timur 2026 dengan finis di posisi kedua. Berlaga di Kelas EE Putaran Pertama, Ren 2, di Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti, Prailiu, Selasa (20/10/2026), kuda milik Ketua Depidar SOKSI Nusa Tenggara Timur sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., itu diungguli Waimima Indah.
Dalam perlombaan yang berlangsung di arena pacuan kebanggaan masyarakat Sumba Timur tersebut, Waimima Indah keluar sebagai pemenang. Ratu SOKSI menyusul di urutan kedua, sedangkan posisi ketiga ditempati Teng dan urutan keempat menjadi milik Ring of Power.
Hasil tersebut menjadi catatan awal bagi Ratu SOKSI dalam persaingan Bupati Cup Sumba Timur tahun ini. Meski belum mencapai garis finis pertama, posisi kedua memperlihatkan bahwa kuda betina berwarna napas dengan tinggi 133 sentimeter itu mampu bersaing di kelas yang diikutinya.
Perhatian terhadap Ratu SOKSI diperkirakan belum berhenti pada penampilan perdana tersebut. Berdasarkan jadwal yang disampaikan, kuda pacuan milik Umbu Rudi Kabunang itu akan kembali turun ke arena pada Senin, 26 Oktober 2026. Penampilan berikutnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil sekaligus menguji konsistensinya menghadapi para pesaing.
Bagi pemilik dan pendukungnya, setiap putaran bukan sekadar soal menang atau kalah. Pacuan kuda menuntut perpaduan kondisi fisik kuda, kecepatan, ketepatan joki, serta kemampuan membaca jalannya perlombaan. Selisih posisi di garis finis dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi putaran selanjutnya.
Bupati Cup Merawat Tradisi Palapang Njara
Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Timur 2026 resmi dibuka oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., di Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti, Prailiu, Selasa (20/10/2026). Kejuaraan tahunan yang diselenggarakan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan tradisi pacuan kuda atau Palapang Njara.
Bagi masyarakat Sumba, Palapang Njara bukan semata-mata perlombaan untuk menentukan kuda tercepat. Tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan lintas generasi, sekaligus mencerminkan keberanian, ketangguhan, keterampilan, dan ikatan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Umbu Lili Pekuwali menegaskan bahwa pacuan kuda memiliki arti penting bagi pelestarian budaya leluhur. Pemerintah daerah, menurut dia, berkepentingan memastikan tradisi itu tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Pacuan kuda juga dinilai memiliki potensi untuk memperkuat sektor pariwisata. Setiap penyelenggaraan menghadirkan pemilik kuda, peserta, dan penonton dari berbagai wilayah. Keramaian tersebut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan pengunjung di sekitar arena.
โPacuan kuda merupakan kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi nenek moyang, tetapi juga memperkuat persaudaraan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memperkenalkan budaya Sumba Timur kepada dunia,โ ujar Bupati.
Pembukaan kejuaraan itu turut dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah, Camat Kambera, Lurah Prailiu, pemilik kuda pacu, serta masyarakat yang memadati arena perlombaan.
Ciri khas Palapang Njara antara lain penggunaan kuda tanpa pelana dan keterlibatan joki cilik. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri dalam kalender budaya Sumba Timur, meskipun pelaksanaannya juga membutuhkan perhatian terhadap keselamatan joki dan kesejahteraan kuda.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berharap Bupati Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat posisi pacuan kuda sebagai daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, persaingan di arena Rihi Eti masih akan berlanjut. Bagi Ratu SOKSI, hasil putaran pertama telah memberikan pijakan untuk menghadapi perlombaan berikutnya. Publik kini menantikan apakah kuda tersebut mampu memperbaiki catatan finisnya ketika kembali berlaga pada pekan depan.*/llt



Komentar