LEWA,SELATANINDONESIA.COM – Upaya mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah pedesaan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk gereja. Hal itu tampak dalam perayaan misa bersama umat di Paroki Sang Sabda Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (15/3/2026), yang juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki mengajak umat untuk mulai mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal yang dimiliki masyarakat Lewa. Menurut dia, selama ini banyak hasil pertanian, peternakan, maupun kerajinan tenun yang masih dijual dalam bentuk mentah tanpa melalui proses pengolahan yang memberikan nilai tambah.
โKalau boleh saya usul, kita di Lewa mulai mencari nilai tambah dari apa yang telah kita lakukan, baik dari hasil pertanian, peternakan, maupun tenun. Jangan hanya menjual hasil yang sudah jadi, tetapi kita kembangkan menjadi produk unggulan,โ ujar Gubernur Melki.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi tengah mendorong pola pengembangan ekonomi masyarakat melalui skema TanamโPanenโOlahโKemasโJual atau yang disingkat Tapa Oke Ju. Melalui pola tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mampu mengolah dan mengemas hasil produksi sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Pemerintah provinsi, lanjut Gubernur Melki, juga sedang menjajaki kerja sama dengan sektor perbankan guna membuka akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pengolahan dan pengemasan hasil produksi lokal.
Sebagai contoh, ia menyebut pengalaman saat mengunjungi Desa Marapokot di Kabupaten Nagekeo. Di desa tersebut, masyarakat telah mengembangkan rumah produksi yang didanai melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hasil panen beras tidak lagi dijual secara langsung, tetapi dikemas dengan baik sebelum dipasarkan sehingga harga jualnya meningkat.
โKalau kita tidak mengubah pola ini, uang akan keluar ke tempat lain. Kita ingin hasil produksi masyarakat bisa memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal,โ kata Gubernur Melki.
Selain membahas penguatan ekonomi masyarakat, Gubernur Melki juga menyinggung persoalan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia berharap umat turut mendoakan agar pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali berbagai kebijakan yang berkaitan dengan nasib para tenaga PPPK yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga membuka peluang dukungan pemerintah bagi kebutuhan pembangunan gereja. Ia meminta dewan paroki menyampaikan proposal kepada pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi agar dapat dipelajari dan dipertimbangkan untuk membantu perbaikan gedung gereja.
Sementara itu, pastor rekan yang memimpin perayaan misa, Fabianus Gau, menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur bersama rombongan di tengah umat Paroki Sang Sabda Lewa. Menurut dia, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi simbol persaudaraan, tetapi juga menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap kehidupan masyarakat.
Pater Fabianus menegaskan bahwa gereja pada prinsipnya mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah, terutama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
โGereja terus mendukung program dan kebijakan pemerintah. Kehadiran pemerintah di tengah umat menjadi tanda persaudaraan sekaligus penguatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki,โ ujarnya.
Ia menambahkan, dalam arah pelayanan pastoral paroki, pemberdayaan ekonomi umat menjadi salah satu fokus penting. Dewan pastoral bersama para pastor mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya bagi para petani, peternak, dan penenun.
Melalui pendampingan dan kerja sama dengan pemerintah, umat diharapkan mampu mengolah berbagai potensi sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Bagi gereja, kolaborasi dengan pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi merupakan bagian dari pelayanan sosial kepada masyarakat. Dengan sinergi tersebut, umat tidak hanya bertumbuh dalam kehidupan iman, tetapi juga semakin mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal yang dimiliki di wilayah Kabupaten Sumba Timur.*/ak/llt













Komentar